MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Februari 2025
in Daerah
0
Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria | Riska Zulfira/Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat setiap tahun di Aceh, namun anggaran yang dialokasikan untuk perlindungan mereka dinilai masih jauh dari memadai.

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria menyoroti ketimpangan ini dan mendesak adanya keberpihakan nyata dari pemerintah, terutama dalam kebijakan anggaran.

RelatedPosts

Apel Perdana Usai Lebaran, Sekda Aceh Tekankan Disiplin dan Percepatan Kinerja ASN

Layanan Publik Banda Aceh Tetap Siaga Saat Libur Lebaran

Pantai Lampuuk Destinasi Pilihan Keluarga Saat Libur Lebaran

“Anggaran yang dialokasikan hanya sekitar 0,12 persen dari total APBA. Artinya, keberpihakan masih sebatas debat dan orasi tapi belum diwujudkan dalam tindakan konkret,” kata Bayu, Rabu (26/2/2025).

Selama ini, tuturnya, anggaran itu hanya dialokasikan untuk lembaga bukan langsung untuk penanganan dan pencegahan kasus.

Maka ia mendorong agar pemenuhan hak perempuan dan anak ini harus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemimpin daerah terbaru. Supaya pemenuhan hak itu bisa jauh maksimal.

Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya menjadi tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) semata, tetapi juga tanggung jawab semua pihak, termasuk lembaga-lembaga lain yang terkait.

Selain itu, menurut Bayu keberpihakan dalam anggaran harus diperkuat dengan regulasi yang lebih jelas dan melibatkan berbagai kelompok, termasuk perempuan dan anak penyandang disabilitas serta kelompok minoritas lainnya.

“Program intervensi yang ada pun masih banyak yang tidak tepat sasaran dan kurang menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kondisi pemenuhan hak ini juga dinilai abai usai pembubaran Komisi Perlindungan Anak (KPA) Aceh beberapa waktu lalu yang meninggalkan tanda tanya besar mengenai mekanisme pemantauan pemenuhan hak anak ke depannya.

“Jika KPA sudah dibubarkan, siapa yang akan memastikan hak-hak anak tetap terpantau? Ini menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi,” tegasnya.

Sebagai solusi, Bayu mendorong adanya background study atau kajian mendalam yang dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan anggaran yang lebih berpihak pada perempuan dan anak.

“Harapannya, isu ini menjadi perhatian utama pemerintah baru. Jika anggaran memang terbatas, tapi upaya pemulihan langsung menyentuh korban,” pungkasnya.

Tags: acehAnggarankasus kekerasan anak dan perempuanRPJM Aceh
Previous Post

Disdik Aceh Minta Wali Nanggroe Lobi Singapura untuk Kerjasama Pendidikan

Next Post

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Related Posts

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Rp824 Miliar Dana TKD Aceh akan Disalurkan Dalam Waktu Dekat

Rp824 Miliar Dana TKD Aceh akan Disalurkan Dalam Waktu Dekat

by Redaksi
5 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengungkapkan bahwa dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat telah dikirim dan...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Discussion about this post

CERITA

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co