MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Rateb Aneuk Dihidupkan Kembali, Tradisi Menidurkan Anak jadi Pesan tentang Keluarga

Aininadhirah by Aininadhirah
11 Agustus 2026
in Daerah
0

Rateb Aneuk oleh ASN di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Senin (10/8/2026) | Foto : Kemenag Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tradisi Rateb Aneuk yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan keluarga masyarakat Aceh kembali diperkenalkan di ruang publik. Melalui perlombaan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, tradisi syair pengantar tidur anak itu dihidupkan kembali sebagai pesan tentang pengasuhan, pelestarian budaya, dan keberagaman.

Perlombaan Rateb Aneuk tersebut berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin (10/8/2026), dan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), termasuk peserta laki-laki serta ASN nonmuslim.

RelatedPosts

10 Siswa SMA 2 Banda Aceh Melaju ke Final Nasional Empat Pilar MPR RI

21 Tahun Damai Aceh, Muharram Minta Manfaat Perdamaian Ditunjukkan ke Rakyat

Illiza Minta Sekolah Tak Hanya Kejar Akademik, tapi Bentuk Kebiasaan Anak

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Aceh, Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi menjadi upaya mengangkat kembali tradisi yang memiliki nilai pendidikan dalam keluarga.

“Melalui kegiatan ini kita ingin membangkitkan kembali tradisi lama yang memiliki nilai pendidikan sangat kuat. Dahulu, melalui Rateb Aneuk, orang tua membangun kedekatan dengan anak melalui syair yang berisi pesan kehidupan,” ujar Zulfikar.

Menurutnya, Rateb Aneuk bukan hanya lantunan syair sebelum tidur, tetapi juga menjadi media orang tua menyampaikan doa, nasihat, dan nilai moral kepada anak dalam suasana penuh kasih sayang.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menilai perubahan zaman dan perkembangan teknologi telah memengaruhi pola interaksi dalam keluarga. Komunikasi langsung antara orang tua dan anak yang dahulu menjadi bagian dari keseharian kini mulai berkurang akibat kesibukan maupun penggunaan teknologi.

Karena itu, ia menilai pelestarian tradisi seperti Rateb Aneuk penting dilakukan sebagai salah satu cara memperkuat kembali hubungan emosional dalam keluarga.

“Pengasuhan anak tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membangun komunikasi, perhatian, dan keteladanan. Tradisi seperti ini mengingatkan kembali pentingnya kedekatan orang tua dengan anak,” kata Azhari.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Aceh juga menyoroti keterlibatan peserta laki-laki sebagai bagian dari pesan penting tentang pembagian peran dalam keluarga. Menurut Azhari, pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan peran aktif ayah.

“Keikutsertaan peserta laki-laki ingin menegaskan bahwa membangun keluarga adalah tanggung jawab bersama. Ayah juga memiliki peran penting dalam pendidikan, perhatian, dan pembentukan karakter anak,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran ASN nonmuslim dalam perlombaan Rateb Aneuk menjadi bagian dari pesan moderasi beragama yang ingin diperkuat Kemenag Aceh. Tradisi lokal dinilai dapat menjadi ruang bersama yang mempererat hubungan antarwarga tanpa melihat perbedaan latar belakang.

Azhari menyebut keterlibatan seluruh peserta menunjukkan bahwa budaya Aceh memiliki nilai universal yang dapat diterima dan menjadi jembatan dalam membangun toleransi.

“Budaya dapat menjadi ruang perjumpaan bersama. Nilai-nilai kebaikan dalam tradisi Aceh dapat memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman,” katanya.

Tags: Kemenag AcehTradisi Menidurkan AnakTradisi Rateb Aneuk
Previous Post

10 Siswa SMA 2 Banda Aceh Melaju ke Final Nasional Empat Pilar MPR RI

Next Post

Kasus Etomidate Bireuen: Oknum Polisi Dipecat, Tiga DPO Diburu

Related Posts

Kemenag Aceh Jadikan Matamuda Ajang Pemetaan Bakat Murid Baru

by Riska Zulfira
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai langkah awal untuk mengenali...

Besok Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Kemenag Aceh Ajak Warga Cek Ulang Kiblat 

by Riska Zulfira
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena istiwa a’zam atau rashdul kiblat pada 27 dan...

Kemenag Aceh Pantau Hilal Dzulhijjah 17 Mei, Posisi Bulan Dinilai Berpeluang Terlihat

by Riska Zulfira
13 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melaksanakan pemantauan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1447 Hijriah pada Minggu (17/5/2026)...

Next Post

Kasus Etomidate Bireuen: Oknum Polisi Dipecat, Tiga DPO Diburu

Pria Berpakaian Wanita Diamankan Satpol PP-WH Banda Aceh di Warung Kopi

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co