MASAKINI.CO – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyalurkan 15 ribu paket bantuan kepada masyarakat di delapan kabupaten di Aceh yang terdampak bencana. Bantuan tersebut terdiri dari paket sembako dan paket perlengkapan ibadah yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian negara terhadap warga terdampak.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan, bantuan itu merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh pascabencana. Ia menegaskan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana di Aceh.
“Bapak Presiden sudah lima kali datang langsung ke wilayah ini. Dalam setiap rapat, beliau selalu mengecek perkembangan kondisi Aceh pascabencana,” kata Ahmad Muzani saat menyerahkan bantuan di Aceh, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat tidak hanya sebatas penyaluran bantuan logistik, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan di berbagai sektor. MPR RI, kata dia, akan mendorong setiap kementerian dan lembaga menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing untuk mendukung pemulihan Aceh.
Selain bantuan sembako dan perlengkapan ibadah, Ahmad Muzani juga menyinggung permintaan Pemerintah Aceh terkait penghapusan sementara kebijakan barcode BBM selama masa penanganan bencana. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperlancar distribusi bahan bakar bagi alat berat yang digunakan dalam pemulihan infrastruktur.
“BBM menjadi energi utama bagi alat berat untuk memperbaiki jalan, jembatan, dan membuka akses antar desa, kecamatan, hingga kabupaten. Saya bersama Menteri Dalam Negeri sudah membahas hal ini dan pada prinsipnya tidak ada kendala,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana penyediaan bantuan daging meugang menjelang bulan Ramadhan. Tradisi meugang, kata Ahmad Muzani, telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Hal ini sudah saya sampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara dan pada dasarnya tidak ada masalah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani turut mengapresiasi progres pemulihan sektor kelistrikan di Aceh. Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 99 persen wilayah terdampak telah kembali dialiri listrik, meskipun masih ada puluhan desa yang belum sepenuhnya terhubung.
Menurutnya, pemulihan ini merupakan capaian besar mengingat kondisi geografis Aceh yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau. Ia mengapresiasi kerja keras aparat TNI, Polri, petugas PLN, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan.
“Ini dilakukan dengan tulus dan penuh semangat untuk membantu masyarakat Aceh. Aceh adalah bagian penting dari Republik Indonesia. Ketika Aceh sakit, itu adalah sakit kita semua,” tegasnya.
Ahmad Muzani menambahkan, pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mendampingi Aceh hingga proses pemulihan berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa kemajuan Aceh adalah bagian dari kemajuan bangsa secara keseluruhan.
“Kita maju, Aceh harus maju,” pungkasnya.










Discussion about this post