MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Populasi Terancam Punah, Suaka Badak Sumatera Dibangun di Aceh

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
11 November 2021
in Headline
0
Populasi Terancam Punah, Suaka Badak Sumatera Dibangun di Aceh

Peletakan batu pertama pembangunan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Kamis 11/11/2021. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) atau Suaka Badak Sumatera di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Kamis, (11/11/2021).

Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian LHK, Jefry Susyafrianto, mengatakan peletakan batu pertama pembangunan SRS di Kabupaten Aceh Timur tersebut sebagai tahap awal.

RelatedPosts

393 Jemaah Kloter Perdana Haji Aceh Diberangkatkan

Tuntutan Buruh Soal UMP dan Outsourcing, Pemerintah Tegaskan Ikut Aturan Pusat

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

“Ini adalah sebagai tahap awal proses pembangunan sarana prasarana pendukung pengelolaan SRS dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Sumatera,” katanya.

Jefri menyebut, pembangunan SRS ini ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SK.421/KSDAE/SET/KSA.2/12/2018 serta menjadi implementasi dari upaya pengawetan jenis khususnya badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Provinsi Aceh.

“Untuk menghindari bahaya kepunahan, menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis, memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem,” sebutnya.

Dia menjelaskan, SRS tersebut dibangun oleh Konsorsium Badak Utara yang terdiri dari Forum Konservasi Leuser (FKL), Aliansi Lestari Rimba (ALerT), Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dan Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, dengan dukungan dari TFCA-Sumtera serta dari Bupati Aceh Timur dan Steering Committee yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor:SK.95/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2021.

“Kelancaran dan keberhasilan proses pembangunan SRS di Kabupaten Aceh Timur didasarkan atas konsistensi komitmen serta dukungan dari semua pihak. Kendala-kendala dalam proses pembangunan SRS ke depan diharapkan dapat diatasi dengan kebersamaan dan musyawarah semua pihak,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Aceh Timur, Teungku Hasballah M. Thaib, mengatakan sangat mendukung pembangunan SRS tersebut.

“Izin lokasinya semua kita dukung penuh, pada awalnya masyarakat di sini juga tidak memahami semua persoalan yang ingin melakukan pembangunan suaka badak. Ketika kita jelaskan maka masyarakat memahaminya,” ungkapnya.

Dia menuturkan, Pemerintah Aceh Timur akan berjuang penuh agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan satwa, sembari ekonomi jalan. “Satwa selamat dan hutan juga selamat,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Tropical Forest Conservation Action (TFCA) – Sumatera, Samedi, mengatakan kondisi populasi badak saat ini di Indonesia nyaris seperti kondisi di Malaysia dulu, yang kini habitat badak di sana telah punah.

“Jangan sampai pada ulang tahun ke 100 Republik Indonesia nanti, Badak Sumatera sudah tidak ada, seperti di Malaysia sekarang. Makanya SRS ini sangat penting kita bangun. Kita juga berharap pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar sehingga ada timbal baliknya,” kata Samedi.

Dari hasil kegiatan monitoring terhadap kantung-kantung populasi Badak Sumatera di Pulau Sumatera, menunjukan bahwa ekosistem hutan di Provinsi Aceh merupakan satu-satunya habitat yang terbukti masih menjadi habitat Badak Sumatera liar, sehingga diharapkan pelaksanaan pengelolaan SRS ke depan dapat menjadi wahana kebersamaan semua pihak dalam upaya pelestarian Badak sumatera sebagai aset hayati kebanggaan masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Untuk diketahui, Badak Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, Badak sumatera berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

Tags: acehAceh TimurSuaka Badak SumateraSumatran Rhino Sanctuary (SRS)
Previous Post

Tekan Stunting, Tim Pengmas Teknik Unsyiah Edukasi Posyandu Labuy

Next Post

Pantau Vaksinasi Massal, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Jaga Imunitas

Related Posts

JPU Hadirkan 4 Saksi, Terdakwa Kasus Penyelundupan Orangutan Akui Dibayar Rp1 Juta di Aceh Timur

by Riska Zulfira
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Persidangan kasus penyelundupan satwa liar dilindungi dengan terdakwa Agussalim kembali digelar di Pengadilan Negeri Idi, Rabu (6/5/2026) lalu....

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

PLN Lakukan Pemadaman Listrik di Wilayah Aceh Timur, Ini Tanggal dan Lokasinya

PLN Lakukan Pemadaman Listrik di Wilayah Aceh Timur, Ini Tanggal dan Lokasinya

by Redaksi
16 April 2026
0

MASAKINI.CO – PT. PLN (Persero) melakukan pemadaman listrik di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, pada Kamis 16 dan...

Next Post
Pantau Vaksinasi Massal, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Jaga Imunitas

Pantau Vaksinasi Massal, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Jaga Imunitas

Nelayan di Bireuen Ajak Semua Lapisan Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Nelayan di Bireuen Ajak Semua Lapisan Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co