MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Gubernur Beri Penghargaan Inovasi kepada 3 Kepala Daerah di Aceh

Luncurkan SIGAP

Athaillah by Athaillah
12 Januari 2022
in Daerah
0
Gubernur Beri Penghargaan Inovasi kepada 3 Kepala Daerah di Aceh

Forum Inspirasi Aceh 2022. (foto: masakini.co/Athaillah)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, memberikan penghargaan kepada Kabupaten Aceh Barat, Bener Meriah dan Bireuen. Ke tiga kabupaten ini dinilai berhasil mengembangkan inovasi dan pendekatan-pendekatan baru untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan melalui perencanaan dan penganggaran yang inklusif, peningkatan penyediaan layanan, dan melalui inisiatif pengembangan ekonomi lokal.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Aceh juga meluncurkan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) yang diwakili oleh asisten ll Sekda Aceh, Mawardi, Selasa (12/1/2022).

RelatedPosts

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Kinerja Digenjot di Tengah Sistem Kerja 4 Hari

Sistem SIGAP dirancang untuk memungkinkan penggunaan data dan informasi dari berbagai sektor dan menghubungkan data dan informasi dari desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi.

SIGAP telah terbukti penting untuk memperbaiki tata kelola desa. SIGAP mendukung desa untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran mereka serta membantu desa menargetkan layanan masyarakat secara lebih tepat sasaran. Saat ini, SIGAP telah digunakan di Kabupaten Aceh Barat, Bener Meriah dan Bireuen.

Asisten ll Sekda Aceh, Mawardi, mengatakan kehadiran program seperti (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) KOMPAK sangat penting untuk mempercepat pembangunan dan penurunan angka kemiskinan di  Aceh.

Menurutnya, usaha untuk mengatasi permasalahan kemiskinan harus dilakukan dengan cara kolaborasi, tidak bisa pemerintah saja.

“Mudah-mudahan kerja sama seperti ini dapat berlanjut dan meluas ke sektor yang lain,” ujarnya.

Anna Winoto sebagai Team Leader KOMPAK, mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa inovasi, diantaranya adalah LABKG dan Keperantaraan Pasar. LABKG (Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Gampong) dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat, Bener Meriah dan Bireuen, memobilisasi fasilitator desa untuk membantu warga mendapatkan dokumen kependudukan secara gratis dan tanpa harus pergi ke pusat pemerintahan.

“LABKG secara khusus menargetkan lansia dan penyandang disabilitas agar layanan dasar ini juga memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat tersebut. Sekarang masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke ibu kota kabupaten. Dengan ada layanan yang berbasis gampong , jadi hemat waktu dan biaya” ujarnya.

Selain itu model Keperantaraan Pasar dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha mikro. Di Kecamatan Arongan Lambalek, model ini telah membantu sekelompok perempuan pengrajin yang memproduksi kerajinan eceng gondok untuk mengakses pasar lokal dan global.

Melalui uji coba model, mereka telah mampu mengembangkan keterampilan, meningkatkan alat dan kapasitas produksi, dan memperoleh lisensi serta pembiayaan. Hasilnya, keanggotaan grup meningkat lima kali lipat dan penjualan tahunan mereka meningkat hampir sepuluh kali lipat.  Selain itu, KOMPAK memfasilitasi pembentukan Forum UKM di Aceh Barat, yang berperan untuk mereplikasi model Keperantaraan Pasar di seluruh produsen komoditas lain.

“Kami juga memberi pelatihan, sehingga penghasilan dari masyarakat lebih meningkat” tambahnya.

Inovasi-inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Bener Meriah dan Bireuen, bersama program (KOMPAK), yang berawal di tahun 2016.

KOMPAK adalah sebuah program kemitraan pembangunan Pemerintah Indonesia dan Australia yang mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan. Pemerintah Aceh, pemerintah ke tiga kabupaten bersama dengan KOMPAK, mengembangkan ide dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan provinsi dan kabupaten-kabupaten tersebut.

“Dalam dua hari terakhir saya mengunjungi Aceh Barat dan menyaksikan kerja KOMPAK dengan pemerintah kabupaten dalam penyediaan layanan, keperantaraan pasar dan tata kelola pemerintahan desa. Saya juga berkeliling ke beberapa daerah yang terkena dampak tsunami 2004, yang mengingatkan saya akan ketangguhan masyarakat Aceh. Saya terkesan dengan hasil kerjasama dan upaya pemulihan besar-besaran yang dilakukan oleh semua tingkat pemerintahan setelah tragedi itu,” kata Dan Woods, Counsellor for Human Development Section, Kedutaan Besar Australia.

“Saya senang menyaksikan secara langsung beberapa bantuan dari Pemerintah Australia, dalam kemitraan dengan pemerintah daerah di Aceh, telah diterima oleh masyarakat di wilayah tersebut,” tambahnya.

Dia menyampaikan, kerjasama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Aceh melalui Program KOMPAK, telah membantu menanggulangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan dengan meningkatkan penyediaan layanan kepada masyarakat dan memfasilitasi pengembangan ekonomi lokal.

Penghargaan ini diberikan dalam Forum Inspirasi Aceh, sebuah acara yang digagas oleh Pemerintah Aceh bersama KOMPAK untuk mempromosikan dan membagikan manfaat dan praktik baik inovasi-inovasi di Aceh. Forum Inspirasi Aceh ini mengusung tema “Inovasi dan Sinergi dalam Penanggulangan Kemiskinan Menuju Aceh Hebat.”

Forum Inspirasi diharapkan menginspirasi kabupaten/kota lainnya di Aceh agar mereplikasi inovasi-inovasi tersebut untuk mengatasi tantangan atau persoalan serupa.

Tags: Gubernur AcehKedutaan Besar AustraliaKOMPAKNova IriansyahSIGAP
Previous Post

Ratusan Calon Jamaah Haji Aceh Limpahkan Nomor Porsi ke Ahli Waris

Next Post

Persipura Mulai Bangkit dari Zona Degradasi, Persiraja Bagaimana?

Related Posts

Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Langsa di Polda Metro Jaya

by Redaksi
31 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap warga asal Kota Langsa yang terjadi di lingkungan Polda...

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

by Redaksi
15 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh memberangkatkan ribuan peserta program mudik gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dari Depo Trans...

Pemprov Aceh Cairkan THR untuk 41 Ribu ASN, Total Rp205,7 Miliar

by Riska Zulfira
13 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh sejak...

Next Post
Persipura Mulai Bangkit dari Zona Degradasi, Persiraja Bagaimana?

Persipura Mulai Bangkit dari Zona Degradasi, Persiraja Bagaimana?

Jokowi Lantik Fientje Suebu Jadi Dubes Perempuan Pertama Asal Papua

Jokowi Lantik Fientje Suebu Jadi Dubes Perempuan Pertama Asal Papua

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co