MASAKINI.CO – Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat banyaknya daerah yang terisolir.
Tak hanya itu, Flower Aceh melihat masyarakat terutama perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya juga menghadapi kondisi yang sangat sulit sehingga membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berperspektif kemanusiaan.
Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, berharap penyaluran bantuan untuk korban banjir dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas lembaga dan memastikan distribusi bantuan yang adil dan tidak diskriminatif.
Desakan lainnya yang disampaikan Riswati yaitu memastikan terjangkaunya kelompok rentan dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan, termasuk perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin.
Menjamin akses air bersih, makanan bergizi melalui dapur umum yang mudah diakses, penerangan, lokasi mengungsi yang responsif perempuan dan anak, memastikan kesehatan masyarakat, serta kebutuhan dasar lainnya sebagai prioritas utama untuk mencegah krisis kesehatan lanjutan.
“Mengendalikan lonjakan harga dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok agar masyarakat tidak semakin terpuruk secara ekonomi,” kata Riswati, Sabtu (29/11/2025).
Saat ini, Flower Aceh bersama Forum PRB, Koalisi NGO HAM, Walhi Aceh, YPANBA dan jaringan sipil lainnya akan terlibat dalam respons bencana dan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan suara serta kebutuhan masyarakat terutama perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan tetap menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana ini.
Batuan yang dibutuhkan
Riswati menyebut krisis air bersih terjadi dibanyak titik lokasi bencana banjir. Kondisi ini juga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air minum yang layak.
Kemudian, penerangan sangat terbatas, menyulitkan evakuasi, mobilitas perempuan dan anak, serta dapat meningkatkan risiko keamanan dan kekerasan.
Ia juga melihat, saat ini terjadi panik buying di pasar, membuat distribusi logistik semakin terganggu.
“Harga kebutuhan pokok melonjak, termasuk telur yang kini sulit ditemukan, memperburuk situasi ekonomi rumah tangga, khususnya perempuan kepala keluarga dan keluarga berpenghasilan rendah,” ungkap Riswati.
Beberapa kebutuhan kebutuhan mendesak masyarakat berdasarkan pemetaan di kabupaten/kota wilayah kerja Flower Aceh yang dilanda banjir meliputi:
- Air bersih dan air minum.
- Penerangan darurat.
- Sembako dan bahan makanan siap saji.
- Kebutuhan spesifik perempuan, bayi, disabilitas dan lansia, seperti makanan bayi, popok lansia, pembalut, dan pakaian dalam, selimut, kit emergency. Dibutuhkan pula Pakaian layak pakai sebab pakaian dan perlengkapan rumah berlumpur akibat banjir.
- Obat-obatan, khususnya untuk gatal, diare, demam, dan infeksi kulit akibat banjir, dan lainnya










Discussion about this post