MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Banda Aceh Go Gaming, Rinza: Akhirnya Ada Politisi Yang Peduli

Redaksi by Redaksi
22 November 2024
in News
0
Banda Aceh Go Gaming, Rinza: Akhirnya Ada Politisi Yang Peduli

Para peserta Banda Aceh Go Gaming sedang berkompetisi | foto: warga kota

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pegiat Esport, Rinza Adrial Sandy mendukung penuh komitmen paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal – Afdhal Khalilullah Mukhlis terhadap perkembangan Esport.

Keyakinannya itu disampaikan setelah paslon Illiza-Afdhal menggelar Banda Aceh Go Gaming, 21-22 November dengan total hadiah mencapai Rp20 Juta.

RelatedPosts

Harga Emas Banda Aceh Turun Lagi, Kini Rp8,18 Juta per Mayam

Cuaca Tak Menentu Ancam Kualitas Panen, Petani Aceh Resah Padi Sulit Kering

130 Warga Aceh Besar Ikuti Skrining Jantung Gratis, AMSA-USK Gencarkan Deteksi Dini

“Peserta sangat-sangat antusias hari ini, ini adalah event dengan hadiah terbesar di Banda Aceh selama beberapa tahun ini,” kata Rinza, Jumat (22/11/2024).

Menurut Rinza, para atlet merasa bahwa akhir nya ada politisi yang serius peduli akan perkembangan Esport di Banda Aceh.

Apalagi calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal telah menyatakan bahwa Banda Aceh Go Gaming adalah awal dari komitmen paslon Illiza-Afdhal untuk mengembangkan Esport.

“Event yang telah dipersiapkan berbulan-bulan ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh wajah bahagia,” sebutnya.

Calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah Mukhlis (kiri) sedang fun game usai pembukaan Banda Aceh Go Gaming | foto: Sunarno

Harapan Baru

Rinza menyebutkan Banda Aceh Go Gaming perlu menjadi agenda tahunan. Bahkan untuk seleksi atlet terbaik Banda Aceh untuk mengikuti kompetisi nasional bahkan internasional, diperlukan kompetisi bulanan dimulai dari tahap gampong hingga ke tingkat kota.

Sebagai pegiat Esport, semua pihak perlu banyak belajar dari penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut. Apalagi Esport merupakan cabang olahraga baru.

“Kita memerlukan waktu melakukan edukasi agar olahraga ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” sebutnya.

Pengetahuan tentang cabang olahraga Esport masih terbatas, kata Rinza. Bahkan beberapa pihak masih meyakini bahwa satu cabor esport hanya dimainkan oleh satu orang. Padahal dari lima cabor yang dipertandingkan resmi di PON, hanya 1 cabor Efootball yang dimainkan individu.

“Kami berharap perhatian khusus dari Bunda Illiza dan Afdhal akan menumbuhkan ekosistem Esport yang baik di Banda Aceh, bagi atlet, pelatih, caster, wasit, EO dan seluruh stakeholder Esport di Banda Aceh,” harapnya.

Selama ini, anak muda Banda Aceh harus merantau untuk menekuni profesi ini. Bahkan banyak atlet muda Banda Aceh yang bekerja menjadi atlet professional di Jakarta, membela tim-tim terbaik di sana. Ia juga berharap kedepan ada tim Esport di Banda Aceh yang bisa bersaing dengan tim nasional.

Menurut Rinza diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat wadah yang bisa membentuk atlet potensial yang santun, berwawasan syariat yang bisa membanggakan Banda Aceh ke depan.

“Banda Aceh Esport Academy bisa menjadi spin off dari program Banda Aceh Academy yang telah dirancang oleh Bunda dan Afdhal,” sebutnya.

Calon Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah Mukhlis saat membuka Banda Aceh Go Gaming | foto: Warga Kota

Potensi Esport Banda Aceh

Potensi Esport sangat besar, teknologi terus berkembang, munculnya gawai terbaru yang mengadopsi teknologi tersebut membuka peluang bagi anak-anak muda Banda Aceh untuk mendapatkan penghasilan sendiri dari gawai baik handphone, tablet, laptop, pc, dan konsol yang mereka miliki.

Di tengah minimnya industri dan lapangan kerja di Banda Aceh. Esport membuka lapangan kerja baru yang disokong oleh ekosistem digital. “Beberapa contoh adalah pelatih, wasit, EO, atlet, broadcaster, streamer, dan tiktoker yang mendapatkan manfaat dari event-event Esport,” sebut Rinza.

Ia optimis potensi ini ditangkap dengan serius agar atlet-atlet Banda Aceh yang potensial, sehingga dapat dilatih dan dipersiapkan untuk membanggakan Kota Banda Aceh.

Terkait potensi, ia memberi contoh di event IESF World Esport Championship 11-19 November 2024 yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, Indonesia menjadi juara umum.

“Pada event ini TM Kausar (Ponbit) atlet Aceh turut menghantarkan tim Indonesia cabor PUBG mobile menjadi juara 5 dunia,” sebutnya. “Kita berharap ke depan semakin banyak atlet Esport Aceh yang mampu bersaing di kancah dunia.”

Tags: Atlet esportBanda Aceh Go GamingEfootballEsport
Previous Post

Koalisi Aspirasi Aceh Suarakan Pemenuhan Hak untuk Kelompok Rentan

Next Post

BRI Peduli Salurkan Beasiswa dan Sarana Prasarana kepada YPAC Jakarta

Related Posts

No Content Available
Next Post
BRI Peduli Salurkan Beasiswa dan Sarana Prasarana kepada YPAC Jakarta

BRI Peduli Salurkan Beasiswa dan Sarana Prasarana kepada YPAC Jakarta

Pemilih Dilarang Bawa HP ke Bilik Suara

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...