Darurat Bantuan Pangan, Nyaris 10 Juta Anak Afganistan Kelaparan

Wanita memindahkan makanan dari tempat distribusi di pinggiran Herat, Afghanistan pada tahun 2021.(WFP/Marco Di Lauro)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Darurat Bantuan Pangan, Nyaris 10 Juta Anak Afganistan Kelaparan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Wanita memindahkan makanan dari tempat distribusi di pinggiran Herat, Afghanistan pada tahun 2021.(WFP/Marco Di Lauro)

MASAKINI.CO – Save the Children melaporkan sekitar 9,6 juta anak Afganistan tidak memperoleh makanan setiap hari. Itu terjadi akibat krisis ekonomi, perang Ukraina, dan kekeringan berkelanjutan.

LSM internasional itu menyerukan bantuan pangan segera untuk menyelamatkan nyawa dalam jangka pendek. Namun bantuan pangan tidak cukup mengakhiri krisis mendalam yang sedang berlangsung.

Dalam laporannya disebutkan walau bantuan pangan tiba dalam beberapa bulan terakhir, 19,7 juta anak dan orang dewasa, hampir 50 persen dari populasi, masih kelaparan dan membutuhkan dukungan mendesak untuk bertahan hidup. Dua hingga tiga bulan terakhir saja, sekitar 20.000 orang mengalami kelaparan.

“Saya hanya dapat meminjam uang tunai dan membelikan mereka makanan, tetapi seringnya saya tidak memiliki cukup makanan untuk mereka. Terkadang kami memiliki makanan untuk dimakan dan terkadang tidak,” kata Maryam warga Provinsi Faryab, pada Save the Children dikutip dari aljazeera, Rabu (11/5/2022).

Ibu berusia 26 tahun dari lima anak itu menyatakan baru-baru ini harus meminjam uang untuk membawa bayinya yang menderita kekurangan gizi akut ke rumah sakit.

Para advokat mengecam keputusan Amerika, pemerintahan Biden menggunakan kembali aset Afghanistan senilai $3,5 miliar sebagai kompensasi pada para korban serangan 9/11.

“Setiap hari petugas kesehatan garis depan kami merawat anak-anak yang kurus di depan mata kami karena mereka hanya makan roti sekali sehari – dan mereka adalah anak-anak yang beruntung,” kata direktur advokasi, komunikasi Save the Children, Athena Rayburn.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist