MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Musisi Tradisional Aceh Raih Penghargaan Internasional di Oman

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
31 Oktober 2022
in Headline
0
Musisi Tradisional Aceh Raih Penghargaan Internasional di Oman

Grup musik tradisional asal Aceh, Zulkifli dan Rapai Aceh Meusyuhu (Bur’am) mendapat penghargaan internasional pada ajang Aga Khan Music Awards 2022. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Grup musik tradisional asal Aceh, Zulkifli dan Rapai Aceh Meusyuhu (Bur’am) mendapat penghargaan internasional pada ajang Aga Khan Music Awards 2022.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Yang Mulia Sayyid Bilarab bin Haitham Al Said dan Pangeran Amyn Aga Khan di Royal Opera House in Muscat, Oman, Minggu (30/10/2022).

RelatedPosts

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

The Land from Above

Longsor Ketol Kian Parah, Lubang Raksasa Ancam Permukiman Warga

Zulkifli, musisi yang kerap disapa Joel Kande ini mengaku sangat bersyukur atas penghargaan Aga Khan Music Awards 2022.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur atas penghargaan ini, karena ternyata selama ini masih ada pihak internasional yang memperhatikan pelestarian  kesenian tradisional Aceh, khususnya rapai,” katanya, Senin (31/10/2022).

Dia menyampaikan penghargaan tersebut dedikasikan untuk seluruh teman dan guru yang mengampunya dalam berkesenian.

Joel Kande berharap momentum yang diperolehnya itu bisa menambah motivasi praktisi kesenian tradisional Aceh dan juga pemerintah, untuk terus merawat tradisi Aceh.

“Kesenian tradisional Aceh memberi dampak positif bagi kita. Maka, mari terus kita rawat bersama (kesenian dan budaya) yang telah diwariskan oleh para indatu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, mengapresiasi atas prestasi yang diraih Zulkifli dan Bur’am.

“Saya mewakili Pemerintah Aceh mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan Zulkifli dan Bur’am. Keren sekali, teman-teman ini berhasil mengukir prestasi emas dan mengharumkan nama Aceh di ajang internasional,” ujarnya.

Menurut Almuniza, Zulkifli dan Bur’am sudah tak asing lagi di blantika musik Aceh. Mereka, salah satu grup musik lokal yang hingga sekarang masih kekeh mendedikasikan diri dalam merawat dan mengembangkan musik tradisional.

“Selama ini, grup Bur’am kerap dilibatkan dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan Disbudpar Aceh dalam upaya pelestarian kesenian tradisional. Saya harap Zulkifli dan Bur’am terus eksis melestarikan, merawat dan mengembangkan musik tradisional Aceh,” ucapnya.

“Insyaallah, nanti bila Zulkifli dan teman-teman Bur’am sudah di Aceh kita bikin agenda pertemuannya,” tambahnya.

Selain Zulkifli dan Bur’am, terdapat juga penerima anugerah Aga Khan Musik Award 2022 dari Indonesia, yaitu Peni Candra Rini. Peni adalah seorang komposer, improvisasi, vokalis, dan pendidik Indonesia.

Aga Khan Music Award di Oman diberikan kepada 15 pemenang, dari hampir 400 nominasi yang berasal dari 42 negara. Para pemenang mendapatkan hadiah total sebesar $500.000, serta peluang untuk pengembangan profesional.

Penghargaan Aga Khan untuk musik ini didirikan pada tahun 2018 dan diadakan setiap tiga tahun untuk merayakan bakat luar biasa dan menjanjikan, serta proyek khusus di semua bidang musik mulai dari pertunjukan hingga inovasi dan pendidikan.

Tujuannya, untuk melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi musik dalam masyarakat, di mana umat Islam memiliki kehadiran besar di seluruh dunia.

Tags: Aga Khan Music Awards 2022Disbudpar AcehMusik TradisionalMusisi AcehOmanPenghargaanRapaiZulkifli dan Rapai Aceh Meusyuhu (Bur’am)
Previous Post

4 Kecamatan di Aceh Selatan Dilanda Banjir

Next Post

Pulang Kampung ke Sumut, Jeka Saragih Disambut Bak Pahlawan

Related Posts

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Sabang Raih UHC Award 2026, Hampir Seluruh Warga Terlindungi Jaminan Kesehatan

by Redaksi
27 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Kota Sabang masuk dalam daftar 75 pemerintah daerah penerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award kategori utama yang...

Aceh Street Food Festival 2025: Merayakan Cerita di Balik Rasa

by Redaksi
26 November 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar Aceh Street Food Festival (ASFF) 2025 dengan mengangkat tema inspiratif,...

Next Post
Pulang Kampung ke Sumut, Jeka Saragih Disambut Bak Pahlawan

Pulang Kampung ke Sumut, Jeka Saragih Disambut Bak Pahlawan

Pansus PAD DPRK Banda Aceh Pantau Pemasangan Tapping Box

Pansus PAD DPRK Banda Aceh Pantau Pemasangan Tapping Box

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co