MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

DPRA Soroti Hilangnya Retribusi Getah Pinus di Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
19 November 2025
in Daerah
0

Ilustrasi getah pinus dalam batok kelapa. | Foto : Istockphoto

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Anggota DPR Aceh, Rijaluddin, mempertanyakan hilangnya penerimaan retribusi dari penjualan getah pinus yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Ia menegaskan, setiap tahun Aceh seharusnya memperoleh sekitar Rp10 miliar dari sektor tersebut, namun dalam beberapa tahun terakhir pemasukan itu tidak lagi diterima.

Menurutnya, aktivitas penyadapan getah pinus tetap berjalan seperti biasa, terlebih pohon pinus merupakan tanaman yang tumbuh alami di tanah Aceh. Namun, pemerintah daerah justru tidak lagi menarik retribusi sebagaimana sebelumnya.

RelatedPosts

Wabup Aceh Besar Serahkan Dua Rumah Tahan Gempa untuk Warga Dhuafa di Blang Bintang

Sambut Ramadan 1447 H, Forkopimda Banda Aceh Terbitkan Seruan Bersama

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

“Saya ingin mendapatkan jawaban konkret dari Sekda Aceh dan Kepala BPKA. Kenapa pemerintah Aceh tidak lagi mendapatkan retribusi dari penjualan getah pinus? Padahal sebelumnya setiap tahun kita mendapat kurang lebih Rp10 miliar,” ujar Rijaluddin dalam sidang paripurna, Selasa (18/11/2025).

Ketua Komisi V ini juga menyampaikan bahwa setelah menelusuri persoalan tersebut, ditemukan bahwa Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menerapkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 4 Tahun 2023. Regulasi itu disebut-sebut melarang adanya penarikan retribusi dalam kerja sama pemanfaatan hutan.

Padahal, kata Rijaluddin, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh memberikan kewenangan khusus bagi Aceh dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk hutan, sebagaimana halnya pengelolaan pertambangan.

“Kalau pertambangan kita kelola sendiri, kenapa hutan kita serahkan ke pusat. Ini yang membuat saya menduga ada oknum di Pemerintah Aceh yang bermain cinta dengan perusahaan,” tegasnya.

Rijaluddin menambahkan bahwa Aceh memiliki Qanun Nomor 7 tahun 2016 yang seharusnya menjadi dasar pengelolaan, namun justru dikangkangi oleh kebijakan baru. Ia turut mempertanyakan posisi yang lebih tinggi antara undang-undang dan Permen. Aceh seharusnya mempertahankan kekhususannya dalam tata kelola hutan.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung persoalan pembatasan penjualan getah pinus ke luar daerah melalui pergub yang saat ini masih berlaku. Menurutnya, kebijakan itu tidak lagi relevan apabila pemerintah tidak menarik retribusi sama sekali.

Rijaluddin meminta Pemerintah Aceh segera menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Jika tidak ada langkah yang ditempuh, ia mendesak agar pembatasan penjualan getah pinus dicabut demi memberikan ruang bagi petani untuk memasarkan hasilnya tanpa hambatan.

“Kalau pemerintah Aceh tidak lagi menarik retribusi, maka pergub tentang pembatasan penjualan ke luar daerah itu harus dicabut. Karena tidak ada gunanya kita tahan, petani tidak boleh jual ke luar, sementara pemerintah juga tidak dapat apa-apa,” ungkapnya.

Tags: DPRAGetah karetKaret AcehRetribusi getah karetSidang paripurna DPRA
Previous Post

Pemko Banda Aceh Akan Gelar Maulid Raya, Dirangkai dengan Festival Gayain 2025

Next Post

Ceria Anak TK Kartika IV-3 Saat Berkunjung ke Markas Damkar Lhokseumawe

Related Posts

Pemprov Aceh Terima Hasil Evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri

by Ulfah
6 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh telah menerima hasil evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri...

Gubernur Aceh Harap Rancangan APBA 2026 Segera Rampung

Gubernur Aceh Harap Rancangan APBA 2026 Segera Rampung

by Ulfah
4 November 2025
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf berharap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026 segera rampung dan...

Kasus Kasur Belatung di RSUD Cut Meutia, DPRA Minta Rumah Sakit Jangan Lalai

Kasus Kasur Belatung di RSUD Cut Meutia, DPRA Minta Rumah Sakit Jangan Lalai

by Riska Zulfira
4 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Utara dan Lhokseumawe, Salmawati, menyoroti keras viralnya video pasien RSUD Cut Meutia...

Next Post

Ceria Anak TK Kartika IV-3 Saat Berkunjung ke Markas Damkar Lhokseumawe

Polisi Amankan Seorang Pengedar dan 1,2 Kg Ganja di Bener Meriah

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co