Pocut Meurah Intan Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Bupati Blora, Arief Rohman saat ziarah makam Pocut Meurah Intan, Kamis 17/3/2022. (foto: Humas Aceh)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pocut Meurah Intan Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Bupati Blora, Arief Rohman saat ziarah makam Pocut Meurah Intan, Kamis 17/3/2022. (foto: Humas Aceh)

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan usulan salah satu tokoh pejuang Aceh, Pocut Meurah Intan menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, semangat kepahlawanan Pocut Meurah Intan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

“Mudah-mudahan kepahlawanan beliau juga bisa menggugah semangat kita semua dalam membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi, apalagi jika beliau dapat diusulkan menjadi pahlawan nasional,” kata Nova saat makan malam bersama Bupati Blora, Arief Rohman di Pendopo Bupati Blora, Jawa Tengah, Rabu (16/3/2022).

Nova berterima kasih kepada Pemerintah Jawa Tengah dan Kabupaten Blora yang telah merawat makam Pocut Meurah Intan, yang merupakan pahlawan perempuan asal Aceh. “Insya Allah, tahun ini Pemerintah Aceh juga akan melakukan pemugaran terhadap makam Pocut Meurah Intan,” ujarnya.

Nova menyebut, kunjungannya itu dapat menjadi awal dari peningkatan hubungan kemitraan dan persahabatan antara pemerintah Aceh dan Pemprov Jateng serta Pemkab Blora.

Ia menjelaskan, Pocut Meurah Intan merupakan sosok pejuang Aceh, salah seorang srikandi yang namanya masih begitu hidup di dalam dada masyarakat Aceh hingga saat ini, karena berkat kegigihan perjuangan beliau mengusir penjajah dari nusantara.

“Bersama suaminya, Tuanku Abdul Majid, Pocut Meurah Intan dikenal sebagai tokoh dari Kesultanan Aceh yang paling anti Belanda,” tutur Nova Iriansyah.

Menurut catatan sejarah, ungkapnya, perjuangan Pocut Meurah terjadi di akhir abad 19 sampai awal abad 20. Pada 11 November 1902, beliau dikepung oleh serdadu khusus Belanda dari Korps Marechaussee dan terdesak.

Dengan dua tetakan luka di kepala, dua di bahu, sementara satu urat kening dan otot tumitnya putus, beliau terbaring di tanah penuh dengan darah dan lumpur.

“Namun beliau tetap tidak menyerah dengan rencong yang masih tergenggam kuat di tangannya. Semangat pantang menyerahnya ini ternyata sangat dikagumi Belanda, bahkan beliau diberi gelar Heldhafting atau yang gagah berani,” kata Nova.

Berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, pada 6 Mei 1905, beliau beserta putranya, Tuanku Budiman, dan seorang anggota keluarga kesultanan bernama Tuanku Ibrahim diasingkan ke Blora, Jawa Tengah.

Di Blora pula, Pocut Meurah Intan berpulang ke rahmatullah pada 19 September 1937, dan dimakamkan di Desa Temurejo.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman, mendukung penuh usulan Gubernur Aceh untuk menjadikan Pocut Meurah Intan menjadi pahlawan nasional. Dengan menguatnya hubungan di antara kedua daerah ini, ia berharap semakin banyak pula saudara-saudara dari Aceh yang akan melakukan kunjungan ke Blora nantinya.

Ke depan, ia juga akan melakukan kunjungan balasan ke Aceh agar kedua daerah ini bisa bersinergi. Pada kesempatan itu pula, Arief juga menyematkan ‘Iket Samin’ untuk Nova, suatu tanda sebagai Warga Kehormatan Blora.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist