Gubernur Aceh ke Kaltim, Hadiri Undangan Kerja Presiden di IKN

Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi istri tiba di Kalimantan Timur menghadiri kunjungan kerja Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN). (foto: BPPA)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Gubernur Aceh ke Kaltim, Hadiri Undangan Kerja Presiden di IKN

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi istri tiba di Kalimantan Timur menghadiri kunjungan kerja Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN). (foto: BPPA)

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Nova Iriansyah didamping istri, Dyah Erti Idwati, dan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu, (13/3/2022).

Kehadiran Gubernur Nova dan rombongan itu untuk menghadiri undangan kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan para Gubernur se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada Senin, (14/3/2022) besok.

“Sejumlah Gubernur hadir dalam jadwal kunker presiden ini. Dari data awal, kunker ini akan dihadiri oleh seluruh Gubernur se-Indonesia. Namun data konfirmasi jadwal kedatangan ada 31 daerah yang konfirmasi hadir. Nanti Gubernur Aceh juga akan melaksanakan berbagai kegiatan sesuai jadwal Presiden,” kata Almuniza.

Adapun sejumlah kegiatan itu meliputi pertemuan bersama tokoh adat di Kalimantan Timur mulai tokoh adat Kutai, Dayak, Paser, Berau, Banjar, Bugis dan Jawa.

“Selain itu, akan ada juga doa bersama demi kelancaran pemindahan IKN dari Jakarta ke Sepaku, Kaltim,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono beserta sejumlah Gubernur telah melakukan rapat koordinasi terkait kunjungan kerja Presiden tersebut. Dalam rapat itu, Heru menyampaikan rencana pertemuan dan sejumlah mekanisme serta upacara-upacara penyambutan adat.

“Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan berkemah di titik 0 IKN pekan ini. Rencananya, Presiden bakal berkemah dengan Kepala Otorita IKN,” kata Heru.

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut akan ada penanaman pohon, dimana pohon yang akan di tanam merupakan pohon asli dari Daerah masing-masing dikombinasikan dengan situasi dan kondisi tanah di IKN.

Sementara Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemindahan IKN ke Nusantara merupakan sebuah lompatan bagi bangsa Indonesia untuk melakukan transformasi bangsa menuju Indonesia maju.

“IKN akan menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia, mencerminkan identitas nasional, serta menjamin keberlanjutan sosial ekonomi dan lingkungan. IKN juga akan menjadi kota hutan, smart city, modern dan berkelanjutan, serta memiliki standar internasional,” kata Jokowi.

Pembangunan IKN juga merupakan wujud komitmen Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim. Indonesia menargetkan nol emisi karbon dan 100 persen penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di tahun 2060. Di IKN nantinya dari satu titik ke titik lain diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu 10 menit, menggunakan 80 persen transportasi publik, serta 70 persen terdiri dari area hijau.

“Saya juga meyakini IKN Nusantara akan menjadi kota yang inklusif, kota yang terbuka, kota untuk semua. Kota yang akan sangat ramah bagi semua lapisan masyarakat untuk hidup berdampingan, hidup rukun, hidup bersama-sama, dan memiliki peluang yang sama untuk ikut serta membangun dan mengembangkan IKN Nusantara ini,” ucap Presiden.

Presiden menyampaikan, sejumlah transformasi masyarakat dapat dimulai melalui pengembangan kota, mulai dari transformasi menuju kota yang ramah lingkungan, transformasi dalam bermukim, transformasi dalam mobilitas, hingga transformasi dalam bekerja .

“Transformasi dalam bekerja, yang cerdas, yang kreatif, saling terkoneksi, saling terintegrasi dan menjalin kolaboratif, menciptakan budaya kerja yang produktif, melayani, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala Negara mengungkapkan bahwa rencana pembangunan IKN Nusantara akan dimulai tahap pertama di kawasan inti pusat pemerintahan.

“Diawali dengan upaya merevitalisasi dan mereboisasi hutan terlebih dahulu, diikuti dengan pembangunan infrastruktur dasar, wilayah hijau dan biru kota, kompleks pemerintahan, perkantoran, dan perumahan beserta sarana dan prasarananya,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist