MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Masjid Tuo Al-Khairiyah, Situs Wisata Religi di Tapaktuan

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
21 Agustus 2024
in Cerita
0
Masjid Tuo Al-Khairiyah, Situs Wisata Religi di Tapaktuan

Masjid Tuo Al-Khairiyah yang terletak di Kampung Padang, Tapaktuan, Aceh Selatan. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Letak bangunan berdinding kayu itu di tengah permukiman penduduk. Warga yang bermukim di Jalan Teuku Umar, Kampung Padang, Kecamatan Tapaktuan, mengenal bangunan tersebut sebagai Masjid Tuo Al-Khairiyah.

Usia masjid ini diperkirakan telah melampaui satu abad. Konon, rumah ibadah yang kerap disinggahi tak hanya oleh warga Aceh Selatan, tapi juga datang dari berbagai daerah di barat-selatan Aceh, ini dicetuskan oleh seorang saudagar keturunan Arab.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Saudagar Arab itu sebelumnya telah lama menetap di Batavia yang kini dikenal sebagai Jakarta. Namanya Syekh Muhammed Qisthi.

Pada salah satu dinding masjid terpacak tahun pendiriannya; 1860. Tahun-tahun sebelum itu, Syekh Muhammed Qisthi yang berkelana hingga sampai ke Aceh Selatan, melihat antusias masyarakat kental dalam beragama Islam.

Sayangnya tak ada wadah masyarakat untuk beribadah salat lima waktu. Beliau prihatin dengan kondisi tersebut. Balik ke Batavia, Qisthi mengumpulkan uang untuk perjalanan keduanya kembali ke Tapaktuan nanti bisa mendirikan sebuah masjid.

Singkat kisah, Muhammed Qisthi memang menuntaskan niatnya kembali. Dalam perjalanan kali ini dia turut serta membawa seorang keturunan Tionghoa yang telah masuk Islam. Orang ini dipakai sebagai arsitek. Tugasnya mengomandoi pembangunan masjid.

Kala itu masyarakat menyambut pembangunan masjid penuh suka cita. Dari segala penjuru orang berbondong-bondong datang membantu. Mereka bergotong-royong secara suka rela. Sebuah masjid pun akhirnya terbangun.

Tampak depan Masjid Tuo Al-Khairiyah di Kampung Padang, Tapaktuan, Aceh Selatan. (foto: masakini.co/Alfath)

Konon, tiang untuk menyanggah bangunan rumah ibadah ini diambil dari sebatang pohon yang tumbuh di sekitar lingkungan masjid. Pohon itu ditebang. Kayunya dibelah empat. Begitulah cerita warga setempat ihwal cikal bakal empat buah tiang yang kini masih kuat menyanggah bangunan Masjid Tuo Al-Khairiyah.

Selintas pandang, bentuk masjid mengaju pada kebanyakan masjid tua yang tersebar di Pulau Jawa. Atapnya berbentuk limas. Dindingnya dilapisi kayu. Beberapa ukiran menghiasi sudut masjid. Ventilasi udara tampak dari celah-celah kayu yang sengaja dipasang tak rapat.

Sejak dicetus berdiri masjid ini telah mengalami beberapa kali pemugaran. Tapi tak mencerabut akar bangunan asli dari masjid yang memiliki luas sekitar 800 meter persegi itu.

Di depan pintu masuk pekarangan masjid kini berdiri sebuah gapura. Rumput zoysia tumbuh subur di halamannya. Beberapa lampu taman dipasang untuk mempercantik masjid.

Di sudut kanan bangunan bersejarah itu juga berdiri menjulang sebuah menara. Pelantang suara ikut dikaitkan pada bagian atasnya. Persis di samping menara, terdapat pondok kecil untuk jamaah parkir motor.

Bergerak masuk ke serambi masjid lantainya tampak dilapisi keramik. Bagian plafon disusun kayu dalam barisan vertikal. Uniknya, di bagian serambi kanan ini, terdapat beduk yang diletakkan di antara tiang-tiang penyangga masjid.

Beda dengan beduk pada umumnya, yang terdapat di Masjid Tuo Al-Khairiyah itu bentuknya bulat memanjang, hampir tiga meter, dengan bagian ujung pangkal kecil. Bedug ini juga menjadi daya pikat orang-orang berkunjung ke sana.

Beduk sepanjang tiga meter di Masjid Tuo Al-Khairiyah, Kampung Padang, Tapaktuan, Aceh Selatan. (foto: masakini.co/Alfath)

Di bagian dalam masjid ruangnya tak terlalu besar. Saf jamaah laki-laki dan perempuan dipisah oleh tirai kain. Pada area depan saf laki-laki, ada bagian ruang yang tampak menjorok ke dalam. Ruang ini fungsinya untuk imam memimpin salat. Sebuah mimbar kayu berkelir coklat tua ikut terpacak di saf depan. Arsitektur bangunan yang didominasi kayu membuat dalam masjid ini jadi sejuk.

Linimasa zaman bergerak. Kini masjid Tuo Al-Khairiyah bukan semata tempat salat, melainkan juga jadi ruang aktivitas keagamaan lainnya. Di lingkungan masjid berdiri Taman Pendidikan Alquran. Anak-anak sekitar menimba ilmu agama di sana.

Tags: acehAceh SelatanDisbudpar AcehMasjidMasjid Tuo Al-KhairiyahTapaktuanWisata ReligiWisatawan
Previous Post

Optimis Aceh Sejahtera, PP Satria Gerindra Dukung Penuh Mualem-Dek Fat

Next Post

WHO Tetapkan Mpox Darurat Kesehatan Global, Apa Langkah Indonesia?

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Kebakaran Dini Hari Hanguskan 13 Ruko di Aceh Selatan

by Aininadhirah
28 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan Lorong Taqwa, Desa Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, pada Sabtu (28/3/2026) dini hari....

Lonjakan Wisatawan ke Sabang, Trip Kapal Ditambah hingga Malam

by Riska Zulfira
23 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Arus penumpang penyeberangan di Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan, Sabang, melonjak signifikan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah....

Next Post
Pemerintah Waspadai Penularan Cacar Monyet di Indonesia

WHO Tetapkan Mpox Darurat Kesehatan Global, Apa Langkah Indonesia?

Atlet Anggar Aceh Antusias Ikuti Test Event PON XXI Aceh-Sumut

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...