MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Jember, Varietas Kopi di Gayo yang Mulai Terlupakan

Syah Antoni by Syah Antoni
3 Agustus 2025
in Cerita
0
Jember, Varietas Kopi di Gayo yang Mulai Terlupakan

Kopi Jember, varietas dari Lini S siap panen. | Foto : Dok. pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Selama beberapa dekade, kopi jember yang merupakan kelompok lini S dan punya beberapa varietas kini mulai meredup. Khususnya di Dataran Tinggi Gayo sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Mahyudin, salah satu pakar tanaman kopi di Kampung Arul Pertik, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Ia menjelaskan latar belakang kopi jember atau S-288 merupakan hasil persilangan antara arabika dan liberica. Kemudian kopi ini di kembangkan oleh pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia yang berada di Jember, Jawa Timur. Kemudian dikembangkan di Dataran Tinggi Gayo. Selanjutnya ditanami di kebun-kebun milik petani setempat.

Secara umum, ungkap Mahyudin, ada dua jenis kopi lini S yang pernah berjaya di Dataran Tinggi Gayo, yaitu lini S yang berbadan besar dan varietas lini S yang berbadan sedang. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kopi lini S termasuk varietas kopi yang memiliki kualitas rasa yang cukup baik sehingga rentan terhadap serangan hama PBKo.

“Ia, lebih rentan diserang hama penggerek buah atau PBKo karena kualitas dan cita rasanya yang cukup baik,” terang Mahyudin.

Belakangan, eksistensi kopi Lini S-288 mulai meredup di Dataran Tinggi Gayo sehingga jumlah petani yang menanamnya terus berkurang serta banyak petani beralih ke varietas lain yang lebih adaptif, meski sebagian petani masih mempertahankannya.

Mahyudin menyebutkan selain hama PBKo ada beberapa penyebab kopi jenis ini mulai jarang dibudidayakan oleh petani, diantaranya karena daya tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang rendah.

Selain itu, sering terjadi over bearing atau kebanyakan buah sehingga nutrisi tidak tercukupi maka dampaknya butuh waktu 2 hingga 3 tahun masa pemulihan untuk kembali normal atau mati.

Lebih lanjut, menanam kopi jember benar-benar dibutuhkan pengetahuan bukan hanya soal budidayanya tetapi juga pengetahuan yang lain sebagai pendukung misalnya pengetahuan tentang kesesuaian lahan dengan varietas yang di tanam serta asupan nutrisi yang di butuhkan.

Tanpa pengetahuan yang baik maka dipastikan menanam kopi jember akan gagal.

Tags: Kopi ArabikaKopi GayoKopi Jember
Previous Post

Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

Next Post

Pasar Aceh Mulai “Besolek”, Lebih Modern dan Ramah UMKM

Related Posts

Mentan Tinjau Sentra Benih Kopi Gayo, Aceh Perkuat Hilirisasi dan Produktivitas

by Ahmad Mufti
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau sentra produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...

Harga Jual Cherry Kopi Arabika Catat Harga Tertinggi, Rp23.800 per Bambu

Harga Jual Cherry Kopi Arabika Catat Harga Tertinggi, Rp23.800 per Bambu

by Syah Antoni
18 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO - Harga jual cherry atau gelondongan kopi arabika memasuki harga tertinggi dalam bulan ini, khususnya di Kabupaten Bener Meriah....

Pencurian Kopi Malam Hari Resahkan Petani Bener Meriah

by Syah Antoni
18 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Kasus pencurian kopi di kebun-kebun warga Bener Meriah kembali marak menjelang musim panen raya. Para pelaku menjalankan aksinya...

Next Post
Pasar Aceh Mulai “Besolek”, Lebih Modern dan Ramah UMKM

Pasar Aceh Mulai "Besolek", Lebih Modern dan Ramah UMKM

Hingga Awal Agustus, 70 Hektare Lahan di Bener Meriah Hangus Dilahap Api

Hingga Awal Agustus, 70 Hektare Lahan di Bener Meriah Hangus Dilahap Api

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co