MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Bahasa Devayan dari Simeulue Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
20 Mei 2024
in Daerah
0
Bahasa Devayan dari Simeulue Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda

Ilustrasi | Suasana sebuah pelabuhan di Kabupaten Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Salah satu bahasa lokal di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang dikenal dengan sebutan Bahasa Devayan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai warisan budaya tak benda (WBTb).

“Bahasa Devayan merupakan bahasa asli masyarakat Pulau Simeulue. Kini, Bahasa Devayan resmi tercatat menjadi warisan budaya tak benda,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Asmanuddin dalam keterangannya dikutip masakini.co, Senin (20/5/2024).

RelatedPosts

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Bupati Aceh Besar Siapkan Program Wajib di Sekolah

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

Wagub Aceh Konsolidasikan Peran Ulama, Dayah Didorong Jadi Pilar Utama Pembangunan

Selain bahasa devayan, di daerah kepulauan itu juga terdapat tiga bahasa lokal lainnya yakni; bahasa Sigulai, Simolol dan Lekon.

“Bahasa itu digunakan oleh masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Asmanuddin berencana nantinya tiga bahasa tersebut juga bakal diusul menjadi warisan budaya tak benda mengikuti jejak Bahasa Devayan. “Ini untuk melestarikan bahasa asli masyarakat pulau Simeulue,” ungkapnya.

Dia menyebut saat ini sudah ada empat sertifikat pengakuan WBTb yang diperoleh Simeulue. Itu adalah smong nafi-nafi, nandong, makanan tradisional memek, dan yang terbaru bahasa devayan.

Tags: acehBahasa DevayanKemendikbudristekSimeulueWBTb
Previous Post

Prakiraan BMKG: Hujan Lebat Guyur Aceh Hingga 3 Hari

Next Post

Atlet PON XXI Dijatah 400 Ribu, Tito: Sharing 50 Persen

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

Kejati Aceh Geledah Kantor PT Perikanan Simeulue, Sita Dokumen dan Laptop

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggeledah kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue, Selasa (7/4/2026), dalam penyidikan dugaan korupsi pengolahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post

Atlet PON XXI Dijatah 400 Ribu, Tito: Sharing 50 Persen

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co