MASAKINI.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan pemulihan total kelistrikan di Aceh, khususnya wilayah Banda Aceh dan Aceh bagian barat, dapat rampung dalam hitungan hari. Kepastian ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Selasa (2/12/2025).
Didampingi Direktur Utama PLN dan jajaran terkait, Bahlil terjun langsung untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kelistrikan yang rusak akibat banjir dan longsor. Fokus utama adalah perbaikan 12 tower transmisi pada jalur SUTT 150 kV yang mengalami kerusakan, yang menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah.
PT PLN (Persero) akan memasang tower listrik emergency yang dapat dibangun dalam waktu dua hari, diikuti penyambungan kabel listrik yang rusak. Pemulihan listrik di Banda Aceh dan Aceh Bagian Barat ditargetkan selesai paling cepat pada Jumat (5 Desember 2025) malam atau Sabtu (6 Desember 2025).
“Saya pertama mengucapkan terima kasih atas dedikasi kalian untuk secara totalitas segera kita menyelesaikan urusan tower-tower yang kena dampak daripada musibah dan kita percepat. Sekarang waktunya kita kerja untuk Ibu Pertiwi,” ujar Bahlil di Bireuen.
Hingga saat ini, progres pemulihan ketenagalistrikan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 263 penyulang yang padam, 153 penyulang (58,2 persen) telah kembali normal. Sementara itu, 6.844 dari 9.669 gardu distribusi (70,8 persen) telah menyala kembali. Beban listrik yang pulih mencapai 173,05 MW (69,8 persen), dengan jumlah pelanggan kembali menikmati listrik sebanyak 727.735 pelanggan (69,7 persen).
Selain fokus pada infrastruktur energi, Menteri Bahlil juga menyambangi posko bantuan dan lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Kementerian ESDM juga memberikan relaksasi pada regulasi pembelian BBM untuk daerah terdampak bencana, serta mendistribusikan BBM melalui jalur laut dan udara.
“Memang harus saya akui bahwa listrik, BBM ini persoalan yang paling vital,” tambah Bahlil.










Discussion about this post