Laut Lhokseumawe Terancam Tercemar Akibat Kapal Angkut BBM Bocor

Tampak tumpahan minyak dari kapal pengangkut BBM Pertamina yang bocor dan menyebar di permukaan laut Kota Lhokseumawe. (foto: kiriman warga)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Laut Lhokseumawe Terancam Tercemar Akibat Kapal Angkut BBM Bocor

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Tampak tumpahan minyak dari kapal pengangkut BBM Pertamina yang bocor dan menyebar di permukaan laut Kota Lhokseumawe. (foto: kiriman warga)

MASAKINI.CO – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar tumpah dan mencemari laut kawasan pesisir pantai Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kepala Depot Pertamina Lhokseumawe Feri Safarudin, mengatakan BBM itu tumpah saat pembongkaran dari kapal. Katup pipa kapal bocor, lalu mengakibatkan minyak tumpah ke laut.

Peristiwa tumpahnya BBM tersebut baru diketahui warga pada Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari arah laut, menyebar bau minyak menyengat dan permukaan air laut berubah warna jadi kuning kecoklatan.

“Dugaan kebocoran akibat katup yang mengalirkan minyak tidak bekerja secara optimal, sehingga mengakibatkan sebagian kargo kapal lepas ke laut,” katanya.

Feri mengatakan pihaknya telah melokalisir area laut yang tercemar tumpahan BBM solar yang diangkut kapal MT Aerosea Catalina tersebut. Minyak yang tumpah itu diblokade pakai oil boom agar tak menyebar.

Hingga Minggu malam, proses pembersihan masih dilakukan. Garis polisi dipasang di lokasi guna menghindari agar warga tak masuk sembarangan lantaran area itu berbahaya.

Feri mengakui, selain berbahaya bagi manusia, tumpahan minyak tersebut juga mengancam keselamatan ekosistem laut.

Sementara itu, Unit Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, Taufikurachman, memastikan pihaknya akan terus berupaya membersihkan laut yang tercemar minyak tersebut.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, tuturnya, telah menetralisir rembesan minyak dengan Oil Spill Dispersant (OSD), menggunakan sorbent pad untuk sisa film serap. Kondisi minyak di perairan sudah semakin sedikit dengan oil boom sudah dipersempit.

“Kami akan terus melakukan penanganan hingga kondisi sudah seperti sedia kala,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist