MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Oktober 2025
in News
0
Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono didampingi Kepala Basarnas Banda Aceh dan wakil bupati Aceh Besar, Syukri. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pariwisata Aceh melalui pembinaan masyarakat dan pelaku wisata. Langkah ini dinilai penting agar keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjadikan wisata Aceh aman, nyaman, syariah, dan berkelanjutan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono, mengatakan keselamatan merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya tarik wisata. Menurutnya, keindahan alam Aceh mulai dari deretan pantai di Aceh Besar hingga jalur pendakian di kawasan pegunungan Seulawah akan semakin bernilai jika pengunjung merasa terlindungi.

RelatedPosts

Satpol PP-WH Amankan Pasangan Nonmahram di Rusunawa Keudah

Belasan Rumah Terbakar di Babul Makmur, Tujuh Rusak Berat

Warung Kopi di Baitussalam Hangus Terbakar, Api Diduga Berasal dari Dapur

“Wisata itu kan image. Bagaimana kita bisa mewujudkan wisata yang nyaman, aman, selamat, sekaligus sesuai dengan syariah. Untuk itu, keselamatan menjadi kunci penting dalam menarik minat wisatawan datang ke Aceh,” ujarnya Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) 2025 di Banda Aceh, Senin (6/10/2025).

Agus menjelaskan, salah satu strategi utama Basarnas adalah memberikan pembinaan dan edukasi langsung kepada masyarakat serta pengelola objek wisata. Edukasi tersebut disesuaikan dengan potensi ancaman di tiap lokasi. Misalnya, untuk wisata bahari, para penjaga pantai dan petugas keselamatan dibekali keterampilan penyelamatan di air. Sedangkan di kawasan gunung atau hutan, mereka dilatih teknik pertolongan pertama dan penyelamatan di medan sulit.

“Jadi, setiap potensi SAR yang ada di lokasi harus bisa merespons cepat sebelum tim Basarnas tiba. Itu yang sedang kita dorong melalui pembinaan dan pelatihan,” tambahnya.

Selain pelatihan teknis, Basarnas juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Di tempat-tempat wisata mereka juga memberikan pemahaman mengenai mitigasi risiko serta langkah darurat yang bisa dilakukan warga jika terjadi kecelakaan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari sistem keselamatan wisata.

Namun, Agus tidak menampik adanya tantangan besar, terutama keterbatasan personel. Saat ini, Basarnas Aceh hanya memiliki sekitar 130 orang untuk mengawal seluruh wilayah provinsi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keterbatasan ini dapat diatasi melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga komunitas SAR.

“Kami juga menyedia respon cepat, masyarakat dapat menghubungi call center 115 yang beroperasi 24 jam,” sebutnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Basarnas juga telah mendirikan beberapa pos SAR di wilayah Aceh. Meski keterbatasan sumber daya membuat pembentukan pos baru harus dipertimbangkan matang-matang, kajian terus dilakukan agar kebutuhan di daerah wisata rawan dapat terpenuhi.

Dengan berbagai upaya ini, Basarnas berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dan pelaku wisata akan pentingnya keselamatan.

Tags: BasarnasEdukasiPariwisata Aceh
Previous Post

Pencuri Gasak Emas dan Uang Warga Bener Meriah, Kerugian Capai Rp40,79 Juta

Next Post

Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Related Posts

225 Destinasi Wisata dan 162 Cagar Budaya di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor

by Riska Zulfira
14 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 225 destinasi wisata di Aceh dilaporkan rusak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada...

Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata

by Redaksi
24 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kegiatan Aceh Festival 2025 yang berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2025 resmi ditutup. Event itu dinilai mampu...

Kala Ombak Babah Kuala Menabrak Otot Kecil Ronaldo

Kala Ombak Babah Kuala Menabrak Otot Kecil Ronaldo

by Ichsan Maulana
28 Januari 2025
0

MASAKINI.CO - Debur ombak menabrak otot kecil Ronaldo. Jersey warna kuning kombinasi biru pekat yang membaluti tubuhnya, sudah kuyup terendam...

Next Post
Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co