MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
6 Oktober 2025
in News
0
Siaga di Pantai Hingga Gunung, Basarnas Bina Pengelola Wisata Hadapi Situasi Darurat

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono didampingi Kepala Basarnas Banda Aceh dan wakil bupati Aceh Besar, Syukri. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pariwisata Aceh melalui pembinaan masyarakat dan pelaku wisata. Langkah ini dinilai penting agar keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjadikan wisata Aceh aman, nyaman, syariah, dan berkelanjutan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono, mengatakan keselamatan merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya tarik wisata. Menurutnya, keindahan alam Aceh mulai dari deretan pantai di Aceh Besar hingga jalur pendakian di kawasan pegunungan Seulawah akan semakin bernilai jika pengunjung merasa terlindungi.

RelatedPosts

20 Pelajar Raih Medali di Olimpiade CBP Rupiah Aceh 2026

Empat Nelayan Diamankan di TPI Lampulo, Polisi Temukan Diduga Ganja dan Plastik Bekas Sabu

Diduga Hendak Dijual ke Aceh Barat Daya, 640 Liter Solar Subsidi Disita Polisi

“Wisata itu kan image. Bagaimana kita bisa mewujudkan wisata yang nyaman, aman, selamat, sekaligus sesuai dengan syariah. Untuk itu, keselamatan menjadi kunci penting dalam menarik minat wisatawan datang ke Aceh,” ujarnya Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) 2025 di Banda Aceh, Senin (6/10/2025).

Agus menjelaskan, salah satu strategi utama Basarnas adalah memberikan pembinaan dan edukasi langsung kepada masyarakat serta pengelola objek wisata. Edukasi tersebut disesuaikan dengan potensi ancaman di tiap lokasi. Misalnya, untuk wisata bahari, para penjaga pantai dan petugas keselamatan dibekali keterampilan penyelamatan di air. Sedangkan di kawasan gunung atau hutan, mereka dilatih teknik pertolongan pertama dan penyelamatan di medan sulit.

“Jadi, setiap potensi SAR yang ada di lokasi harus bisa merespons cepat sebelum tim Basarnas tiba. Itu yang sedang kita dorong melalui pembinaan dan pelatihan,” tambahnya.

Selain pelatihan teknis, Basarnas juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Di tempat-tempat wisata mereka juga memberikan pemahaman mengenai mitigasi risiko serta langkah darurat yang bisa dilakukan warga jika terjadi kecelakaan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari sistem keselamatan wisata.

Namun, Agus tidak menampik adanya tantangan besar, terutama keterbatasan personel. Saat ini, Basarnas Aceh hanya memiliki sekitar 130 orang untuk mengawal seluruh wilayah provinsi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keterbatasan ini dapat diatasi melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga komunitas SAR.

“Kami juga menyedia respon cepat, masyarakat dapat menghubungi call center 115 yang beroperasi 24 jam,” sebutnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Basarnas juga telah mendirikan beberapa pos SAR di wilayah Aceh. Meski keterbatasan sumber daya membuat pembentukan pos baru harus dipertimbangkan matang-matang, kajian terus dilakukan agar kebutuhan di daerah wisata rawan dapat terpenuhi.

Dengan berbagai upaya ini, Basarnas berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dan pelaku wisata akan pentingnya keselamatan.

Tags: BasarnasEdukasiPariwisata Aceh
Previous Post

Pencuri Gasak Emas dan Uang Warga Bener Meriah, Kerugian Capai Rp40,79 Juta

Next Post

Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Related Posts

Banda Aceh Colossal Coffee Experience Masuk KEN 2026

by Riska Zulfira
17 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 menjadi event pertama dari Banda Aceh yang masuk dalam kalender Karisma...

ACF 2026 Dinilai Berpotensi Kembangkan Wisata Gastronomi

by Riska Zulfira
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 dinilai memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata gastronomi Indonesia. Festival...

11 Kapal Dikerahkan untuk Cari Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau

by Redaksi
11 September 2026
0

MASAKINI.CO – Lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat...

Next Post
Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Illiza Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Setiap OPD Harus Miliki Minimal 1 Inovasi Nyata

Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Belum Ada Aturan Khusus, Keselamatan Wisata Pantai di Aceh Masih Lemah

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co