MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kopi Gayo Tersohor Hingga Eropa

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
26 Desember 2024
in News
0

Sara Morrocchi di salah satu kebun kopi dataran tinggi Aceh. | foto: Mufti

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – “Unique,” ucap perempuan berkewarganegaraan Belanda, Sara Morrocchi. Saat mencicipi (cupping) biji kopi luwak di Kampung Umang, Takengon, Aceh Tengah.

Dahinya berkerut, matanya seakan menyimpan tanya, mengapa kopi gayo luwak punya rasa unik. Untuk pertama kali dalam hidupnya, lidah dari Founder Vuna Coffee School ini, mencecap biji kopi luwak Gayo.

RelatedPosts

Pembelajaran Daring Batal Dilaksanakan

Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan 7 Ton Lebih Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh  

Diserbu Wisatawan Lokal dan Asing, Museum Tsunami Aceh Catat 13 Ribu Kunjungan Saat Lebaran

“Its my first time, try this coffee,” aku Sara.

Bagi Sara, Takengon adalah salah satu surga penghasil kopi terbaik di dunia. Karena kopi Gayo, ia rela terbang 9.700 km melintasi benua.

Selain Lut Tawar, sudah lama kopi Gayo mengundang ramai wisatawan mancanegara. Baik untuk bisnis, penelitian, atau sekadar berlibur. Sara datang untuk berbagi pengalaman bisnis kopi, dengan produsen kopi di Takengon.

Rasa, bukan satu-satunya hal yang membuatnya terkesan. Ketika menyusuri kebun kopi di Kampung Umang, buah kopi yang melekat di batang, juga membuatnya terpana.

Katanya, buah kopi di Takengon, jumlahnya banyak. Lebih banyak dari negara-negara penghasil kopi, yang pernah ia sambangi. Seperti di Afrika, meliputi Rwanda, Ethiopia, Kenya, Tanzania dan Uganda.

Selama tiga hari Sara berada di Tanah Gayo. Lidah Sara seru dikejutkan dengan ras khas kopi di sini.

Mata dan telinga perempuan yang sudah menggeluti dunia kopi sejak tahun 2007 itu, menabung banyak pengalaman dari perjalanan kopinya ke Takengon.

“Menurut saya, perbedaan terbesarnya adalah metode pengolahannya, yaitu wet-hulled yang tidak dilakukan di tempat lain,” pujinya.

Sara mengetahui ihwal kopi Gayo beberapa tahun yang lalu, ketika dirinya mulai terhubung dengan produsen Indonesia, melalui kolaborasi dengan Fairtrade Internation dan Root Capital.

Sara Morrocchi mencicipi (cupping) biji kopi luwak gayo. | foto: Mufti

Selain berbagi edukasi kopi di Aceh Tengah, Indonesia. Di Asia Tenggara, Sara juga telah berbagi pengalaman di Myanmar dan Timor Leste.

Sementara di Amerika Latin, ia melatih kopi di Peru, Kosta Rika dan Honduras.

“Saya berharap Gayo menjadi daerah asal kopi yang terkenal di seluruh dunia, dengan koperasi dan organisasi produsen yang memiliki akses ke pasar internasional premium, dan lebih banyak pengakuan merek untuk kualitas dan jenis kopi yang mereka hasilkan,” ujarnya.

Tags: Kopi GayoKopi Luwak kopi gayokopi terbaik duniaSara MorrocchiVuna Coffee School
Previous Post

Mobil Usang yang Berkisah tentang Lenyapnya Kota Calang

Next Post

20 Tahun Tsunami Aceh, Doa Untuk Korban Tetap Mengalir

Related Posts

Pencurian Kopi Malam Hari Resahkan Petani Bener Meriah

by Syah Antoni
18 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Kasus pencurian kopi di kebun-kebun warga Bener Meriah kembali marak menjelang musim panen raya. Para pelaku menjalankan aksinya...

Pertengahan Agustus, Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Stabil

Pertengahan Agustus, Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Stabil

by Syah Antoni
19 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Harga jual kopi arabika Gayo tingkat petani di Bener Meriah masih stabil. Amatan Masakini.co, kopi merah atau gelondong...

Jember, Varietas Kopi di Gayo yang Mulai Terlupakan

Jember, Varietas Kopi di Gayo yang Mulai Terlupakan

by Syah Antoni
3 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Selama beberapa dekade, kopi jember yang merupakan kelompok lini S dan punya beberapa varietas kini mulai meredup. Khususnya...

Next Post

20 Tahun Tsunami Aceh, Doa Untuk Korban Tetap Mengalir

20 Tahun Tsunami Aceh, Momentum Solidaritas Dunia

Discussion about this post

CERITA

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...