MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Saat Depik Terancam Punah

Masa Kini by Masa Kini
29 Maret 2019
in Daerah, Foto lama, Headline
A A
Saat Depik Terancam Punah

Semburat cahaya matahari pagi di Dataran Tinggi Gayo. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

Share on FacebookShare on Twitter

Dingin di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, tak menghentikan langkah para nelayan. Satu persatu warga pantai Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah mengayuh perahu menebar jala. Di danau dataran tinggi Gayo, perburuan ikan depik dimulai sebelum matahari terlihat.

Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

Sayangnya. “Ikan depik sudah jauh berkurang,” kata Aman Neli, warga desa Toweren. Penyebabnya Mujair. Ikan yang dibudidayakan sebagian warga tersebut dilepaskan serampangan.

Populasi ikan depik Danau Lut Tawar terus berkurang, akibat dimangsa mujair sejak menjamurnya keramba budidaya ikan air tawar. Ahmad/Freelance Photographer

Akibatnya, menjadikan depik spesies terancam punah (IUCN Red List) masuk dalam kategori critical endangered. Dalam dua dekade terakhir, produksi depik hanya tersisa 83,5 persen.

“Danau ini takkan bertahan tanpa depik. Ikan ini sudah bisa menghidupi kami,” kata Aman Neli, nelayan Desa Toweren. Ahmad/Freelance Photographer

Depik merupakan ikan endemik, tergolong sempit penyebarannya. Permasalahan danau Lut Tawar berawal pada awal 1990-an. Hasil tangkapan (catch per unit effort) ikan depik turun dari rerata 1.17 kg/m2 unit jaring di era 1970-an hanya menjadi 0.02 kg/m2 unit jaring pada 2009. Itu artinya turun drastis 98,3 persen selama tiga dekade terakhir.

Diketinggian 1200 Mdpl, perempuan tepi Lut Tawar saban siang mengumpulkan depik hasil tangkapan bersama. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

Sejak puluhan tahun danau ini menjadi tumpuan rezeki nelayan di sekitar danau. Hampir 400 warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Sekitar 225 orang menggantungkan nasib dari hasil penangkapan ikan depik. Hanya 150
lainnya yang menggantungkan hidupnya dari budidaya ikan keramba.

Para pemuka kembali ke desanya usai menunaikan salat Subuh. Sebagian diantaranya juga berprofesi sebagai nelayan. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

Minat warga konsumsi ikan depik sangat tinggi. Satu bambunya ikan depik dihargai sekitar Rp60 ribu. Namun,
belakangan diketahui pendapatan rata-rata nelayan depik hanya sekitar Rp51 ribu setiap hari.

Aktivitas nelayan, keramahan warga, keindahan panorama menjadikan Lut Tawar destinasi wisata andalan Aceh. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

Nelayan Depik bermodalkan Leuge (dayung) dan perau (perahu), kalah bersaing dengan nelayan ikan keramba.

Nelayan menjaring ikan depik di antara puing-puing bekas keramba apung Lut Tawar. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer

“Sudah sejak nenek moyang kami mengais rezeki dari depik, danau ini takkan bertahan tanpa depik. Kami tidak terbiasa dengan ikan nila atau mujair. Cukup depik sudah bisa menghidupi kami,” kata Aman Neli.

Keramba budidaya ikan air tawar diantara indahnya Lut Tawar. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer
Joki menempa ketanguhan kuda sambil mengasah keterampilannya. Tanah Gayo dikenal sebagai taman langit para pemberani. Fahreza Ahmad/Freelance
Perau tersusun rapi di Toweran, nyaris setiap warga memiliki perahu tradisional ini. Harganya berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta perunitnya. Fahreza Ahmad/Freelance Photographer
Tags: utama
Previous Post

11 Sapi Terjaring Penertiban Satpol PP Banda Aceh

Next Post

Pemerintah Aceh Teken Kerjasama Kebencanaan dengan Unsyiah

Next Post
Pemerintah Aceh Teken Kerjasama Kebencanaan dengan Unsyiah

Pemerintah Aceh Teken Kerjasama Kebencanaan dengan Unsyiah

Aksi BPA Minta Plt. Gubernur Cabut Izin PT EMM

Aksi BPA Minta Plt. Gubernur Cabut Izin PT EMM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

  • Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manchester City Siapkan Dana hingga Rp1,596 Miliar untuk Rekrut Morgan Gibbs-White

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stok Terbatas dan Permintaan Naik, Harga Ayam Melambung Jelang Meugang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
MASAKINI.CO

© 2026 masakini.co

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

© 2026 masakini.co