Teken MoU dengan BPMA, Ekonom USK: Disdik Aceh Responsif

Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Mukhlis Yunus. (foto: dok pribadi)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Teken MoU dengan BPMA, Ekonom USK: Disdik Aceh Responsif

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Mukhlis Yunus. (foto: dok pribadi)

MASAKINI.CO – Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Mukhlis Yunus, mengapresiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggandeng Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dalam meningkatkan mutu pendidikan bidang industri Migas.

Menurut Mukhlis Yunus, kerja sama tersebut adalah langkah yang sangat tepat. Hal itu bermakna bahwa Disdik Aceh responsif terhadap kelangkaan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Jadi hadirnya Dinas Pendidikan yang bekerjasama dengan BPMA adalah langkah yang tepat sehingga ke depan Disdik Aceh akan mampu melahirkan tenaga kerja yang sinergi dengan kebutuhan pasar,” katanya, Rabu (3/8/2022).

Ekonom Aceh itu menuturkan, dulu saat PT. Perta Arun Gas dibuka, banyak masyarakat Aceh yang ingin bekerja di perusahaan tersebut, akan tetapi perusahaan hanya bisa mengakomodir sebagian kecil tenaga kerja lokal, itu pun dalam bentuk buruh kasar.

“Maka dengan adanya MoU terhadap pendidikan vokasi terhadap pertambangan dan Migas dengan BPMA inilah yang saya katakan bahwa Disdik Aceh responsif. Karena ke depan akan terbuka sejuta peluang untuk lapangan kerja di bidang migas,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai direktur Pascasarjana Magister Manajemen USK itu menyebut, bahwa beberapa perusahaan besar seperti Repsol dan Premier Oil sedang melakukan eksplorasi yang diprediksi dalam waktu yang tak terlalu lama lagi akan ada hasil cukup signifikan, yang kemudian akan diikuti oleh eksploitasi.

Menurutnya, MoU antara Disdik Aceh dan BPMA itu untuk mengantisipasi peluang yang tersedia akibat adanya peluang kerja baru yang menghendaki tenaga-tenaga terampil yang dididik melalui vokasi. Sehingga, tidak hanya cukup pengetahuan saja, melainkan juga punya pengalaman, terampil, dan siap kerja.

“Ini adalah momen yang tepat Dinas Pendidikan Aceh mengambil sikap untuk bekerja sama berharap bahwa kita jangan sampai tinggal selangkah,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist