MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Februari 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dua Wajah Dimurthala, Seram Menawan

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
27 Oktober 2024
in Cerita, Olahraga
0

Stadion H Dimurthala malam hari | foto: instagram/PSMS Medan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Stadion H Dimurthala (SHD) tampak lenggang. Tanpa sorak-sorai. Hanya ada sekitar 60-an orang di tribun utama. Mereka terdiri Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, official, pemain yang tidak masuk line-up, dan wartawan.

Sementara di lapangan, cuma ada 26 orang. Empat wasit, 22 pemain dari kedua kesebelasan. Lengkap dengan anak gawang di setiap titik. Fotografer di pojok lapangan. Sisanya, pelatih beserta asisten, tenaga medis, kitman, pemain pengganti di masing-masing bench.

RelatedPosts

Ini Kata-kata Romantis Cristiano Ronaldo Untuk Lindsey Vonn

L Ruben Loftus-Cheek Absen Delapan Minggu Akibat Patah Rahang

Casemiro Bakal Tinggalkan Manchester United Akhir Musim, Tuju MLS Amerika Serikat

Begitu suasana tuan rumah menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 pekan ke-9, Sabtu (26/10/2024) malam. Suasana SHD jauh dari kebiasaan, yang terkenal angker bagi lawan. Sebab nyaris pasti, saban kali Persiraja main, penonton membludak.

Malam itu, SHD hidup dalam ‘dua wajah’. Pertama, tanpa penonton. Kedua, kembali dipakai untuk sebuah kompetisi profesional.

Terakhir kali Persiraja menggunakan SHD dalam konteks liga, itu terjadi dua tahun silam. Saat Persiraja mengalahkan PSKC Cimahi, Sabtu (10/9/2022) sore. Masa peralihan kepemilikan. Dimana Ustaz ‘SBY’ Zulfikar sebagai Presiden Persiraja.

Martunis BA adalah (eks) pemain Persiraja pencetak gol terakhir di SHD. Setelahnya, Liga 2 musim 2022 terhenti. SHD membisu. Dampak tragedi Kanjuruhan. Musim-musim berikutnya, Persiraja hijrah homebase. Menggunakan Stadion Harapan Bangsa (SHB) dan Stadion Langsa.

SHD yang dulu bukanlah yang sekarang. Ia tampil dengan rupa baru. Minimalis dengan aura moderen. SHD telah bersolek ketika menyambut PON Aceh Sumut 2024. Satu-satunya kompetisi di luar Liga 2/1, yang sempat dihelat di SHD dan sesak penonton. Saat tim sepakbola Aceh berlaga di PON 2024, September lalu.

Kenangan Kelam

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas sepanjang laga tampak fokus memperhatikan setiap aksi anak asuhnya. Sesekali memberikan instruksi dari tepi lapangan.

Tapi sejak kaki beralas Adidas Campus menginjak SHD. Ada perasaan berbeda yang menggelayuti hati dan pikiran Akhyar.

“Terasa beda SHD tanpa penonton. Kita kehilangan atmosfer SHD yang memang bergairah,” katanya.

Namun ia tak bisa menyembunyikan kebahagian yang lain. Melihat wajah baru SHD yang ‘ganteng’. Bahkan menurutnya, jika harus membandingkan. SHD jauh lebih baik dari SHB, terutama kondisi lapangan, apalagi rumputnya.

“Meski SHD tampil dalam wajah baru, tuahnya masih sama. Memang ada tuah dalam sepakbola, tapi malam ini, kerja keras anak-anak terlihat full power,” ujarnya.

Malam itu, pelatih kelahiran 1 Desember 1983 berhasil membawa Persiraja mengunci tiga poin. Menang 2-1 atas PSMS Medan. Ia bersyukur atas poin penuh di kandang. Sebab sebelumnya, di laga terakhir sebelum pindah kandang ke SHD, Persiraja hanya beruntung mengamankan satu poin di SHB melawan PSPS Pekanbaru.

“Hasil positif malam ini sangat penting. Persiraja sukses memperbaiki peringkat di klasemen, di saat persaingan di Liga 2 makin ketat,” syukurnya.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas memberi instruksi dari bench | foto: Azin

Setelah pertandingan lawan klub berjuluk ‘Ayam Kinantan’ berakhir. Akhyar menyetir mobil ke rumahnya. Dalam perjalanan, kepada masakini.co ia bercerita. Kondisi tanpa penonton malam ini, berbanding terbalik dengan tahun 1999. Dimana lawannya juga PSMS Medan.

Waktu itu, Akhyar masih pemain muda Persiraja. Ia duduk dibangku candangan. Skor kacamata masih bertahan. Di penghujung laga, legiun asing Persiraja, Om Luck tak seberuntung namanya.

Bola mengenai tangan bek asal Kamerun itu. Wasit meniup peluit, tanganya menunjuk titik putih. Sontak penonton yang membludak, mengamuk. Pihak keamanan, dengan sigap melakukan langkah cepat. “Dar, der, dor,” suara tembakan diarahkan ke langit.

“Suara tembakannya banyak. Pertandingan sempat terhenti. Setelah penonton aman, baru dilanjutkan lagi. Saya masing ingat, pelatih Persiraja orang Medan, Parlin Siagian,” kenangnya.

Gol semata wayang dari titik pinalti itu, membuat Persiraja takluk di kandang ‘angker’ SHD. Dalam lanjutan Ligina 6 musim 1999/2000. Kini Akhyar sudah berkepala empat, dan menjadi orang nomor satu paling bertanggung jawab untuk segala taktikal Persiraja.

“Sepanjang pengalaman saya, baik sebagai pemain, asisten pelatih hingga pelatih kepala. Baru kali ini SHD tanpa penonton,” aku Akhyar.

Beban Akhyar masih menggunung. Ada satu putaran lagi, yang musti dilewati. Pengalamannya di Liga 1 bersama Borneo FC sebagai asisten pelatih musim lalu, diharapkan menjadi modal berarti. Untuk membawa Laskar Rencong, terbang lebih tinggi.

Tags: Persiraja Banda Aceh vs PSMS MedanSejarah PersirajaSejarah StadionStadion H DimurthalaStadion Harapan Bangsa
Previous Post

BRI Property Expo Goes to Sinarmas Land: Miliki Hunian dengan Penawaran Menarik

Next Post

OJK Terbitkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah

Related Posts

Fokus Benahi Kesalahan, Persiraja Siap Hadapi Garudayaksa FC Minggu Ini

Fokus Benahi Kesalahan, Persiraja Siap Hadapi Garudayaksa FC Minggu Ini

by Redaksi
3 Oktober 2025
0

MASKAINI.CO – Persiraja Banda Aceh terus mematangkan persiapan jelang laga melawan Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan akan...

Mau Olahraga di SHB? Patuhi Aturan Ini

Mau Olahraga di SHB? Patuhi Aturan Ini

by Alfath Asmunda
1 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Warga yang ingin berolahraga di kawasan Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh harus lebih memperhatikan aturan...

Final Lantak Laju Byond Cup 2025 Pertemukan Derre FC vs Friends FC

Final Lantak Laju Byond Cup 2025 Pertemukan Derre FC vs Friends FC

by Alfath Asmunda
30 Juni 2025
0

MASAKINI.CO - Final Lantak Laju Byond Cup (LLBC) 2025 dipastikan menyuguhkan laga sarat gengsi dan kualitas tinggi. Derre FC Aceh...

Next Post

OJK Terbitkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah

Berlangsung Semarak, Kirab Kafilah Meriahkan MTQ Gampong Peuniti

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...