MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Februari 2025
in Daerah
0
Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria | Riska Zulfira/Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat setiap tahun di Aceh, namun anggaran yang dialokasikan untuk perlindungan mereka dinilai masih jauh dari memadai.

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria menyoroti ketimpangan ini dan mendesak adanya keberpihakan nyata dari pemerintah, terutama dalam kebijakan anggaran.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Matangkan Pembebasan Lahan untuk Pengalihan Jalan di Sekitar RSUDZA

13.407 Warga Akses MPP Lambaro dalam Dua Bulan, Layanan Dukcapil Paling Banyak Digunakan

Daerah Rawan Banjir di Aceh Diusulkan Dapat Alat Berat Sistem Pinjam Pakai

“Anggaran yang dialokasikan hanya sekitar 0,12 persen dari total APBA. Artinya, keberpihakan masih sebatas debat dan orasi tapi belum diwujudkan dalam tindakan konkret,” kata Bayu, Rabu (26/2/2025).

Selama ini, tuturnya, anggaran itu hanya dialokasikan untuk lembaga bukan langsung untuk penanganan dan pencegahan kasus.

Maka ia mendorong agar pemenuhan hak perempuan dan anak ini harus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemimpin daerah terbaru. Supaya pemenuhan hak itu bisa jauh maksimal.

Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya menjadi tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) semata, tetapi juga tanggung jawab semua pihak, termasuk lembaga-lembaga lain yang terkait.

Selain itu, menurut Bayu keberpihakan dalam anggaran harus diperkuat dengan regulasi yang lebih jelas dan melibatkan berbagai kelompok, termasuk perempuan dan anak penyandang disabilitas serta kelompok minoritas lainnya.

“Program intervensi yang ada pun masih banyak yang tidak tepat sasaran dan kurang menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kondisi pemenuhan hak ini juga dinilai abai usai pembubaran Komisi Perlindungan Anak (KPA) Aceh beberapa waktu lalu yang meninggalkan tanda tanya besar mengenai mekanisme pemantauan pemenuhan hak anak ke depannya.

“Jika KPA sudah dibubarkan, siapa yang akan memastikan hak-hak anak tetap terpantau? Ini menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi,” tegasnya.

Sebagai solusi, Bayu mendorong adanya background study atau kajian mendalam yang dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan anggaran yang lebih berpihak pada perempuan dan anak.

“Harapannya, isu ini menjadi perhatian utama pemerintah baru. Jika anggaran memang terbatas, tapi upaya pemulihan langsung menyentuh korban,” pungkasnya.

Tags: acehAnggarankasus kekerasan anak dan perempuanRPJM Aceh
Previous Post

Disdik Aceh Minta Wali Nanggroe Lobi Singapura untuk Kerjasama Pendidikan

Next Post

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Next Post
Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co