Rohingya Terdampar di Bireuen, Ternyata Kantongi Kartu UNHCR dan Vaksin

Para pengungsi Rohingya yang terdampar di Bireuen, Aceh, Minggu 6/3/2022. (foto: Humas Polda Aceh)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Rohingya Terdampar di Bireuen, Ternyata Kantongi Kartu UNHCR dan Vaksin

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Para pengungsi Rohingya yang terdampar di Bireuen, Aceh, Minggu 6/3/2022. (foto: Humas Polda Aceh)

MASAKINI.CO – Dari 114 pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Bireuen, Aceh, diketahui sebanyak 74 orang telah memegang kartu UNHCR. Selain itu, ada puluhan orang yang memiliki kartu tanda sudah divaksin Covid-19.

“Artinya kan, ada di antara mereka yang sudah pernah mendapat perlindungan serta bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan organisasi internasional,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Senin (7/32022).

Namun Winardy tak merincikan dari mana para pengungsi itu memperoleh kartu UNHCR dan vaksin tersebut.

Berdasarkan penuturan pengungsi, tutur Winardy, mereka telah melakukan perjalanan laut selama 25 hari sebelum terdampar di Pantai Kuala Raja, Kecamatan Jangka, Bireuen.

Pengungsi Rohingya tersebut menaiki satu kapal kayu yang terdiri dari 58 laki-laki, 21 perempuan, dan 35 anak-anak.

Sampai saat ini mereka masih ditempatkan di meunasah (mushala) Desa Alue Buya Pasie.

Communications Associate UNHCR Indonesia, Dwi Anisa Prafitria mengatakan belum ada keputusan apa pun dari pemerintah terkait akan ditampung di mana para pengungsi itu. Dwi mengaku, sejumlah pihak masih melakukan koordinasi.

“Masih berkoordinasi terkait pengungsi ini akan ditempatkan dimana antara pemerintah pusat, pemerintah setempat, dan organisasi kemanusiaan lainnya,” katanya, Minggu (6/3/2022) sore.

Sementara itu, pemerintah Kota Lhokseumawe yang memiliki satu tempat penampungan pengungsi yang layak di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Meunasah Mee Kandang, belum bisa langsung menampung lantaran belum ada arahan dari pemerintah pusat.

“Kami pemerintah Lhokseumawe masih what and see. Keputusan pengungsi Rohingya itu akan ditempatkan dimana, itu kan hasil koordinasi pemerintah pusat dan daerah,” kata Juru Bicara Satgas Pengungsi Kota Lhokseumawe, Marzuki.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist