MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Tim Sembilan Laporkan Kendala Pembagunan Aceh ke Wali Nanggroe

Redaksi by Redaksi
11 Mei 2022
in Daerah
0
Tim Sembilan Laporkan Kendala Pembagunan Aceh ke Wali Nanggroe

Tim Sembilan lembaga vertikal bidang ekonomi dan pembangunan Aceh, melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al Haythar. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Sembilan lembaga vertikal bidang ekonomi dan pembangunan yang ada di Aceh melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar Selasa, (10/5/2022) kemarin, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeunereut, Aceh Besar.

Sembilan lembaga vertikal tersebut yaitu, Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Perwakilan Aceh, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh

RelatedPosts

Wali Kota Lepas 287 Jemaah Haji Kloter Pertama Banda Aceh, Pesan Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas

Jemaah Haji Aceh Kini Berangkat Lewat Jalur VVIP Bandara SIM

Aceh Percepat Pemulihan Lahan Pertanian dengan Anggaran Rp380 Miliar

“Tim Sembilan ini mengadakan pertemuan dengan Wali Nanggroe untuk menyampaikan kendala dan memberi masukan dalam rangka percepatan pembangunan di Aceh di berbagai sektor,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun.

Nasir menjelaskan, Tim Sembilan merupakan forum lembaga vertikal di Aceh yang dibentuk pada 2020 lalu. Tim tersebut dibentuk untuk memudahkan koordinasi dan menyatukan persepsi lintas sektor dalam rangka menunjang upaya percepatan pembangunan Aceh.

Kepada Wali Nanggroe, masing-masing perwakilan lembaga vertikal tersebut menyampaikan berbagai kendala dan solusi percepatan pembangunan Aceh.

“Mereka telah melakukan kajian, mempelajari, dan memberikan pandangan-pandangan, mengapa Aceh selama ini tidak bisa membangun seperti seharusnya,” kata Wali Nanggroe usai pertemuan.

Wali Nanggroe juga menuturkan, selepas pertemuan tersebut, pihaknya akan mengadakan komunikasi lebih lanjut untuk membangun kerjasama antara Tim Sembilan dengan Lembaga Wali Nanggroe.

“Saya akan memperjuangkan dengan cara apapun. Apakah harus ke Pemerintah Pusat, saya akan bawa mereka. Begitu juga apa yang harus saya perjuangkan dengan Pemerintah Aceh agar jalannya pemerintah lebih bagus,” ujarnya.

Menurut Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, Provinsi Aceh memiliki banyak komoditas yang bisa dijadikan bahan ekspor. Namun sayangnya, selama ini ekspor komoditas yang dilakukan berupa raw material atau bahan mentah. Sehingga tidak memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas yang diekspor.

“Ini yang harus diubah. Bagaimana bahan baku ini dikemas sehingga menambah nilai tambah,” tegas Safuadi.

Kanwil Bea Cukai Aceh selama ini telah melakukan pembinaan kepada para pelaku ekspor, mulai dari tingkat Aceh hingga ke pedesaan. Namun persoalannya, tambah Safuadi, jika tidak ditunjang oleh pemerintah setempat, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami di bea cukai adalah fungsi pembimbingan, fungsi mendorong, peningkatan kapasitas supaya link mereka ke luar negeri bisa jalan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung tentang iklim investasi di Aceh, dimana menurutnya selama ini para investor enggan untuk melakukan kegiatan investasi di Aceh karena fasilitas investasi belum terpenuhi.

“Ini yang harus diubah. Ini harus disadari oleh semua perangkat satuan kerja di daerah. Bahasa kita pemulia jamee, tapi nyatanya kita tidak memuliakan para tamu investor yang datang ke Aceh,” sebut Safuadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktoran Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Imanul Hakim, menyampaikan informasi bahwa RPP Zakat sebagai pengurangan pajak telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sudah dikirim ke Kemendagri dari Gubernur Aceh, dan mereka harus ada proses dari Kemeterian Keuangan, dikoordinasi dengan Kumham, itu sudah lintas kementerian,” sebut Imanul.

Sementara itu, Achris Sarwani selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh mengatakan, pihaknya siap mendukung kegiatan perbankan di Aceh, dalam hal ini perbankan Syariah.

“BI mendukung bank daerah kalau disini berati Bank Aceh yang Syariah. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran, bersama OJK mendukung bagaimana fungsi bank itu semakin lengkap,” kata Achris.

Untuk melengkapi itu, tambah Achris, memang butuh waktu, karena kapasitas teknis Bank Aceh harus menuju ke level yang lebih tinggi. BI akan terus mengawal agar kelengkapan tersebut terealisasi cepat.

Masukan kepada Wali Nanggroe juga disampaikan oleh Kepala OJK Aceh, Yusri. Menurutnya, sejak berlakunya Qanun Lembaga Keuangan Syariah, di Aceh tidak dikenal lagi bank konvensional.

“Sudah murni syariah, lalu pertanyaannya apakah Lembaga Lembaga Keuangan Syariah itu siap untuk mendukung pembangunan di Aceh? Harusnya siap,” kata Yusri.

Dukungan itu misalnya, tambah Yusri, bagaimana perbankan di Aceh mendukung kegiatan ekspor-impor. Caranya adalah dengan menjadikan bank syariah menjadi bank devisa.

Kemudian bagaimana bank-bank yang di Aceh bisa membiayai infrastruktur perusahaan-perusahaan besar. “Jadi kita bekerjasama dengan BI, dan semua stakeholder di Aceh, agar Lembaga keuangan di Aceh harus sama kekuatannya dengan bank konvensional yang sudah pergi,” sebutnya.

Tags: acehLembaga Wali NanggroePembangunan AcehTim Sembilan
Previous Post

Saddil Kembali ke Sabah FC Jelang Kontra Filipina

Next Post

Ribuan Sapi di Aceh Tamiang Terjangkit Wabah PMK, Pasar Hewan Lockdown

Related Posts

Wagub Aceh Konsolidasikan Peran Ulama, Dayah Didorong Jadi Pilar Utama Pembangunan

by Riska Zulfira
2 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menegaskan penguatan peran ulama sebagai arah utama pembangunan daerah. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, secara langsung mengonsolidasikan...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

Mualem Kunci Dana Otsus 2,5 Persen

by Redaksi
17 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan kebutuhan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh minimal sebesar 2,5 persen dalam...

Next Post

Ribuan Sapi di Aceh Tamiang Terjangkit Wabah PMK, Pasar Hewan Lockdown

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Setiap Pembangunan Harus Sesuai Spesifikasi

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Setiap Pembangunan Harus Sesuai Spesifikasi

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co