MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto lama

Asinnya Nasib Petani Garam

Masa Kini by Masa Kini
28 Agustus 2019
in Foto lama, News
0

Petani menyiapkan lahan pengolahan air laut untuk membuat garam. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubuk-gubuk reot di pesisir Seulimum, Aceh Besar tumpuan mayoritas para perempuan. Bermandi peluh di ladang, berjibaku di dapur panas bukan kepalang.

Menjadi petani garam, pilihan puluhan perempuan Ujoeng Mesjid. Meracik secara tradisional, bahkan masih dilakoni kaum hawa berusia senja.

RelatedPosts

Wastra dari 12 Daerah di Aceh Disulap Jadi Busana Modern di Meuseuraya Festival

Tujuh Rumah Terbakar di Darul Imarah, Tiga Rusak Berat

Penyidik Telusuri Pendana dan Pengendali Jaringan Sabu di Pidie

Petani membawa pasir bahan baku pembuatan garam. [Ahlul Fikar]
Petani kompak menyiapkan lahan pembuatan garam. [Ahlul Fikar]

Aktivitasnya diawali dari membangun gundukan-gundukan tanah liat serupa kawah, bagian bawahnya, dibuat saluran keluar air yang akan ditampung dalam wadah.

Pasir yang mengandung garam dimasukkan dalam kawah tadi, lantas disiram air laut. Siraman air meresap dalam kawah, kemudian keluar kembali. Air yang ditampung di lubang itu, kemudian dimasak di gubuk hingga menguap menjadi butiran garam.

Petani menuang air yang sudah disaring untuk dimasak menjadi garam. [Ahlul Fikar]
Petani mengaduk air laut yang mulai menjadi garam. [Ahlul Fikar]
Endapan air laut mulai menjadi garam setelah dimasak.[Ahlul Fikar]

Perharinya, seorang petani sanggup menghasilkan 40 Kg garam. Sayangnya, garam mereka tanpa label dan packaging. Walhasil kalah bersaing di pasar lokal.

Petani membawa garam siap saji dari dapurnya. [Ahlul Fikar]
Petani menyiapkan garam untuk dijual.[Ahlul Fikar]
Garam hasil olahan tradisional para petani Aceh Besar. [Ahlul Fikar]

Mugee (pengepul) sahabat para petani, membandrol garam hanya Rp5 ribu perkilogram. Seharga itu, garam tak mungkin membuat nasib petani jadi manis.[Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarAhlul FikarFeature FotoPetani Garam Seulimum
Previous Post

SMA Babul Maqfirah Juarai Aeromodelling Lanud Iskandar Muda

Next Post

Gampong Ini Sukses Kurangi Stunting, PKK Aceh Beri Apresiasi

Related Posts

Sekolah Rakyat Aceh Buka Akses Pendidikan bagi Anak Keluarga Kurang Mampu

by Ahmad Mufti
18 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga (SRT 3) Provinsi Aceh menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari...

TK Angkasa Lanud SIM Raih Juara II Lomba Tari Nusantara di Aceh Besar

by Redaksi
17 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – TK Angkasa Cabang Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), di bawah binaan Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Cabang Lanud SIM...

Rumah Petani di Indrapuri Ludes Terbakar

by Ahmad Mufti
17 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Satu rumah berkonstruksi kayu di Gampong Cureh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, terbakar, Jumat (16/10/2026) malam. Rumah tersebut milik...

Next Post
Dyah Erti: PAUD Berperan Bentuk Generasi Bangsa

Gampong Ini Sukses Kurangi Stunting, PKK Aceh Beri Apresiasi

Mifa Salurkan Rumah Pupuk Untuk Kelompok Kombatan

Discussion about this post

CERITA

Semalam Bersama Kanye West

25 Oktober 2026

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...