MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Susur ‘Hutan Paru-Paru Dunia’ Lewat Sungai Alas-Singkil

Masa Kini by Masa Kini
13 Maret 2023
in Cerita
0
Susur ‘Hutan Paru-Paru Dunia’ Lewat Sungai Alas-Singkil

Keindahan hutan Leuser dilihat lewat sungai Alas –Singkil. (foto: masakini.co/Junaidi)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hutan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) merupakan salah satu dari sejumlah hutan tropis yang masih tersisa di dunia. Hutan yang menjadi paru-paru dunia ini kaya dengan berbagai flora dan fauna. Selain itu, hutan ini juga memiliki keindahan yang sangat luar biasa.

Untuk menikmati berbagai macam keindahan yang mengagumkan dari hutan yang termasuk salah satu kawasan strategis nasional ini, tidak hanya harus masuk ke dalam hutan berhari-hari. Menyusuri sejumlah sungai yang berada di dalam kawasan hutan, juga marupakan satu hal yang asyik. Melihat pemandangan kawasan ekosistem Leuser dari sungai, pengalaman yang menakjubkan.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Salah satunya keindahan hutan Leuser yang bisa dilihat melalui sungai Alas –Singkil. Ini salah satu sungai terpanjang di Provinsi Aceh yang berada di dalam hutan Kawasan Ekosistem Leuser.

Sungai Alas-Singkil sendiri hulunya berada di Kabupaten Gayo Lues dan oleh masyarakat setempat sungai tersebut dinamai Aih Agusen. Sungai Alas-Singkil juga melewati Kabupaten Aceh Tenggara dan dinamai Lawe Alas, di Kota Subulussalam dinamai Lae Soraya dan masyarakat Kabupaten Singkil menamainya Sungai Singkil. Sungai ini bermuara ke Samudera Hindia.

Di beberapa tempat, sungai itu juga membelah kawasan hutan, terutama hutan lindung dan Taman Nasional Gunung Leuser. Selain itu juga menjadi batas kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Hutan Lindung, Hutan Produksi, kawasan hutan Suaka Margasatwa.

Hutan alami masih terdapat di sepanjang sungai Alas-Singkil. (foto: masakini.co/Junaidi)

Meskipun di pinggir sungai Alas-Singkil baik yang berstatus hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi masih marak terjadi perambahan untuk lahan perkebunan ilegal. Namun di banyak tempat, hutan di pinggiran sungai ini masih menyimpan keindahan hutan alami.

Untuk melihat keindahan hutan Leuser melalui Sungai Alas-Singkil, perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan perahu motor. Salah satu lokasi memulai perjalanan menelusuri sungai Alas – Singkil ini dapat dimulai dari Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, dan berakhir di Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Setelah singgah di Stasiun Penelitian Soraya, di hutan lindung Soraya yang juga bagian dari kawasan hutan Ekosistem Leuser.

Selain mengakhiri perjalanan di Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, melanjutkan perjalanan hingga ke Muara Sungai Singkil di Kabupaten Singkil juga dapat dilakukan. Dan sekalian juga bisa dapat menyusuri hutan rawa gambut Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

Menggunakan perahu mesin,  jika perjalanan dimulai dari Muara Situlen, butuh waktu sekitar empat jam untuk bisa mencapai Stasiun Penelitian Soraya, lima jam untuk mencapai pasar Gelombang.

Sementara untuk mencapai muara sungai Alas – Singkil di Samudera Hindia, jika perjalanan dimulai dari Muara Situlen, maka membutuhkan waktu hingga sembilan jam.

Perjalanan menyusuri sungai ini baru terasa menyenangkan ketika memasuki kawasan hutan lindung, dan Taman Nasional Gunung Leuser, hutan asri dan alami akan memanjakan mata. Di samping itu, Anda juga dapat melihat aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi.

Melewati sungai Alas-Singkil dengan perahu mesin. (foto: masakini.co/Junaidi)

“Saat memasuki kawasan hutan, suasana langsung berubah menjadi sejuk dan keindahan hutan Leuser langsung terpampang di depan mata. Ini merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan meskipun beberapa kali perahu harus melewati arus deras dan  berbatu,” sebut Yulham, salah seorang warga Aceh yang pernah menyusuri sungai tersebut.

Bagi Yulham, perjalanan menyusuri sungai Alas-Singkil merupakan pengalaman yang sangat menantang. Karena sungainya besar, arusnya deras, dan di kiri-kanan sungai masih banyak hutan lebat dan alami.

“Jika hutan di sekitar sungai Alas-Singkil terus terjaga, maka ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pasti akan banyak wisatawan yang tertarik berkunjung jika hutannya masih alami,” sambung Yulham.

Anwar, Kepala Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, mengatakan Pasir Belo merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Soraya hingga ke TNGL. Bahkan, hutan ini juga berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.

“Kami memang berniat menjadikan keindahan alam di sekitar sungai Alas-Singkil atau sungai Soraya sebagai objek wisata, namun kami sedang mempersiapkan masyarakatnya dulu,” sebut Anwar.

Perjalanan menelusuri sungai tidak hanya akan memanjakan mata karena indah dan lebatnya tutupan hutan, dan air terjun yang mengucur deras.

Akan tetapi, jika beruntung, Anda juga akan bisa melihat satwa yang dilindungi dan terancam punah; seperti harimau sumatera, gajah sumatera, orangutan sumatera, burung rangkong, elang dan sejumlah satwa lainnya. [Junaidi Hanafiah]

Tags: Hutan LeuserKawasan Ekosistem Leuser (KEL)PariwisataSungai Alassungai Alas-SingkilWisata
Previous Post

Pemrov Aceh Sebut Layanan Kesehatan yang Baik Perlu Kontribusi Bersama

Next Post

Pengungsi Rohingya di Abdya Ditampung di Eks Gedung Puskesmas Blangpidie

Related Posts

Perempuan Aceh Suarakan Darurat Lingkungan: Tolak Eksploitasi Atas Nama Pembangunan

by Riska Zulfira
23 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO - Forum Perempuan Paralegal Lingkungan Hidup Aceh (FPPA) menegaskan bahwa kondisi alam Aceh saat ini berada dalam situasi genting....

Rafting; Sensasi Lain Wisata Gayo

Yuk Dukung, Dua Objek Wisata Aceh Tengah Masuk Nominasi API Award

by Alfath Asmunda
3 Juni 2025
0

MASAKINI.CO - Dua destinasi wisata di Aceh Tengah, Natural Park Takengon dan Arung Jeram Lukup Badak, masuk nominasi Anugerah Pesona...

Butuh Healing? Yuk Sambangi Air Terjun Berawang Tampu di Bener Meriah

Butuh Healing? Yuk Sambangi Air Terjun Berawang Tampu di Bener Meriah

by Syah Antoni
30 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Jika ingin mencari tempat yang bisa menenangkan pikiran, air terjun Berawang Tampu layak masuk daftar tempat healing seru....

Next Post
Pengungsi Rohingya di Abdya Ditampung di Eks Gedung Puskesmas Blangpidie

Pengungsi Rohingya di Abdya Ditampung di Eks Gedung Puskesmas Blangpidie

Aceh Berencana Bangun Masjid untuk Turki

Aceh Berencana Bangun Masjid untuk Turki

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...