MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Jejak Syarwani Sabi Menghalau Harimau

Masa Kini by Masa Kini
12 Maret 2020
in Headline, News
0

Syawarni Sabi, pawang harimau. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Siang itu, kebun sawit di Desa Singgersing, Kabupaten Sultan Daulat Kota Subulussalam, tak biasa. Asap tipis kemenyan mengepul diantara sabuk kelapa. Semeter dari tumpukan itu, Syarwani Sabi duduk bersila. Mulutnya komat-kamit.

Lalu, menyerahkan tongkat berisi pedang miliknya ke Basri. Warga Batu Napal itu diminta menggali lubang sekitar 40 cm. Lubang selesai, Syarwani meletakkan rebung kala ke asap. Seluruh debu hasil pembakaran, lantas ditanamnya.

RelatedPosts

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Jalur Meulaboh–Tapak Tuan Tergenang

QRIS BSI Kini Bisa Dipakai di China

Perpustakaan Montasik Ubah Cara Belajar Siswa, Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca

“Pergi jauh, jangan kembali lagi. Kalau masih membangkang, kami tangkap,” ucap Syarwani. Kalimat itu diucapnya dalam bahasa Aceh, berulang-ulang.

Syarwani bukan mengusir Basri. Ia meminta harimau tak kembali. Sejak puluhan tahun silam, pria berusia senja ini telah menjadi pawang.

Syarwani Sabi, hendak menghalau harimau.[Ahlul Fikar]

Tahun 70-an, saat Syarwani berusia muda, ia sering dibawa ayahnya berpindah desa, keluar masuk rimba menghalau harimau masuk pemukiman dan kebun warga.

“Memang sudah hobi bahkan sebelum sekolah sudah sering ikut bapak,” ujarnya.

Januari lalu, masakini.co beruntung berkesempatan bergabung dengannya. Menjalankan misi damai, antara warga Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam dengan harimau di kawasan tersebut.

Di sela-sela masa rehat, Syarwani berbagi kisah lampau saat dirinya berguru pada ayahnya. Menurutnya, sang ayah tak sepenuhnya berharap ia menjadi pawang harimau.

“Ayah sering larang saya, karena saya masih sekolah. Waktu itu nama sekolahnya sekolah rakyat. Saya sangat sayang sama harimau,” sebutnya.

Syarwani masih ingat, saat dirinya berhenti sekolah tahun 1975. Ia memilih terus bersama ayahnya menjaga harimau. Terang saja ayahnya marah.

“Waktu dipukul (oleh bapak), saya tetap ikut bapak. Saya sangat peduli terhadap nasib harimau,” katanya.

Jejak kaki harimau.[Ahlul Fikar]

Setelah ayahnya meninggal, Syarwani kini melanjutkan tugasnya seorang diri membantu warga. Ia mengaku sudah lebih ratusan desa dikunjunginya, menjalankan tugas menghalau dan menangkap harimau yang memakan manusia.

Nama Syarwani tak hanya kesohor di kalangan pecinta lingkungan di Aceh. Ia kerap dipanggil mengatasi konflik satwa dan manusia di sumatera. Provinsi yang kerap didatangi Sumatera Utara dan Riau.

“Saya tidak begitu pintar, tapi bisa untuk membantu warga dengan ilmu yang Allah berikan,” lanjutnya.

Konflik terparah yang tak lekang dalam ingatan Syarwani pecah tahun 2007 di Aceh Selatan. Harimau mengamuk. Tujuh warga diterkam.

Walau kaki sakit parah akibat terlindas mobil pick up tujuh tahun sebelumnya, ia datang ke lokasi kejadian. Saat itu ia sukses mengusir harimau, hingga warga beraktivitas normal kembali.

Syarwani Sabu, menjalankan ritual mengusir harimau.[Ahlul Fikar]

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, mengakui kemampuan Syarwani. Ia direkrut sebagai pawang harimau yang selalu dilibatkan dalam setiap konflik.

Menginjak usia 83 tidak membuat tekadnya memudar. Ia terlihat cukup semangat. Namun kondisi kakinya belum sembuh. Sering Syawarni terlihat sulit berjalan.

Awal Maret lalu, Syarwani membantu BKSDA menangkap seekor harimau di Desa Singgersing. Harimau itu berat badan diperkirakan sekitar 40 Kg, umurnya ditaksir 14 hingga 16 bulan itu.

Dari pedamalan Subulussalam, sang pawang meminta seluruh masyarakat Aceh menjaga harimau. Ia bahkan membagikan caranya, jangan alih fungsi lahan dan memburu makanan harimau seperti rusa dan babi berlebihan. Apalagi harimaunya yang diburu.

“Kalau harimau terkena jerat, itu bisa mengakibatkan kecacatan pada harimau. Di Samadua kakinya hampir putus (akibat terkena jerat), sehingga membuat harimau tidak lagi mampu berburu makanannya. Akibatnya, ternak warga yang bisa dimakan,”katanya.[Ahlul Fikar]

Tags: acehBKSDA AcehHarimau SumateraKonflik SatwaPawang HarimauSyarwani Sabi
Previous Post

Plt Gubernur Launcing Aplikasi SIM Pertanahan

Next Post

Persik Kediri Waspadai Kolektifitas Persiraja

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Next Post
Persik Kediri Waspadai Kolektifitas Persiraja

Persik Kediri Waspadai Kolektifitas Persiraja

Plt Gubernur Minta Proyek Strategis Nasional untuk Aceh Ditambah

Plt Gubernur Minta Proyek Strategis Nasional untuk Aceh Ditambah

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...