MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Legislator Sebut Ada Konflik Kepentingan di Program POP Kemendikbud

Masa Kini by Masa Kini
27 Juli 2020
in Nasional, News
0
Jelang New Normal, Pemerintah Aceh Terbitkan Surat Edaran Cegah Corona di Sekolah, Ini Isinya

Ilustrasi: Sejumlah siswa menggunakan masker. [ Aloysius Jarot Nugroho/Antara Foto]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kebijakan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilai telah membuat gaduh dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Apalagi program tersebut terus mendapat kriktikan dari kalangan parlemen karena pembiayaan POP dibebankan pada APBN hingga Rp595 miliar.

RelatedPosts

BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Bencana Hidrometeorologi di Aceh

39 Gempa Guncang Aceh Sepekan, Mayoritas Dangkal dan Tak Dirasakan

Data Tak Sinkron, Warga Miskin Malah Masuk Desil Tinggi dan Terbebani Iuran BPJS

Akibatnya, tiga organisasi besar menyatakan mengundurkan diri dari POP Penggerak yaitu NU, Muhammadiyah dan PGRI. Mereka menilai pemilihan ormas dan lembaga pendidikan yang ditetapkan lolos evaluasi proposal bantuan dana POP tidak jelas dan tidak transparan.

Anggota Komisi X DPR, Ali Zamroni menyesalkan mundurnya ketiga organisasi yang telah berkontribusi membangun dunia pendidikan di Indonesia tersebut.

“Sedangkan, sejumlah organisasi dilaporkan tidak lolos meski layak seperti Muslimat NU, Aisyiyah, IGNU dan lain lain,” kata Ali, Senin (27/7).

Sementara itu, terkait masuknya Sampoerna dan Tanoto Foundation jadi mitra POP Kemendikbud, Ali menduga bahwa program ini sudah masuk dalam kategori konflik kepentingan. 

Pasalnya, Sampoerna Foundation mendapatkan Kategori Gajah sebesar Rp20 miliar di POP, sedangkan Dirjen GTK Kemendikbud yang menandatangani SK POP merupakan Mantan Dekan di Sampoerna University.

“Menteri Nadiem dan para pejabat di lingkungan kemendikbud RI harus di evaluasi karena Pendidikan itu harus bebas dari segala kepentingan, jangan sampai adanya titipan dan ditunggangi oleh kepentingan pribadi atau golongan,” kata politisi dari Fraksi Gerindra itu.

Anggota DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus mendukung sikap NU, Muhammadiyah dan PGRI yang mundur dari POP Kemendikbud. Dia menduga ada yang tidak beres dalam proses rekruitmen penerima dana POP Kemendikbud tersebut.

Senada dengan Ali, dia mengatakan ada dua yayasan/foundation yang terafiliasi dengan perusahaan besar lolos sebagai penerima dana POP ini. Selain masuknya dua yayasan yang terafiliasi ke perusahaan besar, banyak entitas baru di dunia pendidikan ikut lolos seleksi.

“Ini sepertinya tidak wajar, kenapa ada yayasan yang terafiliasi dengan perusahaan besar yang seharusnya memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan melalui dana CSR perusahaan justru ikut menerima dana hibah pendidikan ini. Oleh karenanya kami meminta Kemendikbud untuk menunda pelaksanaan program dan melakukan penataan ulang serta mencari solusi dan skema terbaik dalam POP ini,” ujar Guspardi.

[Bisnis.com]

Tags: legislatormendikbudPOPProgram Organisasi Penggerak
Previous Post

Tersengat Listrik, Pasutri di Pidie Meninggal dalam Pelukan, Begini Kejadiannya

Next Post

Aceh Bukan Lagi Provinsi Terendah Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Related Posts

Walau Bermasalah, Program Organisasi Penggerak  Tetap Dilanjutkan

Walau Bermasalah, Program Organisasi Penggerak Tetap Dilanjutkan

by Redaksi
14 November 2020
0

MASAKINI.CO - Hasil review Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap sejumlah fakta baru terkait Program Organisasi Penggerak...

Jubir Presiden: Sekolah Belum akan Dibuka dalam Waktu Dekat

Jubir Presiden: Sekolah Belum akan Dibuka dalam Waktu Dekat

by Masa Kini
9 Juni 2020
0

MASAKINI.CO - Pemerintah belum berencana membuka sekolah dalam waktu dekat. Pasalnya, keputusan tersebut belum dapat dilakukan hingga ada keputusan dari...

Next Post
Swab Test Massal Banda Aceh Incar 1.300 Warga

Aceh Bukan Lagi Provinsi Terendah Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Bupati Aceh Besar Minta Tol Sigli-Banda Aceh Digratiskan

Bupati Aceh Besar Minta Tol Sigli-Banda Aceh Digratiskan

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co