MASAKINI.CO – Pos Pengamatan Gunungapi Bur Ni Telong, Aceh Tengah, melaporkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan. Sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025) periode 24 jam, tercatat 89 gempa vulkanik yang mengindikasikan adanya aktivitas di bawah permukaan.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Petugas pengamat, Suwardi Putra, melaporkan sebanyak 53 kali gempa vulkanik dangkal terdeteksi dengan amplitudo antara 20 hingga 60 mm dan berlangsung 4–14 detik. Selain itu, terdapat 24 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 10–55 mm dan durasi 10–22 detik. Sumber getaran ini memiliki selang waktu S-P antara 1 hingga 3 detik.
Kegempaan tektonik lokal juga terekam sebanyak 10 kali dengan amplitudo 45–60 mm dan durasi 17–50 detik. Sementara itu, dua gempa tektonik jauh turut teramati dengan amplitudo 38–60 mm dan durasi hingga 100 detik. Meski aktivitas kegempaan cukup signifikan, tidak teramati adanya asap kawah dari puncak Bur Ni Telong.
Dari sisi visual, kondisi gunung api berada dalam keadaan jelas hingga tertutup kabut tipis. Cuaca sepanjang hari didominasi berawan hingga mendung dengan angin lemah menuju timur dan barat. Suhu udara berkisar 18–24 derajat Celsius.
“Tingkat aktivitas gunung tetap berada pada Level II atau Waspada. Dengan status ini, potensi bahaya erupsi freatik maupun lontaran material masih mungkin terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas,” kata Suwardi.
Untuk itu, petugas kembali mengingatkan masyarakat dan para pendaki agar tidak memasuki radius 1,5 kilometer dari kawah Bur Ni Telong. Pengunjung juga diminta menghindari area fumarola dan solfatara terutama saat cuaca mendung atau hujan karena dapat meningkatkan risiko paparan gas berbahaya.










Discussion about this post