MASAKINI.CO – Melihat Kota Banda Aceh dari puncak ketinggian jadi salah satu hal baru menikmati keindahan Ibu Kota provinsi Aceh itu. Kemilau cahaya di malam hari, suguhan yang tak menjemukan mata.
Banda Aceh memang tak punya bangunan gedung-gedung yang menjulang, tapi kota ini punya anugrah dari sang pemilik alam semesta diapit perbukitan di sekitarnya.
Wisatawan pun bisa menyaksikan bentang alam panorama Banda Aceh dari salah satu tempat yakni, bukit Glee Geunteng. Bukit itu secara administratif berada di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, daerah tetangga paling dekat dengan Banda Aceh.
Dari atas bukit, Anda bisa menemukan wajah Banda Aceh yang terus menggeliat maju meski pernah dihantam musibah gempa dan tsunami hampir 2 dekade lalu. Nyaris separuh bangunan di Banda Aceh saat itu luluh lantak. Sebagian roboh karena gempa. Sebagian lagi tersapu gelombang tsunami.
Kini Banda Aceh tumbuh sebagai kota menyimpan banyak potensi. Wisata jadi salah satu andalan menarik segenap orang berkunjung ke Tanah Rencong. Untuk itulah, pasca tsunami 2004 lalu, usai rehabilitasi serta rekonstruksi selesai digarap lewat bantuan seluruh orang penjuru dunia, pemerintah mulai fokus membangun Banda Aceh lewat wisata.
Sejumlah titik destinasi dibentuk. Baik itu yang bernuansa sejarah, agama, budaya, dan alam, dipoles jadi jauh lebih baik dengan akses serta fasilitas mumpuni. Destinasi wisata itu berkembang bagus dalam mendongkrak ekonomi serta citra pulihnya Banda Aceh dari bencana.
Tapi barangkali sebagian orang mulai bosan menikmati Banda Aceh dari destinasi yang sudah tersedia ini. Perlu sesuatu yang beda? Bukit Glee Geunteng jadi jawabannya.
Bukit itu cukup mudah didatangi. Tak begitu jauh dari pusat kota Banda Aceh, sekitar 5 kilometer. Untuk supaya mudah sampai ke sana, ambil saja arah jalan ke Lampuuk, pantai yang sudah cukup tersohor itu.
Lalu nanti di pertigaan Ajun, berbelok ke arah Peukan Bada dan masuk ke Gampong Lamgeu Eu. Di situlah letak Glee Geunteng. Sebelum mendaki, Anda harus minta izin dulu ke perangkat desa setempat. Kendaraan bisa minta izin diparkir di rumah-rumah warga setempat.
Glee dalam bahasa Aceh punya arti gunung atau bukit. Sedang Geunteng, memiliki arti curam.
Mendaki Glee Geunteng paling cocok petang hari. Sekitar pukul 4 atau 5 sore. Pastikan sampai ke puncak sebelum matahari tenggelam. Sebab sangat sayang apabila momen sunrise terlewati.
Kisaran waktu menggapai puncak Glee Geunteng sekitar 1 jam saja. Kalau Anda kuat kaki menanjak, mungkin bisa lebih cepat. Pastikan membawa bekal air minum. Karena haus sangat cepat datang sebab Anda berjalan di kemiringan tanah curam sekitar 60 sampai 80 derajat.
Walaupun ketinggiannya cuma 200 Mdpl, Glee Geunteng cukup membuat keringat Anda mengucur deras. Tapi tenang, sepanjang perjalanan mendaki, pemandangan hamparan padang ilalang dan pohon rindang bisa menghalau letih. Tiba di puncak, angin sepoi bikin cepat keringat kering.

Selain dapat menyaksikan matahari pulang ke peraduan, suguhan detik-detik cahaya lampu menyirami seisi kota juga menjadi pemandangan menarik disaksikan dari puncak Glee Geunteng.
Perlahan lampu tiap rumah mulai hidup satu per satu. Demikian juga dengan lampu jalan, lampu toko, ikut bersahut-sahutan menyala menerangi Banda Aceh dari segala penjuru.
Matahari terbenam dalam pelukan malam. Wajah Banda Aceh samar-samar terlihat ikut berganti. Kerlap-kerlip lampu kota terhidang di depan mata. Dari puncak Glee Geunteng wajah Banda Aceh tampak dihujani ribuan cahaya. Hanya ada kata ‘indah’ dan penat tubuh pun sejenak lekang.
Glee Geunteng sangat cocok dijadikan destinasi wisata baru di Banda Aceh. Misalnya, pemerintah menata jalur ke sana dengan anak tangga yang memudahkan pendakian. Tak perlu pengunjung mandi keringat dan ambil risiko tinggi, seperti terpeleset yang bisa membahayakan nyawa.
Berikutnya sejumlah fasilitas seperti kursi wisata, tempat sampah, dan lainnya bisa menyusul. Geliat ekonomi warga sekitar pun kemungkinan besar tumbuh jika ada destinasi wisata baru ini hadir.
Mendaki Glee Geunteng menjadi sebuah alternatif lain menikmati Banda Aceh. Sebab lokasinya mudah ditempuh, kondisi alamnya yang masih asri, dan keindahan ribuan cahaya lampu kala malam, tentu sangat nyaman untuk bersantai di sana.
Namun aturan di tempat wisata juga perlu ditegakkan dan dipatuhi oleh siapapun. Pengunjung diwanti-wanti agar tak membuang sampah di puncak Glee Geunteng. Sampah bekas makanan, bungkusan plastik, botol minuman, bungkus serta puntung rokok, harus dibawa turun kembali. Atau jika telah ada tempat sampah, ini memudahkan orang tak buang sampah sembarangan.
Sebab jika sampah sudah menjamah, keindahan Glee Geunteng pasti akan sirna. Tentu semua orang tidak ingin hal itu terjadi, maka sudah sepatutnya keindahan Glee Geunteng dijaga bersama-sama.
Bagaimana? Tertarik mendaki Glee Geunteng? yuk, silahkan saja dicoba.










Discussion about this post