MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

Redaksi by Redaksi
24 Juli 2025
in Nasional
0
CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) tengah menggelar konferensi regional CTRL+J APAC 2025, di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada 22–24 Juli 2025. | Foto : AMSI

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) tengah menggelar konferensi regional CTRL+J APAC 2025.

Seminar ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas negara di Asia–Pasifik untuk merumuskan standar jurnalisme yang berkualitas di era Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

RelatedPosts

Mendikdasmen Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

MUI: Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia 15-21 Februari

Kegiatan yang diselenggarakan pada 22–24 Juli 2025 di Hotel Le Meridien, Jakarta ini mengumpulkan para jurnalis, penggiat media, akademisi, dan pelaku teknologi digital.

Pada hari kedua konferensi, panel diskusi “Preparing the Future: The State of Play in APAC” menghadirkan tiga pembicara, salah satunya Jacque Manabat, jurnalis multimedia asal Filipina yang membagikan pengalamannya dalam kerja jurnalistik. Di era AI, Jacque menggunakan platform media sosial seperti TikTok untuk memproduksi konten berita terkini.

Sebagai newsfluencer atau influencer yang menyampaikan berita, Jacque tetap menggunakan metode jurnalistik dalam bekerja; melakukan pengecekan fakta dan disiplin verifikasi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Kami masih melakukan pekerjaan dengan metode jurnalistik, hanya saja dengan bentuk penceritaan yang berbeda,” kata Jacque.

Sedangkan peneliti dari Kyoto University, Jepang, Irendra Radjawali, menegaskan data yang dimasukkan ke dalam AI sangat bias karena sebagian besar dibuat oleh programmer kulit putih dan Barat, jadi sebenarnya tidak lengkap dan serba tahu seperti yang kita asumsikan.

Pada diskusi panel “Preparing the Future: Compensation Strategies” menghadirkan empat pembicara. Wakil Ketua Public Interest Publishers Alliance Australia (PIPA), Nelson Yap, memaparkan kondisi media di negaranya.

“Jurnalisme adalah infrastruktur publik yang sangat penting dan pemerintah Australia mengakui hal ini. Pada 2025, pemerintah Australia mendistribusikan dana hibah sebesar $99 juta untuk organisasi berita selama tiga tahun,” ungkap Nelson.

Pemerintah Australia juga berinisiatif meluncurkan  program tawar menawar berita (news bargaining code) untuk mewajibkan perusahaan raksasa teknologi digital seperti Google dan Metta. Nelson mencontohkan apa yang terjadi di Kanada, dimana perusahaan-perusahaan teknologi digital  memblokir konten berita di platform mereka.

“News Bargaining Initiatives mendorong platform digital untuk masuk atau memperbarui kesepakatan dengan penerbit berita. Pada saat yang sama, Amerika mengancam akan memperlakukan tarif tambahan atau tarif yang lebih tinggi di Australia karena kami mengatur teknologi, sementara perusahaan-perusahaan teknologi menjarah organisasi-organisasi berita di Australia,” imbuhnya.

Pada diskusi panel “Preparing the Future: Amplifying Diverse Voice and Addressing the Language Barrier in AI”  menghadirkan empat pembicara. Salah satunya Program Director for Training and Network Meedan, Shalini Joshi menerangkan bahwa AI sebagai pemeriksa fakta saat ini tersedia dalam 31 bahasa di Asia yang bertujuan membantu media dan organisasi masyarakat sipil dalam memperluas artikel.

Sedangkan Senior Director of AI Product dari AI IG, Dr. Leslie Teo mempresentasikan LLM SEA-Lion yang fokus pada bahasa-bahasa di Asia Tenggara, terutama bahasa-bahasa lokal seperti Jawa, Ambon dan lainnya.

Pembicara lain, peneliti AI Center ITB, Ayu Purwarianti menjelaskan proyek Nusa Dialogue yang digagas oleh ITB untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, dengan sumber data yang berasal dari para penutur asli bahasa dan dialek daerah.

Sedangkan dua pembicara yang hadir dalam diskusi panel “Preparing for the Future: Publisher’ Preparedness and Engagement Strategy in the Era of AI”, adalah Executive Director of Nucleo Journalismo asal Brasil Sergio Spagnuolo yang memaparkan berdasarkan riset, Indonesia dan Brasil memiliki kebijakan AI yang sangat permisif, hanya 5-6 persen situs web media yang memblokir setidaknya satu agen AI dalam file robot.txt mereka.

“Sementara itu, proporsinya 35 persen di Amerika Serikat. Kami akan segera merilis sebuah alat untuk penerbit menghasilkan file robot.txt anda sendiri, untuk membantu anda memblokir bot apapun yang ingin anda blokir,” katanya.

Sementara itu, President of RadicalxChange Foundation, Matt Prewitt, menegaskan jurnalis harus memastikan bahwa semua konten dan materi yang mereka produksi terlindungi. Mereka juga harus menyiapkan perizinan, tergantung pada kedalaman data yang digunakan.

“Mereka harus mengumpulkan kekuatan untuk bernegosiasi dengan perusahaan teknologi dalam hal akses AI dan bagaimana informasi dapat dibagikan. Tidak mengontrol akses terhadap konten Anda akan mengakibatkan penurunan dukungan pasar lebih lanjut untuk organisasi media,” ungkapnya.

Tags: Aliansi Jurnalis Independen (AJI)AMSICTRL+J APAC 2025IFPIMJakartaKonferensi Regional
Previous Post

Pola Asuh dan Gizi Ibu Hamil Jadi Penyebab Dominan Stunting di Darul Imarah

Next Post

Dugaan Korupsi Beasiswa, Mahasiswa Laporkan Ketua Yayasan dan Rektor Unigha ke Polisi

Related Posts

Serikat Teater Sapulidi Banda Aceh akan Tampil 14 Desember di Jakarta

by Ahmad Mufti
12 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Serikat Teater Sapulidi Banda Aceh akan mementaskan sebuah lakon berjudul “Aroma Bumoe” hasil adaptasi dari cerita pendek berjudul...

Wali Kota Banda Aceh Usulkan Bantuan Alat Pemantau Tinggi Muka Air ke BNPB

Wali Kota Banda Aceh Usulkan Bantuan Alat Pemantau Tinggi Muka Air ke BNPB

by Redaksi
8 November 2025
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengajukan usulan bantuan alat pemantau tinggi muka air ke Badan Nasional...

Sambut HUT ke-130, BRI Jaring Karya Jurnalistik Inspiratif Melalui News Fest 2025

Sambut HUT ke-130, BRI Jaring Karya Jurnalistik Inspiratif Melalui News Fest 2025

by Redaksi
14 September 2025
0

MASAKINI.CO – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-130 BRI yang jatuh pada 16 Desember 2025, BRI kembali menghadirkan sebuah program...

Next Post
Dugaan Korupsi Beasiswa, Mahasiswa Laporkan Ketua Yayasan dan Rektor Unigha ke Polisi

Dugaan Korupsi Beasiswa, Mahasiswa Laporkan Ketua Yayasan dan Rektor Unigha ke Polisi

Tekan Harga Beras, Pemko Banda Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah

Tekan Harga Beras, Pemko Banda Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co