MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, April 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Jalur Tikus di Pesisir Utara Aceh Jadi Pintu Masuk Narkotika Internasional

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Oktober 2025
in News
0
Jalur Tikus di Pesisir Utara Aceh Jadi Pintu Masuk Narkotika Internasional

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengungkapkan adanya jalur internasional peredaran narkotika yang melibatkan jaringan lintas negara dengan memanfaatkan jalur tikus di sepanjang pesisir Aceh. Jaringan ini, menurut Kapolda, dikenal dengan sebutan Golden Triangle dan Crescent Angel.

Kapolda menjelaskan bahwa narkotika jenis sabu yang masuk ke Indonesia mayoritas berasal dari jalur Asia Tenggara, terutama Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

RelatedPosts

Modus Penawaran Proyek Fiktif, Oknum PNS Bener Meriah Ditangkap Polisi

Harga Emas Banda Aceh Naik Tajam, Tembus Rp8,4 Juta per Mayam

Dua Ribu Lebih Warga Banda Aceh Belum Miliki Jaminan Kesehatan

“Sabu yang masuk ke Indonesia ini sabu kimiawi, karena harganya lebih murah. Kalau yang dari Iran, itu proses alam natural, lebih mahal, dan biasanya masuk ke Eropa serta Amerika, bukan ke Indonesia,” katanya, Senin (6/10/2025).

Kapolda menerangkan, jaringan Golden Triangle kerap menggunakan nama Cina karena banyak ahli pembuatannya berasal dari sana. Barang haram tersebut kemudian diselundupkan melalui jalur tikus di kawasan pantai utara dan barat Aceh, dengan dominasi di pantai utara.

“Meski yang beroperasi di lapangan rata-rata warga Aceh, namun markas jaringan ini berada di Malaysia, Thailand, dan Myanmar,” katanya.

Selain sabu, Irjen Pol. Marzuki juga menyoroti peredaran kokain yang mulai menyasar jalur Aceh. Menurutnya, kokain bukan barang konsumsi lokal, melainkan biasanya diperuntukkan bagi pasar Eropa dan Amerika. Namun, beberapa kali Aceh dijadikan jalur transit untuk penyelundupan.

“Kokain ini barang baru di Aceh. Konsumsi terbesarnya ada di Bali, sementara jalurnya kini juga melalui Aceh. Mereka mencari jalur baru karena sulit masuk langsung dari Eropa atau Amerika,” ungkapnya.

Kapolda menambahkan, modus yang digunakan jaringan kokain ini adalah memanfaatkan jasa pengiriman internasional seperti FedEx hingga jalur ekspedisi lain. “Kemarin kita temukan 28 kilogram, lalu 1 kilogram, dan ini masih dalam bentuk kristal. Ada juga yang cair. Ini pola baru yang harus diwaspadai,” jelasnya.

Untuk mempersempit ruang gerak sindikat, Polda Aceh bersama Bea Cukai memperketat patroli di jalur laut yang kerap dijadikan lintasan. Kapolda menegaskan jalur-jalur tikus yang rawan di wilayah timur dan utara terus dipantau secara intensif.

“Kemarin, sabu 1,4 ton ditangkap di Medan. Itu jalurnya lewat Aceh. Sebelumnya di Batam juga diamankan 4 ton sabu. Di Aceh sendiri, kita berhasil gagalkan lebih dari 1 ton,” paparnya.

Kapolda menegaskan bahwa dalam operasi terakhir, pihaknya berhasil mengamankan 80 kilogram sabu dengan total 22 tersangka laki-laki. Ia menilai penangkapan tersebut menunjukkan masih aktifnya sindikat besar yang menjadikan Aceh sebagai pintu masuk narkotika internasional.

“Ini alarm bagi kita semua. Jalur Aceh sudah jadi target peredaran kokain dan sabu internasional. Untuk itu, mari bersama-sama kita hambat pergerakan ini. Tanpa kerja sama masyarakat, aparat akan kesulitan,” pungkas Kapolda.

Tags: jaringan narkoba internasionalKapolda AcehPesisir timur Aceh
Previous Post

Minggu 1 Oktober 2025, IPH Bener Meriah Turun 0,93 Persen

Next Post

Pencuri Gasak Emas dan Uang Warga Bener Meriah, Kerugian Capai Rp40,79 Juta

Related Posts

Jembatan Bailey di Sawang Miring Usai Luapan Sungai

by Redaksi
15 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Kondisi Jembatan Bailey Desa Lhok Cut di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan mengalami kemiringan...

Polda Gagalkan Peredaran 1,3 Ton Ganja Hingga 80,5 Kg Sabu di Aceh

Polda Gagalkan Peredaran 1,3 Ton Ganja Hingga 80,5 Kg Sabu di Aceh

by Riska Zulfira
6 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO - Polda Aceh menggagalkan peredaran 80,5 kilogram sabu, 1,3 ton ganja, dan 1 kilogram kokain dari sejumlah lokasi di...

Kapolda Aceh Ingatkan Siswa Jauhi Narkoba hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Aceh Ingatkan Siswa Jauhi Narkoba hingga Bijak Bermedsos

by Riska Zulfira
15 September 2025
0

MASAKINI.CO - Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkoba, disiplin, dan bijak menggunakan media sosial....

Next Post
Pencuri Gasak Emas dan Uang Warga Bener Meriah, Kerugian Capai Rp40,79 Juta

Pencuri Gasak Emas dan Uang Warga Bener Meriah, Kerugian Capai Rp40,79 Juta

Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co