MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tenun Aceh, Dikenal di Selat Malaka Hingga Diincar Belanda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 November 2023
in Cerita
0

Salah satu kitab yang berisi tentang tenun Aceh.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bait-bait naskah kuno Arab Jawi itu ditutup benang merah, hitam dan coklat. Menurut pemiliknya, Cek Midi, “kitab ini dari abad 17 masehi.”

Pria bernama lengkap Tarmizi Abdul Hamid ini menyimpannya dalam lemari kaca setinggi 4 meter. Saban hari ia membersihkannya dari debu.

RelatedPosts

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

Ia miliki tiga kitab bukti sejarah tenun Aceh. “Kitab yang cover merah ini bernama Akbarul Akhirah,” sebutnya. Sampulnya dari benang sutra, dikait rapi bermotif Pucok Reubong.

Dua kitab lainnya, kitab Nahwu dan Tafsir Arab yang kedua memiliki motif salur pada bagian sampulnya.

Cek Midi menyebutkan tenun telah lama dikenal di Aceh. Populer di era kerajaan Sultan Iskandar Muda. Kreativitas pengrajin Aceh mulai diakui kala itu, hingga bangsawan mulai menggunakan tenun sebagai pakaian.

“Dulu hanya orang kerajaan dan bangsawan yang mampu memakai tenun,” ungkapnya.

Ada peran perempuan-perempuan Aceh dalam menyusun benang hingga jadi selembar kain. Hingga ilmu menenun tersebut terus diwariskan lintas generasi.

“Ini kreativitas perempuan Aceh,” ucapnya.

Pada abad ke 17 Masehi, sebut Cek Midi, perempuan Aceh membuat tenun menggunakan teupeun, alat tradisional berbahan dasar kayu. “Biasanya sering dibuat untuk selendang atau ija sawak.”

Bahan baku kain tenun yang digunakan dari kapas, serat nenas, sutra dan terakhir benang. Benang emas yang digunakan didatangkan langsung dari Eropa. “Umumnya didatangkan dari China dan Turki,” katanya.

Kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid.(Riska Zulfira/masakini.co)

Selat Malaka juga memiliki peran sebagai jalur pemasok benang. Jalur Sutra namanya. Jalur ini merupakan jalur penghubung yang mempertemukan antara pedagang yang berasal dari barat dan timur.

“Aceh memegang peran penting di jalur sutra malaka sebagai transportasi laut untuk rempah,” terang Cek Midi.

Konon pertukaran barang dengan barang tak dilakukan dengan mata uang, namun dilakukan secara barter.

Lama berselang, pada masa penjajahan Belanda masuk Aceh, tenun menjadi salah satu karya yang mampu memikat hati para penjajah Belanda.

Ketertarikan Belanda untuk memiliki tenun diwujudkan dalam festival. Karya pengrajin diperlombakan.

“Kreativitas orang Aceh dicari yang paling bagus untuk dibawa pulang ke negaranya,” kata Cek Midi.

Motif yang diciptakan cukup beragam, namun orientasinya pada flora seperti dedaunan dan bunga. “Kita tak pernah melihat ada motif yang menjurus ke binatang,” ucap Cek Midi.

Pucoek Reubong yang menjuntai motif yang paling diminati hingga kini. Sebagai kolektor manuskrip, Cek Midi menaruh harapan agar tenun Aceh tetap lestari.

Tags: acehIskandar MudaJalur rempahJalur SutraKitab KunoManuskrip AcehSelat MalakaTenun Aceh
Previous Post

Pemasaran UMKM Lebih Mudah dengan Vending Machine, Kolaborasi Kementerian BUMN dan BRI

Next Post

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Related Posts

Ribuan Manuskrip Aceh Belum Tergarap, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Turun Langsung ke Museum

by Ahmad Mufti
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Ribuan manuskrip kuno Aceh yang tersimpan di Museum Aceh masih belum terdokumentasi secara menyeluruh. Kondisi ini mendorong mahasiswa...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Polisi Aceh Tamiang Gagalkan 10 Bungkus Sabu Masuk ke Medan

Rektor UIN Sebut Caleg Harus Memiliki Kepedulian Terhadap Pendidikan

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...