MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Lalu Lintas Ternak Ilegal Penyebab PMK Merebak Lagi di Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
10 Januari 2025
in Daerah
0

Ratusan sapi di pasar hewan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar.(Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di sejumlah wilayah di Aceh. Dinas Peternakan (Disnak) Aceh mengungkap salah satu penyebabnya yaitu masuknya ternak secara ilegal yang tidak terpantau kesehatannya.

Kepala Disnak Aceh, Zalsufran menjelaskan lalu lintas ternak yang tidak melalui jalur resmi itu menjadi celah penyebaran virus PMK.

RelatedPosts

Gubernur Aceh Minta Bupati dan Wali Kota Mitigasi Dampak Kabut Asap

Bupati Aceh Besar Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kebakaran di Peukan Bada

Bupati Aceh Besar Minta Kader PKK Gencarkan Edukasi untuk Tekan Stunting

“Masih ada ternak yang masuk ke Aceh di luar pos pengawasan yang telah ditentukan, baik melalui darat maupun laut. Bahkan, terkadang ada sapi yang masuk dari Thailand,” ujarnya kepada masakini.co, Jumat (10/1/2025).

Dia menjelaskan ternak yang masuk melalui pelabuhan resmi biasanya diperiksa sesuai syarat kesehatan hewan. Namun, jalur ilegal sulit diawasi sehingga ternak yang terinfeksi virus berpotensi menyebarkan penyakit ke wilayah Aceh.

Selain lalu lintas ternak ilegal, pola peternakan tradisional di Aceh juga menjadi salah satu faktor penyebab virus PMK kembali merebak.

Banyak peternak tidak menerapkan pengendalian wabah secara teratur, seperti pembersihan kandang atau penyemprotan disinfektan. “Ini menjadi kendala yang turut memicu penyebaran virus,” jelas Zalsufran.

Ia menyebut saat ini terdapat 2.500 ekor terpapar virus tersebut. Dari jumlah itu ditemukan terjadi di Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Kondisi ini juga dipengaruhi vaksinasi yang sempat terhenti, sehingga banyak ternak yang tidak terlindungi.

Zalsufran mengakui bahwa ketersediaan vaksin masih terbatas di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Ada sapi yang belum cukup umur saat vaksinasi dilakukan, sehingga ketika dewasa menjadi rentan terjangkit karena belum divaksin ulang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi kasus PMK masih dalam batas kendali. Pengobatan dan pencegahan berjalan baik serta tingkat kesembuhan cukup tinggi.

“Hal itu karena pengalaman penyembuhan yang pernah dilakukan peternak sebelumnya,” pungkasnya.

Tags: acehDinas Peternakan AcehPenyakit Mulut dan Kuku (PMK)Wabah PMK
Previous Post

Besok DMI Aceh Gelar Muswil, Figur Ketua Baru Belum Muncul

Next Post

Direktur Utama BRI Sunarso Mendapatkan Penghargaan “Impact on Financial Industry Leadership”

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Next Post
Direktur Utama BRI Sunarso Mendapatkan Penghargaan “Impact on Financial Industry Leadership”

Direktur Utama BRI Sunarso Mendapatkan Penghargaan “Impact on Financial Industry Leadership”

Tahun Lalu Ada 46 Ribu Perempuan Menikah di Bawah Umur

Praktik Nikah Liar Marak Terjadi di Banda Aceh

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co