Polisi Mulai Selidiki Kisruh Pengiriman Darah PMI Banda Aceh ke Tangerang

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol M Ryan Citra Yudha. (foto: dok Polresta Banda Aceh)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Polisi Mulai Selidiki Kisruh Pengiriman Darah PMI Banda Aceh ke Tangerang

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol M Ryan Citra Yudha. (foto: dok Polresta Banda Aceh)

MASAKINI.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mulai menyelidiki kisruh pengiriman 2.050 kantong darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangerang, yang diduga dilakukan diam-diam dan tidak sesuai prosedur.

Penyelidikan itu dilakukan usai kabar pengiriman darah ini mencuat ke publik dan menjadi atensi banyak kalangan, termasuk Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang meminta polisi mengusutnya.

“Kemarin sudah kami bentuk tim dan mulai melakukan penyelidikan. Baru yang dipanggil satu orang untuk dimintai klarifikasi,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha kepada masakini.co, Jumat (13/5/2022) malam.

Dia menyebut, orang pertama yang baru dimintai keterangan klarifikasi itu adalah Sekretaris PMI Banda Aceh, Syukran Aldiansyah. Syukran datang ke kantor Polresta Banda Aceh dengan ditemani sejumlah pengurus lainnya.

Menurut Ryan, dari hasil klarifikasi itu nantinya polisi akan mengembangkan untuk menentukan siapa lagi yang akan dimintai keterangan.

Sebagaimana diberitakan, kisruh pengiriman darah dari PMI Banda Aceh ke Tangerang tersebut mencuat ke publik usai sebagian pengurus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke UDD PMI Banda Aceh.

Pengiriman diduga dilakukan tanpa rapat pleno semua pengurus PMI Banda Aceh. Berdasarkan temuan sidak, sebanyak 2.050 kantong darah diketahui telah dikirim ke Tangerang pada Januari, Februari dan April 2022. Sedangkan bulan Maret belum dapat dipastikan ada atau tidaknya pengiriman karena pengurus baru hanya mendapat data dari hasil rekam jejak mobil pengangkut darah.

“Pengurus lainnya tidak mengetahui adanya pengiriman darah dalam jumlah besar karena keputusannya diambil oleh Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi. Kami tidak pernah dilibatkan,” kata Sekretaris PMI Banda Aceh Syukran Aldiansyah, Kamis (12/5/2022).

Namun hal tersebut dibantah oleh ketua PMI Banda Aceh Dedi Sumardi. Menurutnya, pengiriman darah ke UDD PMI Tangerang dilakukan karena stok darah di PMI Banda Aceh pada saat itu aman dan berlebih, sehingga pengiriman dilakukan untuk menghindari kedaluarsa darah. Pengiriman darah ke Tangerang itu dilakukan pada Januari dan Februari 2022 lewat MoU yang ditanda tangani kedua belah pihak.

“Tudingan mengirim ribuan kantong darah secara diam-diam dan apalagi menuduh kami memperjual belikanya itu tidaklah benar. Alih distribusi darah antar UDD PMI hal yang lumrah dan biasa, asal UDD yang bersangkutan memiliki stok yang aman dan berlebih,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist