MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

MPU Banda Aceh Rembuk Cari Solusi IPAL dengan LSM Pegiat Sejarah

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
23 April 2021
in News
0
MPU Banda Aceh Rembuk Cari Solusi IPAL dengan LSM Pegiat Sejarah

Diskusi MPU Banda Aceh dengan LSM Pegiat Sejarah soal pembangunan IPAL. (foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh mengundang sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) guna mencari solusi soal pro dan kontra terkait makam kuno dan situs sejarah di lokasi Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Banda Aceh, yang sudah tertunda pembangunannya sekitar tiga tahun.

Hadir dalam kegiatan tersebut LSM pegiat sejarah antara lain Mapesa, Pedir Museum, Peusaba, Darud Donya, Aceh Social Community. Acara berlangsung di aula kantor MPU Banda Aceh, Kamis (22/4/2021).

RelatedPosts

Jelang Ramadan, Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Kecelakaan di Tol Sigli–Banda Aceh, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

Pesawat Simulasi dan Gedung A2 Asrama Haji Aceh Diresmikan, Wagub Soroti Harga Tiket

Ketua MPU Kota Banda Aceh, Damanhuri Basyir mengatakan keberadaan kawasan cagar budaya yang menyimpan situs sejarah harus dilestarikan, tidak boleh dialihfungsikan.

“Kita inginkan situs itu jelas data-datanya, kemudian nanti kalau memang itu situs sejarah, harus dipertahankan dan dia tidak bisa dialihfungsikan. Itu yang kita inginkan,” jelasnya.

Hasil dari pertemuan ini, tuturnya, akan dibawa dalam musyawarah Anggota MPU di rapat rutin yang mereka adakan setiap pekan, hingga menghasilkan sebuah tausiah.

“Harapan kita bagaimana pembangunan Kota Banda Aceh tetap jalan juga pelestarian situs sejarah tetap jalan,” jelasnya.

Sementara itu, pendiri Pedir Museum, Masykur Syarifuddin menilai pentingnya menjaga dan menyelamatkan kawasan bersejarah di Banda Aceh, khususnya kawasan Gampong Pande, Gampong Jawa, Peulanggahan, Merduati dan Keudah.

“Kawasan tersebut adalah kawasan yang paling dipadati oleh situs sejarah baik berupa batu nisan, struktur bangunan, benteng atau kuta, dan maupun sebaran artefak lainnya,” ungkapnya.

Ia menyebut, situs bersejarah yang sudah dijumpai di Gampong Pande, Gampong Jawa dan sekitarnya saling terkait.

“Disana ada Makam Faqih Muhannad ibn Syuhbah al-Farnawi seorang ulama Mekkah yang merupakan pengasuh sultan dan wafat pada abad ke 16. Ada juga makam seorang yang digelar dengan Sundusul Balad yakni perhiasan mewah bagi negeri, dimana di dekat makam tersebut pada tahun 2013 ditemukan ribuan koin dirham era Kesultanan Aceh dan Turki Usmani,” pungkasnya.

Reporter: Ahlul Fikar

Tags: Gampong PandeMakam KunoMPU Banda AcehProyek IPAL Banda AcehSejarah
Previous Post

Potret Gigih Merawat Usaha Cincau dalam Badai Pandemi

Next Post

KontraS Aceh Desak Polisi Transparan Usut Penembakan Warga di Nagan Raya

Related Posts

Tgk Syibral Sebut MPU Tidak Berwenang Keluarkan Rekomendasi Kegiatan

Tgk Syibral Sebut MPU Tidak Berwenang Keluarkan Rekomendasi Kegiatan

by Ulfah
29 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk Syibral Malasyi mengatakan sesuai dengan hasil Rekomendasi Rapat Koordinasi...

Tur Anak Meuseuraya Akbar Tawarkan Metode Edukasi Berbasis Pengalaman

Tur Anak Meuseuraya Akbar Tawarkan Metode Edukasi Berbasis Pengalaman

by Ahmad Mufti
27 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah tantangan memudarnya minat generasi muda terhadap sejarah lokal, Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) menghadirkan pendekatan edukatif...

MPU Banda Aceh Serahkan Donasi Rp32 Juta untuk Palestina

MPU Banda Aceh Serahkan Donasi Rp32 Juta untuk Palestina

by Alfath Asmunda
6 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh menyerahkan donasi kemanusian untuk membantu rekonstruksi Gaza, Palestina. Donasi tersebut diserahkan...

Next Post
KontraS Aceh Desak Polisi Transparan Usut Penembakan Warga di Nagan Raya

KontraS Aceh Desak Polisi Transparan Usut Penembakan Warga di Nagan Raya

Launching Logo PORA 2022 di Pidie, Gubernur Aceh Tak Hadir

Launching Logo PORA 2022 di Pidie, Gubernur Aceh Tak Hadir

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co