MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tenun Aceh, Dikenal di Selat Malaka Hingga Diincar Belanda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 November 2023
in Cerita
0

Salah satu kitab yang berisi tentang tenun Aceh.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bait-bait naskah kuno Arab Jawi itu ditutup benang merah, hitam dan coklat. Menurut pemiliknya, Cek Midi, “kitab ini dari abad 17 masehi.”

Pria bernama lengkap Tarmizi Abdul Hamid ini menyimpannya dalam lemari kaca setinggi 4 meter. Saban hari ia membersihkannya dari debu.

RelatedPosts

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Ia miliki tiga kitab bukti sejarah tenun Aceh. “Kitab yang cover merah ini bernama Akbarul Akhirah,” sebutnya. Sampulnya dari benang sutra, dikait rapi bermotif Pucok Reubong.

Dua kitab lainnya, kitab Nahwu dan Tafsir Arab yang kedua memiliki motif salur pada bagian sampulnya.

Cek Midi menyebutkan tenun telah lama dikenal di Aceh. Populer di era kerajaan Sultan Iskandar Muda. Kreativitas pengrajin Aceh mulai diakui kala itu, hingga bangsawan mulai menggunakan tenun sebagai pakaian.

“Dulu hanya orang kerajaan dan bangsawan yang mampu memakai tenun,” ungkapnya.

Ada peran perempuan-perempuan Aceh dalam menyusun benang hingga jadi selembar kain. Hingga ilmu menenun tersebut terus diwariskan lintas generasi.

“Ini kreativitas perempuan Aceh,” ucapnya.

Pada abad ke 17 Masehi, sebut Cek Midi, perempuan Aceh membuat tenun menggunakan teupeun, alat tradisional berbahan dasar kayu. “Biasanya sering dibuat untuk selendang atau ija sawak.”

Bahan baku kain tenun yang digunakan dari kapas, serat nenas, sutra dan terakhir benang. Benang emas yang digunakan didatangkan langsung dari Eropa. “Umumnya didatangkan dari China dan Turki,” katanya.

Kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid.(Riska Zulfira/masakini.co)

Selat Malaka juga memiliki peran sebagai jalur pemasok benang. Jalur Sutra namanya. Jalur ini merupakan jalur penghubung yang mempertemukan antara pedagang yang berasal dari barat dan timur.

“Aceh memegang peran penting di jalur sutra malaka sebagai transportasi laut untuk rempah,” terang Cek Midi.

Konon pertukaran barang dengan barang tak dilakukan dengan mata uang, namun dilakukan secara barter.

Lama berselang, pada masa penjajahan Belanda masuk Aceh, tenun menjadi salah satu karya yang mampu memikat hati para penjajah Belanda.

Ketertarikan Belanda untuk memiliki tenun diwujudkan dalam festival. Karya pengrajin diperlombakan.

“Kreativitas orang Aceh dicari yang paling bagus untuk dibawa pulang ke negaranya,” kata Cek Midi.

Motif yang diciptakan cukup beragam, namun orientasinya pada flora seperti dedaunan dan bunga. “Kita tak pernah melihat ada motif yang menjurus ke binatang,” ucap Cek Midi.

Pucoek Reubong yang menjuntai motif yang paling diminati hingga kini. Sebagai kolektor manuskrip, Cek Midi menaruh harapan agar tenun Aceh tetap lestari.

Tags: acehIskandar MudaJalur rempahJalur SutraKitab KunoManuskrip AcehSelat MalakaTenun Aceh
Previous Post

Pemasaran UMKM Lebih Mudah dengan Vending Machine, Kolaborasi Kementerian BUMN dan BRI

Next Post

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Next Post
Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Rektor UIN Sebut Caleg Harus Memiliki Kepedulian Terhadap Pendidikan

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...