MASAKINI.CO – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Aceh tetap aman meski sejumlah jalur darat terputus akibat banjir yang melanda beberapa daerah. Pernyataan tersebut menjawab kekhawatiran masyarakat yang kini panic buying atau pembelian secara berlebihan terlihat antrean panjang di SPBU.
Ia menyebut pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan berkoordinasi untuk menyiapkan mekanisme distribusi alternatif.
Nasri mengatakan, selama ini suplai BBM ke Aceh sebagian besar dilakukan melalui jalur darat. Namun dengan kondisi banjir yang memutus akses, BPMA bersama kementerian sedang menyiapkan rute pengangkutan melalui laut.
“Kelangkaan bahan bakar sudah saya laporkan ke menteri. Selama ini pengangkutan BBM melalui darat, dan saat ini jalur darat sedang terputus. Kita juga sedang koordinasi dengan kementerian agar bisa lewat laut,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah telah mengambil langkah cepat untuk memastikan kebutuhan BBM tetap terpenuhi.
“Saya minta masyarakat Aceh tidak panik. Saya sudah berkoordinasi terkait pengadaan BBM untuk wilayah Aceh ke kementerian, dan insyaAllah tidak akan terpengaruh dengan kondisi ini. Mudah-mudahan banjir segera surut dan akses sosial bisa segera pulih,” katanya.
Nasri menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah ia ambil sesuai arahan Gubernur Aceh. Ia juga telah menyampaikan laporan resmi kepada Dirjen Migas dan Badan Pengatur Hilir agar suplai BBM ke Aceh tetap terjamin. Nasri menegaskan bahwa jalur pasokan untuk kawasan tersebut berasal dari Terminal BBM Malahayati, bukan dari jalur yang saat ini terputus.
“Untuk Banda Aceh-Aceh Besar, alur pemasokan bukan dari jalur darat yang terkena dampak banjir, melainkan dari Malahayati. Jadi Insya Allah tidak ada masalah dengan kelangkaan BBM,” tegasnya.










Discussion about this post