MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Februari 2025
in Daerah
0
Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Belum Konkret

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria | Riska Zulfira/Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat setiap tahun di Aceh, namun anggaran yang dialokasikan untuk perlindungan mereka dinilai masih jauh dari memadai.

Founder YouthID Foundation, Bayu Satria menyoroti ketimpangan ini dan mendesak adanya keberpihakan nyata dari pemerintah, terutama dalam kebijakan anggaran.

RelatedPosts

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

Disdukcapil Banda Aceh Tetap Buka Saat Libur 14-15 Mei

Illiza Lantik 66 Pejabat Pemko Banda Aceh, Tegaskan Tak Ada Lagi Birokrasi Lamban

“Anggaran yang dialokasikan hanya sekitar 0,12 persen dari total APBA. Artinya, keberpihakan masih sebatas debat dan orasi tapi belum diwujudkan dalam tindakan konkret,” kata Bayu, Rabu (26/2/2025).

Selama ini, tuturnya, anggaran itu hanya dialokasikan untuk lembaga bukan langsung untuk penanganan dan pencegahan kasus.

Maka ia mendorong agar pemenuhan hak perempuan dan anak ini harus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemimpin daerah terbaru. Supaya pemenuhan hak itu bisa jauh maksimal.

Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya menjadi tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) semata, tetapi juga tanggung jawab semua pihak, termasuk lembaga-lembaga lain yang terkait.

Selain itu, menurut Bayu keberpihakan dalam anggaran harus diperkuat dengan regulasi yang lebih jelas dan melibatkan berbagai kelompok, termasuk perempuan dan anak penyandang disabilitas serta kelompok minoritas lainnya.

“Program intervensi yang ada pun masih banyak yang tidak tepat sasaran dan kurang menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kondisi pemenuhan hak ini juga dinilai abai usai pembubaran Komisi Perlindungan Anak (KPA) Aceh beberapa waktu lalu yang meninggalkan tanda tanya besar mengenai mekanisme pemantauan pemenuhan hak anak ke depannya.

“Jika KPA sudah dibubarkan, siapa yang akan memastikan hak-hak anak tetap terpantau? Ini menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi,” tegasnya.

Sebagai solusi, Bayu mendorong adanya background study atau kajian mendalam yang dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan anggaran yang lebih berpihak pada perempuan dan anak.

“Harapannya, isu ini menjadi perhatian utama pemerintah baru. Jika anggaran memang terbatas, tapi upaya pemulihan langsung menyentuh korban,” pungkasnya.

Tags: acehAnggarankasus kekerasan anak dan perempuanRPJM Aceh
Previous Post

Disdik Aceh Minta Wali Nanggroe Lobi Singapura untuk Kerjasama Pendidikan

Next Post

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Pemkab Aceh Besar Susun Formasi ASN 2026 Sesuai Kebutuhan Riil dan Kemampuan Anggaran

by Riska Zulfira
28 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mematangkan penyusunan kebutuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026. Langkah ini dilakukan...

Next Post
Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Dua Terpidana Gay di Aceh Bakal Dicambuk Besok

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Selama Ramadan, UIN Ar-Raniry Siapkan 1.500 Paket Berbuka Puasa Gratis

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co