Benahi Manajemen Tata Kelola Dayah, Disdik Dayah Aceh Gelar Pelatihan

Disdik Dayah Aceh menggelar pelatihan manajemen tata kelola Dayah. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Benahi Manajemen Tata Kelola Dayah, Disdik Dayah Aceh Gelar Pelatihan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Disdik Dayah Aceh menggelar pelatihan manajemen tata kelola Dayah. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Sebagai upaya pembenahan ke arah yang lebih baik dalam manajemen tata kelola dayah, Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar pelatihan yang diselenggarakan selama 3 hari di Hotel Al-Hanifi Banda Aceh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia pelaksana Mahmud ST saat menyampaikan laporannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Senin (14/3/2022) malam.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pelatihan ini agar manajemen tata kelola dayah tertata dengan baik.

“Bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya kita masih tertinggal dalam pengelolaan manajemen tata kelola. Sehingga pelatihan ini dianggap penting untuk dilakukan sebagai sebuah upaya pembenahan di sektor manajemen tata kelola dayah,” katanya.

Zahrol menyebutkan bahwa pendirian Dinas Pendidikan Dayah Aceh memiliki 3 sasaran atau tujuan, di antaranya karena ada dayah yang memerlukan pembinaan dari Pemerintah. Baik dari segi pembinaan santri, guru dayah maupun sarana dan prasarana dayah.

Yang kedua, karena adanya dayah perbatasan Aceh yang membutuhkan dukungan Pemerintah Aceh karena selama ini banyak terjadi pendangkalan akidah, sehingga keberadaan Dayah Perbatasan itu sendiri untuk membentengi ummat dari bahaya missionaris.

“Dan yang ketiga karena adanya ormas-ormas dayah yang semua organisasi itu dapat bersinergi dalam membantu Pemerintah Aceh untuk selalu dalam koridor Ahlul Sunnah wal jamaah,” ungkapnya.

Zahrol berharap, para Tgk-Tgk muda yang sudah selesai mengikuti pelatihan agar sepulangnya ke dayah dapat membenahi tata kelola manajemen dayah sebagai upaya perubahan dan perbaikan. Menurutnya, surat menyurat atau dokumen-dokumen itu menjadi bahan penting untuk keperluan lainnya di masa yang akan datang.

“Maka tertib administrasi sangat diperlukan. Untuk itu, kepada Tgk-Tgk Muda yang dipercayakan oleh Abu Pimpinan Dayah mengelola Sekretariat Dayah untuk dapat menyerap dengan baik ilmu-ilmu tentang manajemen dan tata kelola administrasi agar dapat terwujud administrasi yang tertib, efektif dan efisien,” harapnya.

Dengan tertibnya administrasi di dayah, tutur Zahrol, maka data tentang dayah dapat juga dengan mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan dan kemajuan dayah.

Baik itu data jumlah santri, jumlah guru, kitab yang diajarkan, aset dayah, luas tanah dan bangunan serta hal lainnya mengenai data-data penting lainnya di dayah.

“Terakhir, saya berharap para tengku dapat mentransfer ilmu yang di dapat dalam pelatihan ini kepada Tgk-Tgk yang lain di dayah, supaya ilmu ini dapat diterapkan dengan baik. Lakukanlah perubahan-perubahan, walaupun perubahan kecil. Karena kita tau, sesuatu yang besar itu berawal dari hal yang kecil,” imbuhnya.

Pelatihan tersebut mengundang pemateri dari berbagai unsur di antaranya; Muhammad Iqbal dari Badan Pengelola Keuangan Aceh, Abdul Aziz dari Badan Perpustakaan dan Arsip Aceh, Hamam dari Inspektorat Aceh dan Zulfikar dari Bappeda Aceh. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist