MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh lliza Sa’aduddin Djamal melantik dan mengambil sumpah jabatan 66 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Pelantikan yang berlangsung di Banda Aceh itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, dan jajaran pejabat lainnya.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 800.1.3.3/635/2025 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi pemerintahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan bukanlah hadiah dan bukan pula ruang untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah yang harus dijawab dengan integritas, loyalitas, disiplin, dan kerja nyata,” kata Illiza saat melantik pada Selasa (12/5/2026) malam.
Ia menyoroti tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, responsif, dan mampu menyelesaikan persoalan kota secara nyata.
Karena itu, Illiza menegaskan tidak ada lagi ruang bagi birokrasi yang bekerja lamban, pasif, saling menunggu, maupun melempar tanggung jawab.
“Tidak ada lagi ruang bagi pola kerja birokrasi yang pasif, lamban, saling menunggu ataupun melempar tanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan birokrasi saat ini bukan lagi banyaknya rapat atau laporan administrasi, tetapi dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kinerja birokrasi hari ini tidak lagi diukur dari banyaknya rapat ataupun panjangnya laporan yang dibuat. Kinerja birokrasi diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Illiza juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas baru, memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga etika birokrasi, serta membangun budaya kerja produktif.
Ia bahkan meminta para pejabat lebih sering turun langsung ke lapangan untuk mendengar persoalan masyarakat secara nyata.
“Turunlah ke lapangan. Dengarkan masyarakat. Pahami persoalan secara langsung. Karena masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir membawa solusi,” katanya.
Sebanyak 66 pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat administrator dan pengawas di sejumlah perangkat daerah lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Di akhir sambutannya, Illiza mengingatkan para pejabat agar menjawab kepercayaan yang diberikan dengan kerja nyata, bukan sekadar jabatan.
“Kepercayaan yang diberikan hari ini jangan dijawab dengan kenyamanan, tetapi dengan kerja nyata dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.








Discussion about this post