MASAKINI.CO – Wasit meniup peluit akhir. Segenap penggawa Talenta Aceh Football Academy (FA) larut dalam ragam ekspresi. Ada yang sujud, jingkrak kegirangan, hingga linangan air mata.
Para pesepakbola muda itu sukses menjadi juara Soeratin U-13 regional Aceh musim 2024/25. Usai mengalahkan Rawa Singkil FC dengan skor 2-3 di Lapangan Sintetis, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Rabu (15/1/2025).
“Senang sekali bisa juara. Semua ini berkat dukungan orang tua, pelatih, pemain, serta segenap pihak yang terlibat,” ucap kapten Talenta Aceh U-13, M Ivan Khairullah.
Rasa haru tak bisa disembunyikan setiap unsur tim, apalagi pelatih kepala, Septi Hariansyah. Sejak awal, pihaknya mencanangkan target juara. Di akhir kompetisi menjadi kenyataan.
Sejak bergulirnya pembinaan 2017 lalu, beberapa kali sudah Talenta Aceh FA mengikuti sejumlah kompetisi usia dini. Paling prestise dan berjenjang, tentunya Soeratin.
“Juara kali ini menjadi sejarah bagi Talenta Aceh. Setelah di tahun sebelumnya, kami harus puas sebagai runner-up,” ungkap Septi kepada masakini.co.
Kurun waktu tiga tahun belakangan Talenta Aceh selalu sukses masuk ke final. Sayangnya, berakhir sebagai nomor dua. Masing-masing runner-up pada tahun 2023, 2024 di katagori Soeratin U-15.
Kerja keras, ketekunan berproses dan keberuntungan, akhirnya memihak pemain kelahiran 2011. Talenta Aceh menorehkan sejarah, juara Soeratin U-13.
“Sebenarnya kemarin, di U-15 kita juga target juara, tapi kalah penalti di final. Syukurnya, di U-13 target terpenuhi,” jelasnya.
Proses Panjang
Keberhasilan Talenta Aceh menjuarai Soeratin U-13 bukanlah kebetulan. Melewati proses panjang. Puluhan pemain muda, ditempa saban waktu. Sebagaimana jadwal dan kalender kepelatihan Talenta Aceh.
Septi menerangkan, ia sempat khawatir ketika Soeratin U-13 yang mulanya akan bergulir Desember lalu, harus bergeser lantaran anak-anak ujian sekolah.

“Waktu itu, anak-anak sedang dalam peak performa. Lalu kita libur hampir dua minggu, tentu punya dampak,” bebernya.
Ia beruntung, karena semua anak asuhnya adalah mereka yang saban waktu digembleng. Menyiasati keadaan, sejumlah formula menjaga performa disiapkan. Ke 20-an pemain, tampil relatif cukup baik.
Setidaknya, ada tiga pemain kunci di tiap lini. Dedi di pertahanan, Ivan mengorkestrasi lini tengah, hingga Rezky sebagai penyelesai akhir alias striker. Sepanjang kompetisi, Talenta Aceh menjaringkan 10 gol.
“Kita kebobolan 3 gol. Dua lewat skema bola mati, tendangan bebas dan penalti, satunya lagi open play. Kami akan mengevaluasi pastinya,” janji Septi.
Persiapan ke Nasional
Sebagai juara, Talenta Aceh berhak mewakili Provinsi Aceh ke panggung Soeratin U-13 nasional. Jika tak ada aral melintang akan bergulir 12 Februari 2025 di Yogyakarta.
“Kurang lebih tiga minggu waktu yang ada, akan kami maksimalkan untuk mempersiapkan anak-anak. Kuat secara mental, cermat taktik, dan tetap rendah hati,” ungkap Owner Talenta Aceh, Aswadi.
Salah satu kendala klasik bagi tim-tim daerah ke panggung nasional adalah keterbatasan dana. Pihaknya terus berkoordinasi dengan orang tua pemain, stekeholder terkait, agar keberangkatan anak-anak berjalan lancar.
“Sebagai manajer yang diamanahkan mengelola tim, saya terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan pendanaan tambahan,” ungkap Manajer Talentan Aceh, Edi Darman.
Tantangan Wakil Aceh
Lebih jauh, Edi menerangkan sejak dipercaya sebagai manajer, ia terus membantu Aswadi, Septi dkk. Dimulai dengan jersey warna dominan merah beraksen hitam dan putih, serta sejumlah keperluan lainnya.
Talenta Aceh punya tantangan tersendiri di U-13. Sebab capaian wakil Aceh di Soeratin musim 2024/25 terbilang membanggakan. PSAB Aceh Besar U-17 lolos fase grup, terhenti di babak 16 besar.

Sementara Tamiang United, sukses menjadi juara 3 Soeratin U-15. Serta meraih predikat sebagai tim paling Fair Play.
“Talenta Aceh tetap memasang target juara. Saya kira ini tidak muluk. Sebab tim ini binaan dan prosesnya panjang. Insya Allah bisa, saya optimis dengan dedikasi Aswadi dan Septi,” kata Edi.
Saat ini, seluruh kontestan Soeratin U-13 nasional, masih menunggu drawing pembagian grup. Talenta Aceh siap berjuang, dengan segala kemungkinan. Dukungan dan doa disampaikan Waketum PSSI Aceh, Irfansyah.
“Bermainlah demi marwah sepakbola Aceh. Tunjukkan bahwa kita bangsa pejuang. Buktikan kepada dunia sepakbola Indonesia, bahwa Aceh tak pernah kekurangan bakat pesepakbola muda potensial,” pinta pria akrab disapa Dek Fan itu.










Discussion about this post