Lestarikan Biota Laut, Joel Bungalow Lepas 100 Tukik di Pantai Lhoknga

Pelepasan tukik di kawasan pantai Joel's Bungalow, Lhoknga, Aceh Besar, Rabu 2/3/2022. (foto: masakini.co/Fakhrizan)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Lestarikan Biota Laut, Joel Bungalow Lepas 100 Tukik di Pantai Lhoknga

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Pelepasan tukik di kawasan pantai Joel's Bungalow, Lhoknga, Aceh Besar, Rabu 2/3/2022. (foto: masakini.co/Fakhrizan)

MASAKINI.CO – Sebanyak 100 ekor anak penyu atau tukik jenis Belimbing dilepasliarkan ke laut di kawasan Pantai Joel’s Bungalow, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Hal itu dilakukan sebagai upaya melestarikan dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Pelepasan tukik ini kita lakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan biota laut,” kata Pemilik Joel’s Bungalow, Zulfitri, Rabu (2/3/2022).

Dia menjelaskan, tukik yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil penangkaran yang dilakukan di kawasan tempat usahanya, Pantai Lhoknga. Setelah menetas anak penyu itu langsung dilepaskan ke laut sebagai habitat aslinya.

“Pelepasan anak penyu ini merupakan bentuk kontribusi kita sebagai masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, yang sudah sepatutnya kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, telur penyu tersebut didapat dari masyarakat di kawasan Pantai Lhoknga, Aceh Besar. Ia membeli telur penyu mulai dari harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per butir.

Pria yang akrab disapa Joel Bungalow itu mengatakan, wilayah pesisir Pantai Lhoknga memang terkenal sebagai kawasan habitat penyu bertelur, sehingga banyak warga yang mendapatkan telur-telurnya.

“Jadi kita beli dari warga yang mendapatkannya dari pinggir pantai. Dan ini juga bagian dari cara kita mengedukasi masyarakat untuk konservasi penyu,“ jelasnya.

Zulfitri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan biota laut tersebut, dengan cara setiap telur penyu yang didapatkan di pantai tidak dijual ke pasar untuk dikonsumsi.

“Mulai hari ini mari kita sama-sama melestarikan penyu, karena laut juga perlu keseimbangan,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist