MASAKINI.CO – Harga jual cherry atau gelondongan kopi arabika memasuki harga tertinggi dalam bulan ini, khususnya di Kabupaten Bener Meriah. Jumat (17/10/2025), petani menjual kopi seharga Rp23.800 per bambu.
“Alhamdulillah, kopi kami dihargai Rp 23.800 per bambu. Meningkat dari panen sebelumnya, dibeli Rp22.500 sampai Rp 23.000 per bambu,” ungkap Lindawati, petani kopi di kampung Uning Teritit, Kecamatan Bukit, kepada Masakini.co.
Menurut Linda, harga tersebut memecahkan rekor harga jual kopi merah atau gelondong tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan di tengah isu-isu tidak sedap, seperti kabar hama PBKo yang sempat ramai dibicarakan beberapa waktu lalu.
Naiknya harga kopi, tambahnya, merupakan berkah bagi petani yang sedang memasuki masa panen.
Ia mengatakan masa panen diprediksi berlangsung sampai awal tahun depan. Peningkatan harga kopi akan diikuti penambahan pendapatan petani.
“Petani kopi wajib bersyukur, selain harga yang saat ini tergolong mahal. Petani juga sedang mendapat kabar baik, seperti kabar ekspor kopi Gayo 5.000 ton ke Tiongkok,” pungkas Linda.










Discussion about this post