MASAKINI.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menegaskan perlunya penguatan tata kelola di seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sebagai langkah penting untuk menekan potensi fraud yang masih marak terjadi di sektor keuangan.
Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, mengungkapkan hasil Survei Fraud Indonesia 2025 yang dilakukan ACFE Indonesia Chapter menunjukkan bahwa kelemahan pengendalian internal masih menjadi penyebab utama terjadinya occupational fraud.
Selain itu 53,24 persen kasus fraud di sektor keuangan justru terdeteksi melalui laporan masyarakat, bukan dari sistem pengawasan internal lembaga keuangan itu sendiri.
Menurutnya, jika fraud lebih banyak terdeteksi melalui pengaduan daripada pengawasan internal, itu menunjukkan bahwa penerapan GRC di LJK masih harus diperkuat.
“Industri keuangan adalah industri kepercayaan, karena 85 persen dana perbankan berasal dari masyarakat,” kata Daddi, Jumat (14/11/2025).
Daddi menekankan pentingnya penerapan Four Lines of Defense untuk mencegah terjadinya fraud, seperti garis pertama, unit bisnis dan operasional menjalankan prosedur sesuai ketentuan internal.
Kemudian garis kedua, fungsi kepatuhan dan manajemen risiko melakukan pengawasan fungsional aktif. Garis ketiga, audit internal mengevaluasi efektivitas pengendalian dan memberikan rekomendasi perbaikan dan garis keempat auditor eksternal dan regulator melakukan penilaian independen terhadap tata kelola.
Daddi menyampaikan bahwa penguatan permodalan dan pemenuhan modal inti, agar ketahanan bank sesuai dengan eksposur risiko dan pemenuhan struktur tata kelola, terutama kelengkapan pengurus agar fungsi pengawasan berjalan optimal menjadi hal penting yang harus diperhatikan pengurus dan pemegang saham BPRS agar dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
“Penerapan manajemen risiko, yang dinilai sebagai tameng utama bagi BPRS untuk menjaga integritas dan daya saing,” ujarnya.
Daddi juga mengingatkan agar BPRS menyiapkan strategi bisnis jangka panjang serta terus mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“OJK Aceh akan terus memperkuat pengawasan, tetapi juga mendukung pertumbuhan kinerja industri keuangan. LJK yang sehat dan berintegritas menjadi kunci bagi meningkatnya kepercayaan masyarakat dan mendorong ekonomi Aceh,” tutupnya.










Discussion about this post