Harum Kuah Beulangong pada Momen Meugang di Tanah Ratu Elisabeth

Para mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh studi di Kota Leeds, Inggris merayakan meugang menyambut Ramadan 1443 H. (foto: Harisul Amal untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Harum Kuah Beulangong pada Momen Meugang di Tanah Ratu Elisabeth

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Para mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh studi di Kota Leeds, Inggris merayakan meugang menyambut Ramadan 1443 H. (foto: Harisul Amal untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Tak ingin melewati momen meugang yang merupakan sebuah tradisi menyantap makanan berbahan daging dari Aceh, membuat sejumlah mahasiswa asal Tanah Seulanga yang sedang menempuh pendidikan di Leeds, Inggris turut merayakannya untuk menyambut ramadan 1443 Hijriah, Sabtu (2/4/2022) kemarin.

Harisul Amal, seorang mahasiswa yang berkuliah di Leeds Beckett University kepada masakini.co, mengatakan saat ini ada sekitar sepuluh mahasiswa asal Aceh yang menempuh studi di salah satu kota metropolitan di Inggris tersebut.

Mahasiswa asal Aceh di Leeds, Inggris merayakan meugang Ramadan 1443 H. (foto: Harisul Amal untuk masakini.co)

Acara meugang ini, kata Harisul, diadakan sebagai wadah silaturahmi perantau asal Aceh di tanah Ratu Elisabeth, agar tetap menjaga identitas keacehan sekaligus mengobati rindu kepada kampung halaman.

“Meskipun cuaca sangat dingin 1 derajat celsius, tetapi suasana ini terasa sangat hangat karena rasa kekeluargaan yang tercipta. Terlebih kita juga memasak kuah beulangong, jadi rasanya seperti di rumah,” kata mahasiswa asal Ulee Kareng, Kota Banda Aceh tersebut.

Hal senada diungkapkan Fiona Zakaria, yang pada momen meugang warga Aceh di Inggris itu bertindak sebagai chef. Menurutnya, ada tantangan tersendiri dalam membuat bumbu kuah beulangong di Inggris, karena bahan yang dibutuhkan sangat terbatas sehingga perlu beberapa penyesuaian.

“Seperti nangka muda susah carinya jadi terpaksa pakai yang kalengan, karena cari pohon nangka di sini tidak ada. Begitu juga bumbunya, harus menakar sendiri, kalau di Aceh kan mudah tinggal ke pasar pergi ke tukang giling bumbu,” ujar peneliti post doctoral teknik lingkungan di University of Leeds ini.

Kuah Beulangong dan makanan lainnya pada momen meugang mahasiswa Aceh di Inggris. (foto: Harisul Amal untuk masakini.co)

Selain kuah beulangong sebagai menu utama, tutur Fiona, makanan-makanan Indonesia seperti pisang goreng, bakwan, dan sebagainya juga tersaji di perayaan meugang ala pencari ilmu dari Aceh di tanah negeri Ratu Elisabeth itu.

“Sebelumnya juga kita masak kuah pliek. Memasak masakan khas daerah itu sebenarnya cara kita mengobati kerinduan pulang ke Aceh,” tutupnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist