MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Ulfah by Ulfah
6 Oktober 2025
in News
0
Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Ilustrasi tanda bahaya di pantai. | Foto : istockphoto

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Penggerak wisata di Aceh Besar, Zulfikri, menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap aspek keselamatan wisata bahari di Aceh.

Ia menilai hingga kini belum ada simbol, rambu, maupun regulasi yang jelas terkait kawasan pantai mana yang aman atau berisiko untuk aktivitas berenang.

RelatedPosts

Jelang Berbuka, Rumah Warga di Darussalam Aceh Besar Ludes Terbakar

BBPOM Aceh Temukan 38 Produk Bayi Kedaluwarsa, Dua Retail di Aceh Besar Langgar Ketentuan

Wagub Aceh Minta Percepatan Nasional Pembangunan Huntap dan Sinkronisasi Data Pascabencana

“Belum ada simbol atau rambu-rambu yang menjelaskan kawasan pantai yang boleh berenang dan tidak terutama kawasan Lampuuk. Padahal ini sangat bahaya apalagi pantai kita sering makan korban,” kata Zulfikri dalam Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) 2025 di Banda Aceh, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, minimnya regulasi dan edukasi keselamatan menjadi penyebab utama masih terjadinya insiden tenggelam di beberapa kawasan wisata laut di Aceh.

Ia menyebut, tidak adanya peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur aktivitas berenang di pantai membuat pengelola dan pelaku wisata sulit menegakkan standar keselamatan.

Zulfikri menambahkan, kesadaran masyarakat untuk menggunakan pelampung juga masih rendah. Padahal, banyak kecelakaan di laut yang bisa dihindari jika pengunjung memahami arus laut dan mengikuti aturan dasar keselamatan.

Setiap pengunjung yang turun ke laut seharusnya wajib memakai pelampung dan baju renang. Tapi kami tidak bisa memaksa, karena tidak ada aturan dari pemerintah sendiri,” ujarnya.

Owner Joel Bungalow juga mengungkapkan, hingga kini tidak ada lembaga formal yang berfungsi layaknya Balawista atau petugas penyelamat wisata air/pantai di setiap pantai Aceh.

Padahal, menurutnya, keberadaan petugas penyelamat dan edukasi wisata air sangat penting untuk menekan angka kecelakaan laut.

“Kalau pemerintah mau bekerja sama meminimalisir korban tenggelam, sangat dimungkinkan. Setiap pantai kan punya pengurus. Mereka bisa dibina jadi Balawista, diberikan pelatihan bagaimana menyelamatkan korban tenggelam,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai pendidikan keselamatan air perlu diperkenalkan sejak dini. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah memasukkan kelas berenang dan edukasi keselamatan air ke dalam kegiatan sekolah.

“Supaya anak-anak lebih paham bagaimana bermain di wahana air, mengenali kondisi pantai yang boleh dan tidak boleh untuk berenang,” ucapnya.

Tags: edukasi keselamatanwisata aceh
Previous Post

Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Next Post

Pemuda di Lhokseumawe Tewas Terlindas Truk Tangki CPO

Related Posts

Dampak Bencana Aceh, Penyedia Rental Transportasi di Sabang Terpuruk

by Riska Zulfira
29 Desember 2025
0

MASAKINI.CO – Pelaku jasa rental transportasi di Kota Sabang terdampak signifikan akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah...

MS Amera Kembali Singgah di Sabang

Kunjungan Wisman ke Aceh Capai 5.403, TPK Hotel Bintang Meningkat

by Ahlul Fikar
4 November 2025
0

MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis data perkembangan pariwisata Aceh untuk bulan September 2025. Tercatat, sebanyak 5.403...

FK IJK Jadi Ajang Promosi Budaya dan Kuliner

by Riska Zulfira
11 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Ribuan pelari dari seluruh Indonesia semarakkan Forum Komunikasi Institusi Jasa Keuangan (FK IJK) Aceh Run 2025. Kegiatan ajang...

Next Post
Pemuda di Lhokseumawe Tewas Terlindas Truk Tangki CPO

Pemuda di Lhokseumawe Tewas Terlindas Truk Tangki CPO

Pemkab Aceh Besar Dukung Pembangunan Gedung Pendidikan Bahasa Arab LIPIA

Pemkab Aceh Besar Dukung Pembangunan Gedung Pendidikan Bahasa Arab LIPIA

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co