MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juni 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto lama

Asinnya Nasib Petani Garam

Masa Kini by Masa Kini
28 Agustus 2019
in Foto lama, News
0

Petani menyiapkan lahan pengolahan air laut untuk membuat garam. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubuk-gubuk reot di pesisir Seulimum, Aceh Besar tumpuan mayoritas para perempuan. Bermandi peluh di ladang, berjibaku di dapur panas bukan kepalang.

Menjadi petani garam, pilihan puluhan perempuan Ujoeng Mesjid. Meracik secara tradisional, bahkan masih dilakoni kaum hawa berusia senja.

RelatedPosts

BMKG Catat 16 Titik Panas di Aceh

25 Warga Lhokseumawe Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS Arun

Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi Delapan Orang

Petani membawa pasir bahan baku pembuatan garam. [Ahlul Fikar]
Petani kompak menyiapkan lahan pembuatan garam. [Ahlul Fikar]

Aktivitasnya diawali dari membangun gundukan-gundukan tanah liat serupa kawah, bagian bawahnya, dibuat saluran keluar air yang akan ditampung dalam wadah.

Pasir yang mengandung garam dimasukkan dalam kawah tadi, lantas disiram air laut. Siraman air meresap dalam kawah, kemudian keluar kembali. Air yang ditampung di lubang itu, kemudian dimasak di gubuk hingga menguap menjadi butiran garam.

Petani menuang air yang sudah disaring untuk dimasak menjadi garam. [Ahlul Fikar]
Petani mengaduk air laut yang mulai menjadi garam. [Ahlul Fikar]
Endapan air laut mulai menjadi garam setelah dimasak.[Ahlul Fikar]

Perharinya, seorang petani sanggup menghasilkan 40 Kg garam. Sayangnya, garam mereka tanpa label dan packaging. Walhasil kalah bersaing di pasar lokal.

Petani membawa garam siap saji dari dapurnya. [Ahlul Fikar]
Petani menyiapkan garam untuk dijual.[Ahlul Fikar]
Garam hasil olahan tradisional para petani Aceh Besar. [Ahlul Fikar]

Mugee (pengepul) sahabat para petani, membandrol garam hanya Rp5 ribu perkilogram. Seharga itu, garam tak mungkin membuat nasib petani jadi manis.[Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarAhlul FikarFeature FotoPetani Garam Seulimum
Previous Post

SMA Babul Maqfirah Juarai Aeromodelling Lanud Iskandar Muda

Next Post

Gampong Ini Sukses Kurangi Stunting, PKK Aceh Beri Apresiasi

Related Posts

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Remaja 13 Tahun Hilang Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

by Redaksi
31 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan terseret arus saat berwisata bersama keluarganya di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga,...

Next Post
Dyah Erti: PAUD Berperan Bentuk Generasi Bangsa

Gampong Ini Sukses Kurangi Stunting, PKK Aceh Beri Apresiasi

Mifa Salurkan Rumah Pupuk Untuk Kelompok Kombatan

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...