MASAKINI.CO – Kasus pencurian kopi di kebun-kebun warga Bener Meriah kembali marak menjelang musim panen raya. Para pelaku menjalankan aksinya malam hari, bahkan berani hingga pagi.
Rida Efendi, seorang petani kopi di Kampung Kala Tenang, Kecamatan Bener Kelipah, mengungkapkan bahwa pencuri kopi beraksi pada malam hari hingga menjelang subuh. “Di sekitar sini, maling beraksi pada malam hari sampai menjelang subuh, sehingga sulit untuk ditangkap,” ujarnya pada Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, aksi pencurian tersebut menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan, yang membuatnya sangat kecewa. “Buah kopi yang sudah kami nantikan berbulan-bulan, hasilnya tidak bisa kami nikmati sepenuhnya,” keluhnya.
Selain mencuri kopi, para pelaku juga melakukan tindakan vandalisme dengan merusak fasilitas di kebun petani, seperti membakar gubuk dan alat-alat berkebun. “Kemarin malam, gubuk di kebun sebelah dibakar. Akibatnya, puluhan tanaman kopi di kebun saya ikut hangus terbakar. Ini sudah keterlaluan,” ungkapnya dengan nada geram.
Rida Efendi dan beberapa petani lainnya berencana untuk melakukan penjagaan rutin di sekitar kebun mereka menjelang waktu panen. “Kami akan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan patroli secara bergantian untuk mencegah aksi pencurian,” jelasnya.
Ia berharap agar pelaku pencurian segera tertangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Semoga pelaku cepat tertangkap, agar kami bisa kembali bersemangat menunggu buah kopi hingga waktu pemetikan,” harapnya.
Pihak kepolisian setempat diharapkan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi pencurian kopi, sehingga para petani dapat merasa aman dan tenang dalam mengelola kebun mereka.










Discussion about this post