MASAKINI.CO – Eintracht Frankfurt kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam mencetak talenta sepak bola bernilai tinggi. Hugo Ekitike, penyerang berusia 23 tahun, berhasil dijual dengan harga fantastis Rp1,3 triliun.
Direktur Olahraga Eintracht Frankfurt, Timmo Hardung, mengungkapkan bahwa klub telah meraup keuntungan hampir Rp5,7 triliun dari penjualan penyerang dalam enam tahun terakhir.
“Mencetak gol adalah bagian tersulit dalam olahraga, jadi wajar jika mereka menarik banyak perhatian,” ujar Hardung, menegaskan fokus klub pada pengembangan pemain.
Keberhasilan Frankfurt tidak hanya terbatas pada Ekitike. Contoh lain adalah bek Willian Pacho, yang dibeli seharga kurang dari Rp228 miliar Juli 2023. Ia dijual setahun kemudian ke Paris St-Germain dengan harga hampir Rp665 miliar.
Sejak 2019, nama-nama besar seperti Luka Jovic, Sebastien Haller, Andre Silva, Randal Kolo Muani, dan Omar Marmoush juga telah memberikan keuntungan signifikan bagi klub. Hardung menambahkan, “Kami berhasil meningkatkan dan mengembangkan banyak pemain di berbagai posisi.”
Ekitike tiba di Frankfurt sebagai pemain pinjaman pada paruh kedua musim 2023-2024 setelah kesulitan waktu bermain di PSG. Setelah dipermanenkan, ia meledak dengan 15 gol dan delapan assist di Bundesliga musim lalu, menjadikannya pemain dengan keterlibatan gol terbanyak keempat di antara pemain berusia 23 tahun atau lebih muda di lima liga top Eropa.
Hardung melihat potensi besar dalam dirinya, menyatakan, “Kami melihat kekuatannya dan merasa bahwa ini sangat cocok dengan gaya sepak bola yang ingin kami mainkan,” mengutip bbc, Kamis (23/10/2025).
Dalam satu musim penuhnya, Ekitike bermain lebih dari dua kali lipat menit bermainnya di musim-musim sebelumnya, menghasilkan lebih banyak gol. Meskipun ia mencetak 6,6 gol di bawah ekspektasi dengan tingkat konversi tembakan 12,8%, kualitas permainannya secara keseluruhan meningkat.
Ia menciptakan lebih banyak peluang, tembakan, dan gol dari serangan balik dibandingkan penyerang lain di Bundesliga, serta menempati peringkat kelima untuk dribel terbanyak. Hardung menekankan, “Dia harus mendengarkan umpan balik yang sulit dan bekerja keras.”










Discussion about this post