Kasus Selebgram Aceh, Cekcok di Sosmed Berujung Dugaan Pemerasan

Selebgram Pidie, Anita Sri Rezeki (baju kaos hitam). (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kasus Selebgram Aceh, Cekcok di Sosmed Berujung Dugaan Pemerasan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Selebgram Pidie, Anita Sri Rezeki (baju kaos hitam). (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Kasus dugaan pencemaran nama baik antara selebgram Aceh, Moli MR dan Anita Sri Rezeki telah masuk masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie. Kasus ini terindikasi adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pelapor kepada terdakwa, dengan dalil upaya perdamaian.

Sidang perdana sudah digelar pada Rabu (9/2/2022) kemarin. Terdakwa Sri Anita Rezeki hadir dalam persidangan didampingi oleh kuasa hukumnya Syamsir SH,MH dan Naufal Fauzan, SH,MH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Sriwahyuni, SH membacakan dakwaan terhadap Sri Anita Rezeki, dalam perkara pencemaran nama baik dengan ancaman pidana pasal 310 ayat (1) KUHP pidana.

Terdakwa melalui kuasa hukumnya, Syamsir, membaca nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya.

“Kami keberatan, karena kasus ini bukan kasus ITE, melainkan kasus pencemaran nama baik. Sekali lagi ini bukan kasus ITE. Perlu digaris bawahi kita harus selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah,” katanya.

Sebelum naik ke meja persidangan, perkara tersebut telah ditempuh lewat mediasi. Namun, mediasi itu gagal.

“Hal tersebut dikarenakan, adanya upaya dugaan pemerasan yang diminta oleh pelapor kepada terdakwa. Kami tak mau menyebutkan nominalnya, tapi fantastislah. Tidak masuk akal sehat jika mau berdamai,” ujar Syamsir.

Diketahui, terdakwa pernah mendatangi tempat usaha pelapor Moli MR di Desa Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, untuk meluruskan persoalan yang terjadi di media sosial Instagram tersebut.

Namun, di lokasi kembali terjadi adu mulut. Terdakwa melontarkan ucapan bahwa ada bukti Moli MR keluar masuk hotel bersama laki-laki dan bekerja sebagai “kupu-kupu malam”.

Terdakwa juga mengancam Moli MR akan mendatangi tempat ia bekerja di salah satu instansi pemerintah di Kabupaten Pidie, untuk membeberkan tentang sosok Moli MR agar diketahui oleh orang banyak.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist