MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Februari 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Beras Mahal, Warga Aceh Singkil Olah Sagu untuk Ganti Nasi

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
29 September 2023
in News
0
Beras Mahal, Warga Aceh Singkil Olah Sagu untuk Ganti Nasi

Warga di Aceh Singkil sedang mengolah sagu menjadi pengganti beras yang kini harganya tengah mahal, Jumat 29/9/2023. (foto: tvonenews.com/Muhamad Roni)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Harga beras yang terus melambung tinggi membuat warga Kabupaten Aceh Singkil mulai mengolah pati sagu sebagai alternatif pengganti nasi.

Di Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil misalnya, warga mulai kembali giat mengolah pohon-pohon sagu yang banyak terdapat di sekitar desa mereka.

RelatedPosts

9 Camilan Sebelum Tidur yang Direkomendasi Ahli Gizi

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi, 12 Tersangka Ditahan

Permintaan Cincau Melejit di Bulan Puasa

Saripati pohon sagu ini di ekstrak secara tradisional, untuk menggantikan beras yang harganya kian tak masuk akal.

Sebelum kenaikan, harga beras diwilayah ini berkisar sekitar Rp165 ribu untuk ukuran karung 15 Kilogram, kini dengan ukuran yang sama harganya melambung hingga Rp215 ribu.

Kenaikan harga yang tinggi dan kondisi perekonomian warga yang sedang sulit, membuat warga harus memanfaatkan sumber-sumber karbohidrat lain yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Pengolahan sagu secara tradisional ini memang keahlian turun temurun dari nenek moyang kami, biasanya dijual untuk bahan kue, tapi sekarang mulai digunakan untuk menggantikan nasi”, Kata Nazar, salah seorang warga Singkil dilansir dari tvonenews.com, Jumat (29/9/2023).

Pohon sagu memang mudah ditemukan di wilayah Aceh Singkil, terutama di areal rawa-rawa dan aliran sungai.

“Cara mengolahnya terbilang mudah, batang sagu yang sudah cukup umur dipotong-potong, dibuang bagian kulit, lalu bagian tengah dicacah hingga halus dan patinya disaring, ditunggu sekitar 2 minggu, pati sagu ini pun siap dikonsumsi,” jelas Nazar.

Dari sebatang pohon sagu bisa memproduksi 180 hingga 400 kilogram sagu kering, sehingga keberadaan sagu yang tersebar luas di wilayah ini benar-benar membantu warga, di tengah kesulitan membeli beras yang harganya kian melambung.

“Tentu saja beras lebih kita pilih, karena kita sudah terbiasa, namun karena sekarang harganya mahal, kita mulai mencoba membiasakan makan olahan sagu, semoga pemerintah bisa segera membuat harga beras bisa segera normal,” harap Nazar.

Tags: Aceh SingkilBerasHarga BerasPangan LokalSagu
Previous Post

Warga Kampung Baru Minta Pj Keuchik Dicopot, Diduga Tak Netral

Next Post

PT Kalista Alam Bayar Ganti Rugi atas Karhutla di Aceh Rp57 Miliar

Related Posts

Pemkab Konawe Serahkan 100 Ton Beras Bantuan untuk Aceh Terdampak Bencana

by Ulfah
29 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memberikan 100 ton beras bagi warga Aceh yang terkena banjir dan tanah longsor....

Mentan Usut Dugaan Impor Ilegal 250 Ton Beras di Sabang, Ancam Pecat Pejabat Terlibat

by Riska Zulfira
24 November 2025
0

MASAKINI.CO - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan akan mengusut tuntas dugaan impor ilegal 250 ton beras yang masuk melalui...

Bea Cukai Aceh Buka Suara Soal Pemasukan Beras ke Sabang

Bea Cukai Aceh Buka Suara Soal Pemasukan Beras ke Sabang

by Ulfah
24 November 2025
0

MASAKINI.CO – Kanwil Bea Cukai Aceh buka suara soal pemasukan beras ke Kota Sabang oleh PT Multazam Sabang Group. Pemasukan...

Next Post

PT Kalista Alam Bayar Ganti Rugi atas Karhutla di Aceh Rp57 Miliar

Tragedi Ratusan Orang Tewas saat Pesta Pernikahan di Irak

Tragedi Ratusan Orang Tewas saat Pesta Pernikahan di Irak

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co